Ulang Tahun ke 15 kematian Saudara Vjeko Curic OFM

Sdr. Vjeko Curic OFM ditengah umatnya

Sdr. Vjeko Curic OFM ditengah umatnya

Rwanda (Afrika).
Kita merayakan ulang tahun yang ke 15 kematian Saudara Vjeko Curic yang dibunuh pada usia 41 tahun, oleh orang-orang Rwanda pada 31 Januari 1998 di depan gereja Keluarga Kudus di Kigali, ibu kota Rwanda (sampai sekarang para pembunuh itu belum diidentifikasi!). Saudara Vjeko menjawab panggilan untuk pergi ke Afrika menolong orang-orang di sana. Dia ditempatkan di Rwanda pada 1983 dan bekerja di paroki Kivumu, sekitar empat puluh kilometer dari Kigali, bersama dengan beberapa saudara yang lain. Dia hidup di antara orang-orang Rwanda dalam semangat St. Fransiskus, mencoba membangkitkan masyarakat untuk mau membangun masa depan mereka sendiri. Apa saja yang sekarang ini ada di Kivumu adalah berkat jasa saudara Vjeko, karena di sana dia telah mendirikan sebuah gereja, poliklinik, sebuah biara untuk suster-suster dan lain-lain. Perbukitan yang tadinya terpencil, berkat kerja keras dan kemampuannya menemukan sumber-sumber dana yang memadai, telah dikembangkanya menjadi sebuah paroki yang besar dengan 35.000 jiwa umat. Selama perang yang mengerikan di Rwanda, yang telah menelan kurban sekitar satu juta jiwa, dia selalu menetap di Kivumu, sambil berusaha menyelamatkan ribuan orang laki-laki, perempuan dan anak-anak. Karena alasan ini dia terkenal di seluruh negara Rwanda dan, setelah pembunuhannya, orang-orang di sana menginginkan jeazahnya tetap tinggal di Kivumu. Dan pada kenyataannya pun dia sekarang ini dimakamkan di gereja paroki di sana. Film “Shooting Dogs” diilhami oleh ceritera perihal Saudara Vjeko ini, dan sutradaranya, David Belton, melukiskan saudara Vjeko sebagai “the African Oscar Schindler.” Sekarang ini yang hidup dan berkarya di Kivumu adalah saudara-saudara dina lain, yang melaksanakan misinya dan mencoba memenuhi impian saudara Vjeko, yakni: membangun sebuah sekolah. Sesungguhnya, pada 1999 sekolah itu sudah mulai dibuka dengan mengambil namanya dan pada permulaannya dengan 40 orang mahasiswa. Di sana orang dapat belajar berbagai ketrampilan, seperti konstruksi dan jahit menjahit. Sekolah ini dimaksudkan untuk menolong kaum muda Kivumu mengembangkan bakat-bakat mereka dan memperoleh ketrampilan yang diperlukan untuk mendukung diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

(Sumber: Fraternitas Januari 2013; diterjemahkan oleh: Alfons S. Suhardi, OFM)

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *