Road To Batam

[Index Berita]

Pada 17 April-19 April 2012, para Saudara yang berkarya di empat paroki di Jawa (Hati Kudus-Kramat, Paskalis-Cempaka Putih, Paulus-Depok, dan Petrus-Cianjur) mengadakan ziarah “Saat Jeda” ke Batam. Paroki Cipanas tidak jadi mengikuti kegiatan ini karena beberapa urusan Paroki yang perlu segera diselesaikan.

Menurut Sdr. Tauchen, selaku kordinator para pastor paroki, kegiatan dibuat untuk saling meneguhkan dalam pelayanan pastoral Parokial. Selain itu, kegiatan ini bertujuan agar para saudara mengalami suasana yang sedikit berbeda dari hiruk-pikuk kota, dan para saudara bisa rileks dan tenang karena jauh dari umat yang biasa dilayani. Suasana baru yang dialami kiranya bisa memberi ruang yang cukup bagi para saudara untuk mempererat tali persaudaraan, kekompakan, dan semangat kebersamaan yang tinggi. Batam dipilih karena mudah dijangkau dan memiliki tempat yang representatif untuk mengadakan kunjungan dan rekreasi. Selama di Batam para saudara menginap di Biara Suster-suster Fransiskanes St.Elisabeth (FSE) – RS St. Elisabeth. Segala fasilitas perjalanan dan kegiatan juga disiapkan para Suster FSE.

Adapun kegiatan yang dilakukan selama di Batam, selain sharing pelayanan Paroki, antara lain: kunjungan ke 4 Gereja Paroki se-Batam dan Biara para Saudari Fransiskanes (FSE dan FCh), ziarah ke Pulau Galang (bekas tempat pengungsi Vietnam), dan rekreasi ke Puri Resort, tempat di mana kita dapat melihat bangunan tinggi dari negara tetangga Singapura dan Malaysia. Kegiatan kunjungan dan rekreasi ini relatif mudah dijangkau karena jarak yang relatif dekat dan sudah ada jalan raya dan jembatan yang menghubungkan beberapa pulau di Barelang – P. Bangka, P. Rempang, dan P. Galang.

Dalam kesempatan sharing bersama, para saudara saling membagikan pengalaman dan dinamika hidup pelayanan di Paroki. Semua saudara sepakat bahwa diperlukan suatu model pelayanan yang sungguh menyentuh dan menyapa semua umat. Apa pun model pelayanan yang diberikan kiranya umatlah yang dapat menikmati hasilnya, demikian komentar Sdr. Aegi. Para saudara merasa tercerahkan dengan sharing dari setiap saudara. Sdr. Satur bertekad untuk membangun OMK Kramat secara lebih baik lagi, setelah sempat mati suri beberapa waktu. Demikian halnya dengan beberapa paroki lain. Semua berharap sharing pengalaman seperti ini terus dilakukan bahkan lintas sektor pelayanan dalam persaudaraan. (Ophin Agut, OFM)

Road to Batam

Road to Batam

Road to Batam

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *