Perantau, Mencoba Bangun dari Tidur Lamanya

Fransiskus mengutus para saudaranya sebagai perantau.

Dalam surat pembaca, Sdr Niko Dister, OFM menulis demikian, “Ketika pada tgl 25 Juli y.b.l edisi ke-1/Tahun 2012 dari Majalah Peran-Tau tiba di tempat kediaman saya, Biara St. Antonius, Sentani, secara spontan timbul dalam benakku kata-kata lagu liturgi: “Hatiku gembira, Alleluia …. “yang saya sambung:” karena terbit Peran-Tau yang tercinta.” Sungguh suatu ungkapan kegembiraan yang meneguhkan dan memicu kami, redaksi PeranTau untuk bergiat agar penerbitan yang sudah dimulai tak lagi kena sakit muntaber (mundur tanpa berita) lagi.

Maka untuk mengokohkan keberadaannya baru-baru ini dibentuklah redaksi dengan anggota yang boleh dibilang cukup fresh: Sdr. Frumen Gions, OFM yang masih fresh lulusan Roma juga Sdr. Andreas Bisa, OFM, Sdr. Theodorus Betha, OFM, Sdr. Sebastian gaguk, OFM serta Sdr. Bonivantura Lelo, OFM yang semuanya fresh baru saja kaul kekal. Juga tak ketinggalan tenaga seniman muda Sdr. Ferry Kurniawan, OFM dan Sdr. Johny Dohut, OFM sebagai tenaga tata letak yang membuat PeranTau hadir dengan cukup cantik dan manis.

Redaksi baru ini baru-baru ini tanggal 1 November 2012 berkumpul di pastoran Paskalis Cempaka Putih untuk membicarakan tema-tema PeranTau tahun 2013. Sesuai dengan keputusan rapat PTF (Perwakilan Tarekat Fransiskan) di Slipi tgl. 27 Oktober 2012 maka PeranTau tahun 2013 akan terbit 3 kali yakni pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Diharapkan kalau kinerja sudah tertata rapi maka akan ditingkatkan lagi tentunya menjadi lebih dari tiga kali setahun, syukur bisa seperti pernah terjadi sebelumnya bahkan sampai enam kali setahun.

Berikut ini kami sampaikan TOR tema PeranTau 2013.

TERM OF REFERENCE ( TOR )
TEMA-TEMA MAJALAH PERANTAU TAHUN 2013

“BERIMAN 100% INDONESIA 100% KATHOLIK 100% FRANSISKAN DI ZAMAN KITA INI”

Menyambut usia emas Konsili Vatikan II tgl 11 Oktober 2012 yang lalu, Paus Benediktus XVI mengeluarkan motu proprio atau surat apostoliknya “Porta Fidei” yang menyadarkan kita bahwa “pintu kepada iman selalu terbuka bagi kita memasukkan kita ke dalam persekutuan hidup dengan Allah dan memberi tawaran untuk masuk ke dalam Gereja-Nya. Melintasi ambang pintu ini dimungkinkan apabila Sabda Allah diwartakan dan hati manusia membiarkan dirinya dibentuk oleh rakhmat yang senantiasa mampu mengubah.” Dan untuk itulah maka Paus mencanangkan bahwa mulai tgl 11 Oktober 2012 dimulailah tahun iman yang berlangsung sampai hari raya pentakosta tahun 2013.

Kiranya bukan hanya karena latah dan ikut-ikutan kalau PeranTau tahun 2013 ini juga mau mengambil tema yang berkaitan dengan tahun iman tersebut namun karena kami merasa bahwa sebagai pengikut Fransiskus Assisi kita mesti meneladan Bapa Kita Santo Fransiskus yang karena taatnya kepada Gereja maka ingin juga membantu Gereja dalam mengembangkan iman jemaat di antaranya dengan tulisannya: surat kepada kaum beriman.

Sebagai pengikut Fransiskus kita ingin juga mengikuti teladan beliau dengan menggali dan menemukan serta membagikan kembali kekayaan kazanah spiritualitas fransiskan kita khususnya di dalam kita merefleksikan iman, mengungkap-wujudkan iman dan pada akhirnya mewartakan iman kita dalam konteks zaman kita ini. Maka semoga dengan melalui tulisan-tulisan kita melalui PeranTau ini kita tahun ini kita dapat seperti halnya Bapa kita Santo Fransiskus juga menulis surat kepada kaum beriman bagi kita sendiri dan teristimewa bagi umat Katholik di Indonesia ini di masa sekarang ini sehingga kita seperti harapan Bapa Suci dalam surat apostolic Porta Fidei tersebut di atas “hati manusiawi kita dibentuk oleh rahmat yang senantiasa mengubah” menjadi tak hanya 100 % Indonesia dan 100 % katholik tetapi juga 100% fransiskan.

Oleh karena itu kami mengundang semua saudara dan saudari pengikut fransiskus untuk menyumbangkan tulisan-tulisan Anda melalui PeranTau tahun ini yang mengambil tema utama:

“Beriman 100 % Indonesia 100 % katolik 100 % fransiskan di zaman kita ini”

dengan sub tema sebagai berikut:

Edisi no 1/Thn 2013 bulan Februari:

Beriman dalam era globalisasi di Indonesia dalam semangat Fransiskus Assisi.

Dalam tema ini kita mau merefleksikan apa sesungguhnya beriman itu? Bagaimana charisma fransiskan kita bicara soal iman dan bagaimana nilai-nilai iman-fransiskan itu dapat kita bawa, kita tanam dan kita wartakan di dunia sekarang ini yang diwarnai dengan arus globalisasi dan modernisasi tetapi juga secara khusus di Negara kita ini yang secara nyata bersifat pluralis namun anehnya di tengah arus globalisasi ini malah semakin banyak muncul fanatisme sempit dan anarkisme.

Edisi no 2/Thn 2013 bulan Juni

Menghidupi iman sebagai pengikut fransiskus dalam hidup sehari-hari

Dalam tema ini kita mau lebih banyak sharing pengalaman kita atau juga udar gagasan kita dalam menghidupi iman katholik kita sebagai pengikut Fransiskus dari Assisi entah sebagai awam, biarawan-biarawati atau imam, entah sebagai anggota Ordo I, Ordo II, Ordo III baik regular maupun sekular dalam pergulatan hidup kita sehari-hari di tengah masyarakat kita dewasa ini. Hal ini penting karena menurut Paus dalam surat apostolic Porta Fidei tersebut di atas “Pembaruan Gereja juga bisa dilaksanakan melalui kesaksian yang diberikan oleh hidup umat beriman: yakni justru melalui cara-mengada mereka di dunia ini,” Semoga sharing dan udar gagasan kita meneguhkan kita dan terutama membaharui hidup kita sehingga sejalan dengan semangat Bapa kita Fransiskus yang ingin selalu menjalankan mandat Sang salib Damiano: Perbaikilah Gereja-Ku ini dengan mengingatkan kita untuk selalu pertama-tama memperbaharui diri sehingga di saat akhir hidupnya ia dengan tegas mengajak kita untuk selalu mulai lagi sebab kita masih sedikit atau belum berbuat apa-apa membuat kita makin bersemangat untuk mencapai kepenuhan kematangan insan, kedewasaan iman dan kesempurnaan fransiskan kita atau dengan kata lain makin menjadi 100 % Indonesia 100% katholik dan 100 % fransiskan.

Edisi no 3/Thn 2013 bulan Oktober

Mewartakan iman secara fransiskan di sini sekarang ini

“Kasih Kristus menguasai kita” (2Kor. 5:14): Kasih Kristuslah yang memenuhi hati kita dan mendorong kita untuk berevangelisasi. Sekarang ini, seperti juga dulu, Kristus mengutus kita ke lorong-lorong dunia ini untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa di bumi (bdk, Mat, 28:16). Melalui kasih-Nya, Yesus Kristus menarik kepada diri-Nya orang-orang dari segala keturunan: dalam setiap jaman Dia menghimpun Gereja sambil mempercayakan kepada Gereja itu pewartaan Injil dengan perintah-Nya yang senantiasa baru. Pada jaman sekarangpun dirasa adanya kebutuhan akan komitmen Gereja yang lebih kuat bagi suatu evangelisasi baru, agar supaya orang menemukan kembali kegembiraan dalam percaya dan kegairahan dalam mengkomunikasikan iman itu, Dalam menemukan kembali kasih-Nya itu dari hari ke hari, kesiap-sediaan untuk diutus dari orang beriman ini mendapatkan kekuatan dan kegairahan yang tak akan pernah bisa pudar. Iman itu bertumbuh apabila ia dihidupi sebagai pengalaman kasih yang sudah diterima, juga bila ia dikomunikasikan sebagai suatu pengalamann rakhmat dan kebahagiaan. Tergerak oleh seruan Bapa Suci dalam surat apostoliknya “Porta Fidei” tersebut maka dalam tema ini kita mau merefleksikan sekaligus menyumbang gagasan dan pemikiran baru yang lebih segar dan kreatif lorong-lorong penginjilan yang semakin relevan dengan keadaan masyarakat kita di zaman kita sekarang ini entah dalam hidup persaudaraan kita atau juga dalam karya pendidikan, dialog, ekopastoral dan lain sebagainya.

Bagi saudara-saudari yang dengan gembira dan rela mau menyumbangkan tulisannya untuk Perantau kami mengharapkan agar dapat mengirim karangan Anda sesuai tenggat waktu yang sudah kami tentukan agar majalah kita tercinta dapat terhidangkan tepat waktu. Adapun tenggat waktunya adalah sebagai berikut:

Edisi no 1/Thn 2013 tenggat waktu akhir penerimaan karangan: 5 Januari 2013
Edisi no 2/Thn 2013 tenggat waktu akhir penerimaan karangan: 4 Mei 2013
Edisi no 3/Thn 2013 tenggat waktu akhir penerimaan karangan: 7 September 2013

Karangan saudara dan saudari kami harapkan sebanyak 6000 karakter. Karangan dapat Anda kirimkan melalui pos dengan alamat:

u.p SEKAFI Sdr. Thomas Ferry Suharto, OFM.
d.a. Yayasan Santo Fransiskus, Jl. Kramat Raya No. 67, Jakarta Pusat 10450
atau melalui email: sekafiperantau@gmail.com

Harapan kami, para saudara bisa lebih mendukung keberadaan PeranTau agar tak mati lagi dengan mengirim karangan sesuai dengan tema-tema yang telah ditentukan di atas. Akhirnya atas perhatian dan kasih saudara-saudari kami haturkan limpah terimakasih.

Oleh Sdr. Thomas Ferry Suharto, OFM

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *