8 November – Beato Yohanes Duns Scotus

8 November
Beato Yohanes Duns Scotus
1266-1307

RIWAYAT HIDUPNYA

Selama dasawarsa pertama abad ke 14, guru yang paling ternama di universitas Cambridge, Oxford dan Paris adalah Pater Yohanes Duns dari Sco tlandia – Beato Yohanes Duns Scotus. Dia tidak hanya seseorang yang memiliki otak yang paling tajam dan mampu mendalami berbagai masalah yang pernah dimilik dunia, tetapi juga seorang Saudara Dina yang sederhana dan pengikut setia St. Fransiskus dari Assisi.

Lahir pada 1266 di Littledean di Scotlandia, dari sebuah keluarga yang berasal dari Irlandia, namun menetap di Scotlandia, dia menerima pendidikan awalnya dari pamannya yang adalah seorang Fransiskan, Pater Elias Duns, di biara fransiskan di Dumfries. Dia mengenakan jubah Fransiskan pada 1279 atau 1280. Bahkan sebelum tahbisan imamatnya dia sudah mengajar teologi kepada para saudaranya (1289-1290). Uskup Oliver Sutton dari Lincoln, England, menahbiskannya menjadi imam pada hari St. Patrick, 17 Maret 1291. Setelah dia melanjutkan studinya di Paris dan Oxford selama sekitar 8 tahun, dia mulai memberi kuliah di Cambridge pada 1301 dan pada tahun berikutnya dia mengajar di Sorbonne, Paris. Pada waktu itu Philipus yang Licik sedang terlibat pertengkaran yang tidak patut dengan Paus Bonifasius VIII, dan Pater Yohanes ini tanpat kenal takut membela supremasi rohani dari Wakil Kristus itu. Dengan demikian dia menyulut kemarahan raja Perancis itu, dan bersama dengan tiga puluh orang saudara Fransiskan yang tinggal di biara di Paris diusir meninggalkan negara Perancis.

Sekembalinya di Inggris, Pater Yohanes mengajar di Oxford selama sekitar tiga tahun (1303-1306) dan di sana dia memperoleh gelar doktor pada 1304. Dengan segera keharuman kepiawaian dan keterpelajarannya tersebat ke luar negeri, dan mahasiswa-mahasiswa pun berdatangan dalam jumlah yang besar untuk duduk pada kaki sang dosen yang baru itu. “Hampir dari segenap sudut bumi ini,” tulis Rodulphus, “sejumlah besar orang datang untuk melihat dan mendengarkan dia, yang mereka hormati sebagai seorang dewa yang turun dari surga.” Maka gelar Doktor Subtilis (halus, cermat dan cerdas) pun dikenakan pada Pater Yohanes; karena, sebagaimana ditulis oleh Rodulphus, “tidak ada yang sedemikian pelik, tidak ada yang sedemikian rumit yang tidak dapat diuraikan dan dijelaskan oleh otaknya. Tak ada yang sedemikian kusut, yang – seperti Oedipus –  tidak dapat dia uraikan; tidak ada yang sedemikian diselimuti oleh kesulitan dan diliputi kegelapan, yang tidak dapat dia terangkan.” Seorang penulis yang lain menyatakan: “Dia menerangkan Kodrat Ilahi seolah-olah dia telah melihat Tuhan; sifat-sifat roh surgawi seakan-akan dia pernah menjadi malaikat; kebahagiaan dari hidup yang datang bagaikan dia pernah menikmatinya; dan cara Penyelenggaraan Ilahi, seolah-olah dia telah menyelami semua rahasianya.”

Pada 1306 Pater Yohanes kembali ke Paris. Dan di sana dia menjadi terkenal sebagai Doktor Maria, karena dia telah memperjuangkan bahwa Maria Dikandung Tanpa Noda dan mengalahkan semua keberatan dari orang-orang terpelajar pada zaman itu melawan keistimewaan Bunda kita ini. “Pengantara yang sempurna,” jelas Pater Yohanes ini, “harus, antara lain, telah melaksanakan dengan sempurna karya pengantaraan, yang tak kan terjadi pada seseorang, sekurang-kurangnya, kecuali, demi kepentingan itu, kutukan Tuhan telah ditiadakan terlebih dahulu, dan tidak hanya sekedar didamaikan.” Pada 1854 Paus Pius IX dengan meriah telah menetapkan ajaran Pater Yohanes itu, yang selama itu telah diterima oleh orang iman biasa pada umumnya sebagai butir iman; pada saat pertama dari perkandungannya, Maria telah dipelihara bebas dari noda dosa asal, berkat jasa Kristus.

Meterai peneguhan Gereja juga ditempatkan pada ajaran Pater Yohanes yang Kristosentrik itu, ketika pesta Kristus Raja diumumkan pada 1925. “Duns Scotus,” tulis Pater Gemelli, “mengerti semesta alam dalam bentuk sebuah piramida besar raksasa, yang dibangun dari setiap jenis genera dan species, yang menjulang ke atas dan semakin atas derajatnya semakin tinggi. Tingkat-tingkat yang lebih rendah dipersatukan dalam bagiannya yang paling mulia pada tingkat yang lebih tinggi. ‘Yesus Kristus adalah titik logis tertinggi dari penciptaan.’” Jadi, Pribadi Kedua dari Tritunggal Kudus tetap akan mengenakan kodrat manusiawi bahkan bila seandainya Adam telah tidak berdosa. Karena dosa Adam, Kristus telah datang sebagai Penebus umat manusia, tetapi Dia pada saat yang sama sekaligus adalah Raja Ciptaan.

