Persaudaraan Margareta dari Kortona Bandung

Foto-Foto
Pater Alfons dan Yan Ladju memasuki Katedral

Pater Alfons dan Yan Ladju memasuki Katedral

 

Para Profes meriah

Para Profes meriah

 

Mengucapkan profesi di tangan Minister didampingi sdri Maria Ivo

Mengucapkan profesi di tangan Minister didampingi sdri Maria Ivo

 

Bersama pastor paroki Leo van Beuren OSC

Bersama pastor paroki Leo van Beuren OSC

 

Para neo profes bersama sdr2 lain

Para neo profes bersama sdr2 lain

 

Suasana resepsi sederhana, namun penuh keakraban

Suasana resepsi sederhana, namun penuh keakraban

 

Sebagian tamu OFS dari Cipanas

Sebagian tamu OFS dari Cipanas

 

Sdr F.X. Erwin dan p. Alfons melepas tamu dari Cipanas pulang

Sdr F.X. Erwin dan p. Alfons melepas tamu dari Cipanas pulang

Alih Tahap ke masa Postulat, Novisiat dan pengikraran Serah Setia Seumur Hidup

Suatu kabar yang menggembirakan tidak mengenal waktu, tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan, selalu menyegarkan bagi yang mewartakan dan yang menerima pewartaan itu.

Persaudaraan Ordo Ketiga Fransiskan Sekular Bandung, Santa Margareta dari Kortona, mendapatkan anugerah besar dari Tuhan. Betapa tidak! Pada tanggal 18 Oktober 2014, hari Sabtu sore, di Townhouse Gallery, Ciumbuleuit, dibukalah rekoleksi yang dipimpin oleh pater Yan Ladju OFM. Karena kendala lalu lintas, maka rekoleksi ini terlambat satu jam lebih.

Rekoleksi ini dihadiri oleh semua anggota persaudaraan lokal St. Margareta dari Kortona Bandung untuk menghantar para anggotanya memengayunkan langkah alih tahap. Selama menunggu kedatangan Pater Yan Ladju, mereka berlatih diri untuk upacara yang akan mereka hadapi itu. Upacara alih tahap ini dimulai sesudah rekoleksi selesai, sekitar jam 20 WIB dan dipimpin oleh Minister Lokal, Sdr. F.X. Erwin Tanara OFS.

Pater Yan Ladju memberikan khotbahnya. Alih tahap yang pertama adalah upacara penerimaan ke dalam tahap postulat; ada empat orang, yakni: Jamil Sebastianus OFS, Thomas Joko OFS, Maria Suryantinah OFS, dan Maria Fransiska OFS. Sedangkan kelompok ke dua, melangkahkan kaki ke tahap masa Novisiat. Mereka itu ialah: Maria Mayawati Suryana OFS, Maria Christina OFS, Theresia Mulyati OFS. Yang lebih menggembirakan lagi ialah, bahwa mereka itu masih berusia muda-muda. Upacara sederhana ini ditutup dengan makan malam bersama, juga secara sederhana, bergaya OFS.

Pada hari berikutnya, hari Minggu tgl 19 Oktober 2014, di gereja Katedral, Bandung, dirayakan upacara alih tahap pengikraran serah setia seumur hidup (profesi meriah) dalam Ordo Ketiga Fransiskan Sekular. Upacara ini diadakan dalam perayaan Ekaristi kudus bersama umat pada jam 12.00. Ini sungguh sesuatu yang sangat istimewa bagi para saudara OFS di Bandung. Pastor Katedral sendiri, P

astor Leo van Beuren OSC, mengundang sdr Erwin selaku Minister Lokal, untuk menyelenggarakan profesi meriah ini dalam perayaan Ekaristi Kudus bersama umat di Katedral. “Supaya umat pun mengenal, apa itu OFS”, demikian kata beliau. Tentu saja, tawaran yang sedemikian murah hati itu dismbut dengan penuh kegembiraan, bagaikan pucuk dicita, ulam tiba. Persaudaraan OFS Bandung pun mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tetapi karena ini adalah perhelatan resmi pertama bagi mereka, maka kendati sudah disiapkan sebaik mungkin, dalam pelaksanaannya masih terjadi compang camping di sana sini.

Sudah barang tentu, persaudaraan yang sebelumnya menjadi induknya juga diundang, yakni persaudaraan OFS St. Yakoba Cipanas beserta persaudaraan Sukabumi dan Cianjur. Mereka pun datang dalam jumlah yang sangat representatip. Perayaan Ekaristi Kudus dipimpin oleh Pater Alfons S. Suhardi OFM, bersama dengan Pater Yan Ladju OFM yang memberikan pelayanan sebagai pendamping nasional keluarga OFS Indonesia. Dalam khotbahnya, pater Alfons lebih memperkenalkan kepada umat apa itu OFS. Sesudah khotbah, dimulailah upacara alih tahap serah setia seumur hidup dalam Ordo Ketiga Fransiskan Sekular.

Mereka itu adalah: M. Theresia Lanny OFS, Robertus Gunawan OFS, Agnes Yani OFS, dan Yootje Posman OFS. Satu per satu mereka maju dan mengucapkan rumusan serah setia seumur hidup dalam tangan saudara F.X. Erwin Tanara OFS sebagai Minister Persaudaraan St. Margareta dari Kortona, Bandung. Karena para profes ini sudah lanjut usia, maka raganya pun sudah tidak kokoh lagi, sehingga jalannya upacara khusuk ini sedikit tersendat-sendat. Apalagi cetakan naskah buku upacara juga tidak begitu jelas. Bagaimanapun juga, semua dapat berjalan dengan baik.

Setelah misa usai, lalu diadakan resepsi sederhana dalam salah satu ruangan di gedung pastoral, di samping Katedral. Perlu ditambahkan di sini, bahwa Persaudaraan OFS Bandung sudah resmi diakui keberadaannya dalam Keuskupan Bandung, dan mereka pun diberi hak memakai salah satu ruangan dalam gedung pastoral itu untuk mengadakan kegiatan-kegiatan mereka. Bahkan sdr Erwin dengan mantap mengatakan bahwa di paroki Cimahi pun persaudaraan OFS sudah boleh mengadakan kegiatan-kegiatan pertemuan di gedung pastoral paroki. Puji Tuhan.

Sekitar jam 14 lewat, segala sesuatunya pun selesai, dan dengan ucapan syukur kepada Tuhan dan kepada sesama anggota, para saudara OFS pun saling berpamitan dan beranjak pulang ke rumah masing-masing. Semoga persaudaraan St. Margareta dari Cortona, bersama dengan persaudaraan-persaudaraan lain dalam keluarga besar OFS, dapat semakin berkembang, berkat bimbingan Roh Kudus dan doa Bapa Fransiskus Asisi, disertai usaha para anggota untuk hidup sebagai Fransiskan Awam yang sejati, menjadi saksi-hidup dari spiritualitas Fransiskan. Tuhan memberkati, Pax en Bonum.

(Alfons S. Suhardi, OFM)

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *