Raker JPIC 2014

[tab name=”Berita”]

Kota Jakarta sudah bangun seluruhnya ketika saya ingin meninggalkan rumah pada selasa pagi 25/03/14. Langit kelabu tampak mendandani kota yang dihuni oleh hampir 10 juta jiwa ini. Tidak terlalu mendung untuk awas terhadap kemungkinan hujan. Apalagi beberapa pekan belakangan hujan jarang turun pada pagi hari di kota yang tak kenal merasa lelah untuk banjir ini.

Sementara itu jalanan mulai sesak-padat pertanda bahwa para pekerja siap bertarung di hari yang baru. Kendaraan-kendaraan hanya melaju sebentar. Hanya sepeda motor yang melaju dengan agak lancar. Lalu lintas nampak rumit dan padat dikepung oleh para pencari rupiah. Saya berangkat dari rumah Duns Scotus di Kampung Ambon, Jakarta Timur dengan menumpang angkutan umum. Seperti biasa saya harus terjebak dalam kemacetan selama kurang lebih satu jam di atas metro mini 47 jurusan Senen—Pondok Kopi. Tujuan perjalanan pagi ini adalah Komunitas JPIC, Galur, Jakarta Pusat.

Saya bersyukur karena para saudara masih menunggu saya. Kami telah berjanji akan berkumpul di kantor JPIC pukul 08.00. Namun, saya agak sedikit melanggar waktu yang telah ditetapkan. Di sana sudah berkumpul para saudara dari Flores, Palembang, Jakarta, serta para pegawai JPIC. Hari ini kami akan berangkat menuju Wisma Samadi Shalom, Sindanglaya, Jawa Barat untuk mengadakan evaluasi dan raker JPIC tahun 2014. Keikutsertaan saya dalam raker tahun ini adalah untuk mempertanggungjawabkan karya pelayanan rumah singgah St. Antonius Padua dan men-sosialisasikan program kerja tahun 2014. Kami berangkat meninggalkan Jakarta dengan menumpang tiga buah mobil kijang.

Jalanan agak lancar. Tol dalam kota menuju tol Jagorawi juga terlihat lengang. Kami meluncur dengan mulus. Perjalanan kami hari ini agak tepat karena melawan arus para pekerja dari Bogor menuju Jakarta. Suasana jalan tol yang longgar membuat kami menikmati perjalanan ini. Kemacetan baru terjadi di daerah Cisarua sampai di Perkebunan teh karena masa kampanye salah satu partai memadati jalan. Jalanan terasa longgar lagi ketika melewati perkebunan teh. Kami tiba di Wisma Samadi Shalom sebelum tengah hari.

Raker JPIC dimulai sekitar pukul 16.00, pada selasa/25/03/14. Para peserta seluruhnya berjumlah 17 orang yang terdiri dari JPIC OFM, JPIC FMM, JPIC SFS, dan JPIC FCh. Raker dibuka dengan rekoleksi yang dibawakan oleh P. Peter Aman, OFM. Dalam rekoleksi ini Pater Peter mengingatkan kembali para peserta bahwa penghayatan nilai-nilai JPIC adalah bagian dari cara hidup fransiskan serta menjadi identitasnya di tengah-tengah dunia. Pater Peter juga menganjurkan agar para fransiskan/fransiskanes menghayati nilai-nilai JPIC dari diri sendiri dan komunitas. Karena itu, sosialisasi dan perkenalan JPIC sangat mendesak dilakukan agar para fransiskan dapar menjadikannya sebagai bagian dari cara hidupnya.

Raker baru dimulai pada hari kedua. Setiap bidang kerja JPIC mensharingkan pengalamannya, mengevaluasinya dan mensosialisasikan rancangan kerjanya untuk satu tahun yang akan datang. Hal yang tentu saja menarik dan mengesankan dari sharing ini adalah pengalaman para saudara yang terlibat dalam advokasi tambang di Flores, perjuangan atas kasus-kasus pelanggaran HAM, perjuangan atas persoalan human trafficking, dan pengalaman ber-ekopastoral di Pagal. Kesan yang sungguh menarik dari sharing pengalaman ini adalah bahwa komisi JPIC dari setiap tarekat mempunyai kekhasan dan penekanannya masing-masing dalam menghidupi nilai-nilai JPIC.

JPIC OFM misalnya sangat menonjol dalam isu-isu ekologi, seperti advokasi tambang di Floresdan misi ekopastoral di Pagal serta isu-isu seputar pelanggaran HAM. Sedangkan, JPIC FMM sangat menonjol dalam isu-isu human trafficking, seperti pelayanan Shelter di Slipi. JPIC FCh menekankan kesejahteraan hidup bersama melalui koprasi yang saat ini beranggotakan ribuan orang di Palembang. JPIC SFS Sukabumi tentu saja memiliki konteks khusus dalam penghayatan nilai-nilai JPIC, yakni melalui pelayanan Rumah Jompo di Sukabumi, Jawa Barat.

Semua peserta dari masing-masing tarekat meyadari bahwa penghayatan nilai-nilai JPIC memiliki konteks yang berbeda dan penekanan yang khas. Hal ini yang kemudian menjadi daya motivasi bagi usaha untuk mewujudkan nilai-nilai JPIC sebagai cara hidup dan identitas bagi para fransiskan dan fransiskanes. Minimal bahwa ada bentuk konkret dari penghayatan spiritualitas fransiskan melalui nilai-nilai JPIC. Akhirnya virus fransiskanisme tidak hanya terpasung kaku dalam buku-buku spiritualitas dan terkurung tanpa wajah dalam tembok-tembok biara, tetapi menjangkau dan menyentuh semakin banyak orang dalam berbagai konteks kehidupan. Spiritualitas kita akhirnya menjadi kata-kata yang hidup. Namun tidak hanya sekedar kata-kata yang hidup tetapi juga kata-kata itumampu mengubah hidup orang lain menjadi “hidup”.

Dinamika rapat berjalan dengan sangat baik. Setiap peserta mempresentasikan evaluasi dan programnya dengan menarik. Tidak ketinggalan saya juga melaporkan evaluasi karya para saudara muda di Rumah Singgah St. Antonius Padua dengan foto dan video yang cukup menarik. Harapannya ialah semoga karya Rumah Singgah dapat menjadi bukti nyata dari penghayatan spiritualitas fransiskan dari para saudara muda. Selain itu, pelayanan di Rumah Singgah juga dapat diharapkan menjadi sarana formasi diri bagi para saudara muda. Dalam arti bahwa para saudara muda benar-benar mengalami secara langsung pergulatan dan tantangan yang dialami para pasien yang ada di sana.

Raker JPIC berakhir pada 28/03/14. Setelah makan siang pada hari Jumat, 28/03/14 kami meninggalkan Samadi Shalom untuk kembali ke tempat karya kami masing-masing. (Sdr. Faris Jebada, OFM)
[/tab][tab name=”Foto-foto”]

Pater Mike sedang mempresentasikan kegiatan advokasi pertambangan di Flores

Pater Mike sedang mempresentasikan kegiatan advokasi pertambangan di Flores

Salah satu staf ekopartoral Pagal, Sdr. Ani dan Sdr. Tobi OFM sedang mempresentasikan kegiatan ekopastoral di Pagal

Salah satu staf ekopartoral Pagal, Sdr. Ani dan Sdr. Tobi OFM sedang mempresentasikan kegiatan ekopastoral di Pagal

[/tab][end_tabset]

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *