Tuhan Mengenal, Tuhan Memanggil – Profesi Meriah Saudara-Saudara Dina

Jakarta, OFM– Persaudaraan OFM Provinsi St. Mikael Malaikat Agung Indonesia bersukacita atas pengikraran profesi meriah dari enam orang saudara, Senin (15/8/2022). Para pestawan tersebut yakni Sdr. Luga Bonaventura OFM; Sdr. Urbanus Tangi OFM; Sdr. Januarius Martin Stau OFM; Sdr. Agustinus Firstson Woghe Kega OFM; Sdr. Theofanus Arito OFM; dan Sdr. Apolinaris Pierer Nana OFM.

Upacara meriah ini berlangsung di Gereja St. Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Di depan altar  beberapa rekan imam yang saat ini menjalani tugas perutusan sebagai pendamping para saudara muda ikut mendampingi Sdr Mikael Peruhe OFM, selaku Pelayan Provinsi memimpin perayaan ekaristi profesi meriah. Di bangku umat, masing-masing orang tua keenam saudara, para saudara tua fransiskan, OFS, suster, bruder, frater, dan umat seluruhnya, menjadi saksi atas peristiwa berahmat ini. Suasana menjadi makin khidmat dan agung karena iringan dan nyanyian para Saudara Muda yang bertugas kor dalam perayaan ini.

Motto Profesi Meriah

Keenam Saudara yang berprofesi meriah ini mengambil motto “Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku” (Yesaya 49:1). Mereka memilih motto ini karena menyadari besarnya campur tangan Tuhan dalam perjalanan panggilan mereka selama ini. Demikian juga dengan kehadiran orang lain yang sungguh meneguhkan. Dengan begitu, panggilan yang mereka alami saat ini sebetulnya bukanlah hasil usaha mereka, tetapi Tuhan-lah yang telah lebih dulu berinisiatif memanggil dan menyediakan jalan.

“Kami meyakini bahwa panggilan ini tumbuh lantaran Tuhan telah mengenal kami. Karena itu selanjutnya, kami terus berjalan karena disertai oleh Dia,” demikian penjelasan saudara Urbanus Tangi OFM menyimpulkan makna dari moto bersama mereka.

Homili Minister Provinsi

Dalam homilinya, Sdr. Mikael Peruhe OFM menyebutkan bahwa keputusan para saudara untuk mengikrarkan profesi meriah merupakan sebuah pilihan yang tepat.  Beliau mengungkapkan bahwa beragam fasilitas studi dan model pendampingan selama masa formasi memang untuk mengarahkan setiap saudara kepada keputusan “profesi” ini. Dengan demikian, upacara pengikraran janji kaul seumur hidup ini merupakan sebuah sukacita besar untuk persaudaraan karena akhirnya para saudara dapat menentukan pilihan yang “pas”. Pelayan Provisi juga menaruh harapan agar para saudara ini dapat menjadi pelaku saksi kerendahan hati di mana pun mereka diutus.

Setelah perayaan Ekaristi, pestawan, keluarga, dan para imam pemimpin perayaan berfoto bersama. Setelahnya, semua hadirin mengikuti acara resepsi dan ramah-tamah bersama di Aula Paroki St. Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Sdr. Aldi Emar, OFM)

Post navigation