Pada 1307 Pater Yohanes dikirim ke Köln (Jerman), dan di sana dia meninggal dunia dan dimakamkan di Minoritenkirche atau Gereja para Saudara Dina. Biasanya tanggal kematiannya dinyatakan 8 November 1308; tetapi dokumen-dokumen yang baru-baru ditemukan kelihatannya menunjukkan bahwa dia masih hidup beberapa tahun lebih lama. Pater Yohanes dihormati sebagai seorang santo, dan makamnya telah dikunjungi selama berabad-abad oleh sejumlah besar umat beriman. Selama Perang Dunia II, Gereja Saudara-saudara Dina itu, yang sebelumnya dibawah pemeliharaan para Saudara Konventual, dihancurkan. Dan selama gedung gereja itu dibangun kembali, relikwi B. Yohanes Duns Scotus disimpan secara rahasia di katedral yang terkenal, kecuali sebuah perisai lambangnya, yang sekarang ini disimpan di dalam sebuah sarcofagus (peti jenazah dari batu) dalam ruang bawah tanah dari gereja Fransiskan yang baru di sebuah wilayah lain dari kota itu.

PERIHAL DIKANDUNG TANPA NODA

1.    Renungkanlah bahwa, sebagai seorang putera St. Fransiskus yang sejati, B. Yohanes Duns Scotus sangat ingin menghormati Bunda Allah, yang telah diangkat oleh St. Fransiskus menjadi ibu dan pelindung Ordonya. Scotus mempertahankan privilese luar biasa ini: dari detik pertama dalam kandungan, Maria terpelihara bebas dari dosa asal, padahal dosa asal ini telah menodai jiwa-jiwa semua umat manusia. Karena privilese ini, maka ular yang kepalanya sudah ditakdirkan akan diinjak hancur oleh Maria, tidak pernah mampu menguasai Maria. Merupakan hiburan bagi umat beriman, dan khususnya bagi Ordo Fransiskan pada kususnya, ketika kebenaran ini dinyatakan sebagai dogma pada 8 Desember 1854. Pada kesempatan itu Pontif Tertinggi, Sri Paus, menganugerahkan kemurahan hati kepada Ordo Fransiskan. Pada pesta ini, di semua gereja Fransiskan, umat beriman dapat memperoleh kembali indulgensi penuh, dan semua imam Fransiskan memperoleh privilese merayakan Misa Kudus Maria Dikandung Tanpa Noda pada setiap hari Sabdtu sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari tertentu. – Marilah kita sepanjang tahun merayakan privilese agung Maria ini dengan kegembiraan besar!

2.    Renungkanlah, betapa kita harus menghormati Maria Dikandung Tanpa Noda ini. Kita hendaknya mempersembahkan hormat dan syukur kepada Tuhan, yang dalam rangka jasa-jasa Kristus, telah melindungi Maria dari setiap noda dosa. Tetapi kita hendaknya juga memperhitungkan ketekunannya yang besar untuk mempertahankan jiwanya juga bebas dari setiap dosa pribadi, kendati dia itu tidak pernah terkecoh oleh kecenderungan jahat mana pun. Berhubung kita ini begitu terpenuhi dengan kecenderungan-kecenderungan jahat, bukankah menjadi perhatian kita yang khusus untuk menjaga kita melawan dosa? – Perhatian apa yang telah kita ambil pada masa-masa yang silam?

3.    Renungkanlah bahwa Maria DikandungTanpa Noda seharusnya menjadi tempat perlindungan kita yang istimewa dalam keadaan bahaya dosa. Dia, yang selalu bebas dari noda, tidak lebih menginginkan daripada bahwa anak-anaknya dapat memelihara kemurnian hati mereka. Dan pangeran kegelapan, yang kekuatannya menjadi tak berdaya sejak saat Maria dikandung, lebih gentar akan dia daripada perlawanan semua orang dan para kudus bersama-sama. Dengan khusuk ucapkanlah doa-doa indulgensi yang kecil-kecil ini:

O Maria, yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami yang telah berlindung padamu!

Hati Maria yang manis, jadilah penyelamatanku!

O Ratuku, O Bundaku, ingatlah bahwa saya adalah kepunyaanmu; jagailah saya; lindungilah saya, sebagai hak dan milikmu!

– Bilamana pun engkau berseru kepadanya dengan hati yang tulus, engkau boleh merasa pasti bahwa engkau tidak akan kehilangan rahmat Allah. Bila engkau dengan setia mencari perlindungan padanya, dia akan menjagai kamu sampai saat engkau mencapai suatu tempat di dekat dia di surga.

DOA GEREJA

Allah, kesucian tertinggi, untuk menyediakan kediaman yang pantas bagi Putera-Mu Engkau telah memelihara santa Maria terhadap segala cela mulai dari awal hidupnya. Setiap noda Keujauhkan dari padanya mengingat pahala kematian Putera-Mu kelak. Semoga berkat doa Maria kami pun sampai kepada-Mu dengan suci murni. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Sumber: The Franciscan Book of Saints, ed. by Marion Habig, ofm., © 1959 Franciscan Herald Press. Diterjemahkan oleh: Alfons S. Suhardi, OFM.