Jakarta-OFM, Pada hari Sabtu, 15 April 2023, Gardianat Portiuncula mengadakan silaturahmi di Padepokan Ciliwung, Condet, Jakarta Timur. Acara silaturahmi diikuti oleh Gardian, Sdr. Bimo, OFM, perwakilan dari komunitas Pastoran St. Paskalis, Sdr. Epa, OFM, perwakilan Komunitas Padua, Sdr. Peter Beto, OFM, serta beberapa Saudara Muda. Tujuan bersilaturahmi antara lain untuk mengenal Padepokan Ciliwung lebih dalam serta membangun dialog dengan kaum muslim di tengah bulan Ramadhan.
Acara silaturahmi diawali dengan perkenalan. Pak Lantur, penanggung jawab Padepokan Ciliwung menceritakan awal mula berdirinya komunitas ini yang bermula dari keprihatinan akan budaya Betawi yang semakin luntur. Hal tersebut merambat pada meningkatnya ketidakpedulian masyarakat Betawi pada lingkungan hidup khususnya kepedulian terhadap sungai Ciliwung yang sudah lama dekat dengan hidup orang Betawi. Contohnya membuang sampah ke sungai. Akibatnya, Jakarta sering terendam banjir.
Berangkat dari situasi demikian, Pak Lantur dan kawan-kawannya tergerak hati untuk terlibat melindungi budaya Betawi dan mengembalikan keasrian sungai Ciliwung melalui sejumlah program seperti pemberdayaan masyarakat, inovasi Ciliwung sebagai destinasi wisata, dan lain sebagainya. Alhasil, sejumlah kemajuan diperoleh. Perlahan sungai Ciliwung menjadi bersih dan perekonomian masyarakat meningkat. Dalam bidang budaya, Padepokan Ciliwung mengembangkan berbagai motif batik khas betawi, seperti Batik Condet dengan motif Burung Hong, Gabus Pucung, dan Elang Bondol.
Meskipun demikian, kehadiran Padepokan Ciliwung bukan tanpa tantangan. Awalnya mereka ditolak masyarakat karena dianggap sebagai kelompok kriminal. Namun, mereka memegang prinsip “bodo amat”. Prinsip yang tidak peduli dengan komentar dari orang lain yang sebenarnya tidak bermanfaat untuk perkembangan budaya Betawi sendiri. Prinsip itu membuat mereka tetap eksis hingga saat ini.
Setelah adzan maghrib sekitar pukul 18:00 WIB, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Acara berbuka diiringi dengan bercerita dalam berbagai topik. Anggota padepokan merasa senang bisa dikunjungi apalagi bisa buka puasa bersama. Pak Lantur berpesan agar hubungan ini tetap terjaga dengan baik supaya bisa mengenal satu sama lain. Acara silaturahmi ini ditutup dengan penyerahan beberapa buku yang bisa digunakan untuk kepentingan publik.
Kontributor: Sdr. Bona Manurung, OFM
Ed.: Sdr. Rio, OFM

Tinggalkan Komentar