Perayaan Delapan Abad Pertobatan Santa Klara

[tab name=’Berita’]

Minggu (12/8/2012), Kapel Biara Santa Klara di Pacet, Jawa Barat terlihat ramai di penuhi para religius dan umat. Ruangan di samping kapel dan taman juga ditata kursi-kursi bagi umat yang hadir sore itu. Diperkirakan ada dua ratusan umat yang hadir. Tepat pukul 17.00 WIB saat lonceng biara kontemplatif itu berdentang terlihat barisan putri-putri altar, delapan suster yang membawa pelita dan tiga imam berjalan dengan khidmat dari ruangan sakristi menuju altar. Sore itu adalah hari yang bersejarah bagi para saudari klaris. Para saudari klaris mengungkapkan rasa syukur mereka atas Rahmat Allah yang menyertai perjalanan panggilan Ordo Santa Klara (OSC) selama delapan ratus tahun (delapan abad) di dunia lewat perayaan ekaristi sore itu. Perayaan ekaristi dipimpin oleh Pelayan Provinsi OFM Indonesia, Sdr. Adrianus Sunarko, OFM yang didampingi oleh Definitor General OFM untuk Asia, Sdr. Paskalis Bruno Syukur, OFM dan Sekretaris Keuskupan Bogor, Romo Hary, Pr. Perayaan ekaristi semula direncanakan akan dipimpin langsung oleh Uskup Bogor, Mgr. Michael Angkur, OFM. Namun, beliau berhalangan hadir karena sedang dalam kondisi sakit sehingga diwakilkan oleh Sekretaris Keuskupan.

“Perayaan delapan abad Ordo Santa Klara sesungguhnya dihitung dari awal pertobatan Santa Klara yaitu pada 18 Maret 1212,” ungkap Sdr. Adrianus Sunarko dalam pengantarnya. Beliau juga mengungkapkan di bagian pengantar arti dari dekorasi yang ada di sekitar altar. Dekorasi delapan batang bambu yang ada di altar dan delapan pelita menyala yang dibawa para saudari klaris ke altar adalah tanda delapan abad Ordo Santa Klara yang sampai saat ini masih tetap menyala dan memberi sumbangan yang berarti bagi kehidupan Gereja. Ia juga menceritakan sekilas peristiwa pertobatan Santa Klara yang awalnya tertarik untuk melakukan pertobatan setelah mendengar khotbah Santo Fransiksus dari Assisi.

Sdr. Paskalis, OFM dalam homilinya mengajak hadirin yang hadir untuk “tinggal dalam Yesus” sebagaimana diungkapkan Kristus dalam Injil Yohanes 15 yang menjadi bacaan Injil dalam perayaan sore itu. Beliau mengatakan bahwa peristiwa pertobatan Santa Klara adalah peristiwa “jatuh cintanya” pada Kristus setelah mendengar khotbah Santo Fransiskus Assisi. Santa Klara mencintai kemiskinan Kristus sehingga ia benar-benar mau tinggal dalam kemiskinan Kristus. Inilah tanda orang yang jatuh cinta. Lebih jauh beliau mengajak semua yang hadir dalam perayaan sore itu untuk juga sungguh-sungguh menunjukkan tanda kecintaannya pada Kristus dengan mau tinggal dalam Yesus. Sebagai penutup homilinya beliau menegaskan bahwa peristiwa peringatan berdirinya delapan abad Ordo Santa Klara adalah tanda delapan abad lamanya Ordo Santa Klara tinggal dalam Yesus dan akan tetap tinggal untuk selamanya dalam Yesus.

Liturgi perayaan ekaristi terlihat meriah dengan kehadiran suara anak-anak dari BIA (Bina Iman Anak) dan BIR (Bina Iman Remaja) dari Paroki Cipanas sebagai anggota koornya. Perayaan syukur ditutup dengan acara resepsi bersama di taman yang terletak persis di samping Kapel. Panggung pementasan dan kursi para tamu juga ditata dengan rapi. Abdis Biara Santa Klara, Sr. Margaretha, OSC dalam sambutan saat acara resepsi mengatakan bahwa keterlibatan anak-anak BIA dan BIR adalah tanda bahwa para saudari klaris mau turut serta mensukseskan tahun kepedulian Keuskupan Bogor yang menetapkan tahun 2012 sebagai tahun anak-anak dan remaja.

Kontributor: Sdr. Mateus Batubara, OFM

[/tab][tab name=’Foto-foto’]

 

 

800abad-klara

800abad-klara

800abad-klara

800abad-klara

800abad-klara

800abad-klara

800abad-klara

800abad-klara

800abad-klara

800abad-klara
[/tab][end_tabset]

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *