Turun dari Gunung (Novisiat) Mewartakan Kebahagiaan

Ketegasan keenam belas saudara dalam mengikuti Yesus Kristus yang miskin dan tersalib sesuai dengan jalan yang ditunjukkan Santo Fransiskus Assisi terungkap jelas dalam pengikraran profesi pertama mereka dalam perayaan ekaristi di Kapel Novisiat Transitus, Depok (15/07). Keenam belas saudara yang mengikrarkan profesinya untuk hidup dalam ketaatan, tanpa milik dan dalam kemurnian adalah: Sdr. Fanro OFM, sdr. Deri OFM, sdr. Bona OFM, sdr. Vedo OFM, sdr. Vendro OFM, sdr. Heri OFM, sdr. Rilan OFM, sdr. Krisan OFM, sdr. Radit OFM, sdr. Yano OFM, sdr. Bardon OFM, sdr. Hedwig OFM, sdr. Ari OFM, sdr. Tian OFM, sdr. Juan OFM, dan sdr. Leo OFM.

Lagi-lagi Kapel Novisiat Transitus menjadi saksi perayaan yang membahagiakan bagi persaudaraan OFM St. Mikhael Malaekat Agung Indonesia setelah beberapa hari yang lalu tahbisan diakon bagi empat saudara Fransiskan dilaksanakan di tempat yang sama. Berkat kerja sama dengan Komsos Paroki St. Paulus-Depok, perayaan ekaristi pengikraran profesi pertama yang dilaksanakan dalam lingkup terbatas dapat disaksikan secara live-streaming melalui kanal Youtube OFM Indonesia.

Perayaan ekaristi diselenggarakan secara konselebran dengan Pater Mikael Peruhe OFM sebagai selebaran utama, didampingi oleh Pater Fransiskus Assisi Oki Dwihatmanto selaku Magister Novis dan Pater Agustinus Anton Widarto sebagai Gardian San Damiano-Depok dan Pastor Paroki St. Paulus Depok, serta Diakon Marciano Almeida Soares OFM.

Lewat khotbahnya, Minister Provinsi meneguhkan semangat kebahagiaan yang dipegang oleh para saudara yang mengucapkan profesi pertama.  Semangat itu tercermin dalam motto yang mereka ambil, yaitu: “Tuhan betapa bahagianya kami berada di tempat ini.” (bdk. Matius 17:4). Kata-kata tersebut diucapkan oleh Petrus dalam persitiwa transfigurasi Yesus di atas gunung. Novisiat sebagai representasi gunung yang tinggi menjadi tempat bagi para saudara mengalami kebahagiaan surgawi. Di tengah-tengah hiruk-pikuk dunia, gosip di mana-mana, dan berkembangnya Youtube, para saudara yang memulai cara hidup sebagai religius mampu untuk senantiasa dalam keheningan mendengarkan serta mengenal Yesus yang adalah sabda itu sendiri sebagai nutrisi untuk menguatkan iman dan harapan.

Akhirnya, Pater Mikael mengajak para saudara untuk turun dari gunung yang tinggi seperti yang dilaksanakan oleh Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Tidak hanya berhenti pada semangat kebahagiaan itu saja di atas gunung, para saudara diilhami untuk berkarya dalam tugas perutusan yang baru. “Pergilah ke periferi untuk menjumpai saudara dan saudari yang kesulitan dalam hidupnya, mereka yang tidak beruntung, mereka yang terpinggirkan. Di sana kita sebagai saudara dina akan menemukan panggilan kita untuk berbagi buah-buah dari perjumpaan kita dengan Allah, berbagi anugerah yang telah kita terima dari Allah, berbagi belas kasih, dan berbelarasa dengan mereka,” tegas Pater Mikael.

Tempat perutusan baru bagi keenam belas saudara ini adalah Biara St. Fransiskus Assisi-Kramat, Biara St. Antonius Padua-Rawasari, Biara Duns Scotus-Kampung Ambon (Jakarta), dan Biara St. Bonaventura di Yogyakarta di mana mereka akan menjalankan studi filsafat-teologi.

Profisiat untuk para saudara yang mengucapkan profesi pertamanya!

Kontributor: Sdr. Vincentius Gabriel OFM

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *