Menyulut Spirit ‘Laudato Si’ dengan Mengenal Eco-Enzym

Ensiklik ‘Laudato Si’ yang dikeluarkan Paus Fransiskus beberapa tahun yang lalu telah menyulut aksi-aksi tertentu dari berbagai pihak sebagai bentuk tindak lanjut. Salah satunya adalah pengembangan program strategis berupa “Tahun Peringatan Khusus Laudato Si” yang dikembangkan oleh Dicastery for Promoting Integral Human Development Vatikan. Program ini berlangsung sejak 24 Mei 2020 sampai 24 Mei 2021 dan bertujuan mendorong pertobatan ekologis menjadi tindakan konkrit bagi keutuhan ciptaan. Berkaitan dengan program yang sedang berlangsung sampai saat ini, komunitas Bitora (Biara Santo Bonaventura OFM Yogyakarta) tidak tinggal diam, namun turut berpartisipasi. Setelah melalui kesepakatan dalam Rapat Rumah, komunitas Bitora memutuskan untuk juga memperingati tahun peringatan khusus tersebut dengan mengadakan beberapa kegiatan yang sudah dan akan dijalankan. Salah satunya adalah Doa Rosario Ekologi yang telah dimulai sejak Senin, 17 Maret 2021 kemarin dan direncanakan untuk dijalankan selama pekan ini. Selain itu, pada malam hari ini, yakni pada Rabu, 19 Mei 2021, komunitas Bitora mengadakan sebuah pemaparan materi singkat yang dihadiri oleh seluruh anggota komunitas dalam rangka memperingati tahun peringatan khusus tersebut. Kegiatan ini dimulai pukul 20:00 WIB, setelah makan malam, dan berlangsung selama kurang-lebih satu jam di aula Bitora. Yang menjadi pemateri adalah Br. Sumitro Sihombing, OFMCap. Beliau membagikan kepada komunitas materi tentang Eco-Enzym. Materi tersebut sangat menarik dan menambah wawasan para saudara di komunitas Bitora. Melalui pemaparan materi ini, para saudara mengetahui dan mengenal apa itu Eco-Enzym, cara membuat Eco-Enzym, resep modifikasi Eco-Enzyme, dan manfaat Eco-Enzyme.

Pengetahuan ini tentunya akan sangat berguna bagi setiap saudara di komunitas Bitora. Ini dikarenakan Eco-Enzym memiliki banyak kegunaan. Selain dijadikan sebagai pupuk organik, Eco-Enzym ternyata memiliki begitu banyak kegunaan seperti sebagai pembersih kloset, pengharum mobil, pembersih lantai, pembersih pestisida dan kuman pada sayur dan buah, sabun cair alami, dan masih banyak lagi. Di sisi lain, proses pembuatan Eco-Enzym relatif murah dan mudah. Murah karena bahannya kebanyakan berasal dari sampah-sampah dapur yang ada di rumah. Mudah karena sudah dijelaskan dalam pemaparan materi, sederhana dan tidak memakan banyak tenaga. Oleh karena itu, pemaparan materi tentang Eco-Enzym pada malam hari ini yang telah memberikan gambaran kepada para saudara untuk merawat alam, atau lingkungan biara pada khususnya, dengan memanfaatkan sampah-sampah dapur ini akan mencapai tujuan utamanya jika para saudara mau mewujudkan hal itu, yakni membuat Eco-Enzym di komunitas Bitora sendiri.

Hal ini kemudian menjadi peluang dan tantangan bagi para saudara di komunitas ini untuk mewujud-nyatakan pembuatan Eco-Enzym itu. Upaya partisipasi aktif atas “Tahun Peringatan Khusus Laudato Si” akan benar-benar tercapai jika hal itu terjadi. Dengan demikian, pemaparan materi pada malam hari ini, yang berjalan dengan lancar dan baik, menyisakan PR yang kiranya harus dikerjakan oleh para saudara di komunitas Bitora. Namun, pemaparan materi tentang Eco-Enzym pada malam hari ini merupakan langkah awal yang baik untuk mewujudkan partisipasi aktif para saudara di komunitas Bitora dalam menanggapi ensiklik Laudato Si secara lebih konkrit.

 

Sdr. Yano Pandu, OFM

 

 

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *