Semarak Perayaan Tahbisan Uskup Bogor

[tab name=”Berita”]

Kabut duka yang menyelimuti persaudaraan fransiskan Indonesia berbaur dengan semarak persiapan menjelang tahbisan salah seorang saudara fransiskan Indonesia menjadi Uskup Bogor. Berita duka itu diterima dari para saudara yang tinggal di Rumah Biara Fonte Kolombo, Flores tepatnya di Pagal. Sdr. Pius Yakobus Repat dipanggil Tuhan lima hari menjelang tahbisan itu, tepatnya pada 17 Februari 2014 pukul 09.45 WITA di Biara St. Yosef Pagal. Pelayan Persaudaraan, Sdr. Adrianus Sunarko yang baru saja tiba dari Manado pada 17 Februari sore langsung meluncur dari Provinsialat pada 18 Februari 2014 pukul 03.00 WIB menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya ke Flores bersama Gardian Rumah Biara Flores yang baru, Sdr. Taucen Hotlan Girsang. Para saudara sudah menanti kehadiran Pelayan Persaudaraan. Ketika beliau tiba di Pagal upacara penutupan peti pun dilangsungkan dengan hikmat. Rangkaian upacara pemakaman dilangsungkan pada 19 Februari 2014 pukul 09.00 WITA. Jenazah Sdr. Pius dimakamkan bersebelahan dengan makam Sdr. Flori almarhum yang berada di pekarangan Biara St. Yosef Pagal.

Semarak persiapan perayaan tahbisan Uskup Bogor yang berbaur dengan dukacita kepergian Sdr. Pius terasa dalam batin para saudara yang sedang bersibuk ria menjadi panitia tahbisan. Beberapa saudara mulai sibuk untuk menjemput para tamu terhormat mulai dari Minister General sampai dengan provinsial dari beberapa provinsi yang tergabung dalam konferensi SAAOC. Para tamu itu adalah : Minister General (Fr. Michael Perry), Definitor General untuk Asia-Oceanic (Fr. Gabriel Mathias), Provinsial India (Fr. Babu), Provinsial Filipina (Fr. Gregorio), Kustos Singpura (Fr. John Wong), Provinsial Australia (Fr. Paul Smith) dan salah seorang saudara dari Provinsi Filipina, Fr. Andi Litigio. Mereka tiba di Jakarta dengan jadual penerbangan yang berbeda-beda. Mereka mulai merapat ke Jakarta mulai dari 19 sampai dengan 21 Februari 2014. Minister General dan Provinsial India tiba di Bandara Soekarno-Hatta dengan Thaiairways pada 21 Februari 2014 pukul 11.55 WIB dan dijemput oleh Sdr. Adrianus Sunarko dan Sdr. Mateus. Mereka langsung dibawa ke Hotel Haris di Sentul. Sdr. Adrianus Sunarko dan Sdr. Babu akan menginap di Hotel Haris selama dua malam dari tanggal 21 dan 22 Februari 2014. Sementara Minister General akan menginap selama dua malam di Keuskupan Bogor. Selepas makan siang di Hotel Haris, Minister General dihantar oleh panitia ke Keuskupan Bogor untuk selanjutnya ikut Ibadat Salve Agung di Katedral Bogor. Rombongan tamu yang lain ikut konvoi mobil yang membawa para Uskup se-Indonesia menuju Katedral Bogor tepat pukul 16.00 WIB dari Hotel Haris di Sentul.

Sabtu (22/2/2014), langit terlihat gelap dan diringi guyuran hujan yang lebat. Suasana pagi itu ternyata tidak menyurutkan niat para saudara untuk menghadiri perayaan pentahbisan Sdr. Paskalis menjadi Uskup Bogor. Ribuan umat dan ratusan imam tumpah ruah memenuhi Sentul International Convention Centre (SICC). Para imam terlihat bersibuk ria dengan pakaian perlengkapan misanya di ruangan yang disiapkan panitia sebagai ruang Sakristi untuk para imam. Terlihat dalam kumpulan para imam itu Minister General juga bersibuk ria memakai alba dan amik menutupi jubah fransiskannya yang coklat. Setelah selesai memakai kasula, beberapa saudara fransiskan silih berganti bersalaman, berpelukan dan berfoto bersama dengan Minister General. Tepat pukul 09.30 WIB rombongan ratusan imam, puluhan uskup, Nunsius Apostolik untuk Indonesia, Kardinal Julius dan calon uskup tertahbis berjalan beriring menuju altar dengan diiringi tarian dan lagu pembuka. Perayaan pentahbisan dipimpin oleh Uskup Bogor, Mgr. Michael Angkur didampingi oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo dan Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng. Homili disampaikan oleh Mgr. Ignatius Suharyo. Beliau lebih banyak mengulas seputar motto tahbisan Uskup Sdr. Paskalis, “Magnificat Anima Mea Dominum”. Sementara sambutan yang mewakili Konferensi Waligereja Indonesia disampaikan oleh Uskup Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar. Dalam sambutannya beliau menitip pesan kepada Uskup Bogor yang baru dengan mengutip dialog St. Fransiskus Assisi dengan Saudara Leo. Beliau mengatakan bahwa kebahagiaan sejati seorang fransiskan bukanlah karena ada saudara dina terpilih menjadi uskup, profesor dan kudus. “Sdr. Paskalis, kebahagiaan sejati adalah ketika kakimu berdarah-darah saat menginjak kerikil-kerikil dan ditolak dalam membangun dialog antar agama, saudara masih bisa tersenyum dan itulah kebahagiaan sejati”, tutur Mgr. Leo dengan logat khas ala papuanya. Seluruh rangkain perayaan tahbisan berjalan dengan lancar dan hikmat.

Kontributor : Sdr. Mateus Batubara OFM

[/tab][tab name=”Foto-foto”]












[/tab][end_tabset]

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *