ASSISI, OFM – Persaudaraan OFM Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia mengutus kami (Sdr. Efendy Marut OFM & Sdr. Abril dos Santos OFM) untuk mengikuti Kapitel Under Ten, yakni pertemuan para Saudara yang berprofesi meriah di bawah sepuluh tahun. Generalat menetapkan Assisi sebagai tempat diadakannya temu penuh persaudaraan yang dilaksanakan enam atau tujuh tahun sekali ini.
Kapitel Under Ten 2026 ini merupakan yang keenam (VI) setelah pada 2019 lalu diadakan di Taize, Prancis. Tema besar kapitel ini adalah “You are all brothers” (Mt 23,8; Rnb 22,23) dan diisi dengan beragam kegiatan dari pagi pkl. 07.30 hingga malam hari pkl. 08.00 waktu Assisi.
Sebagai semacam dokumentasi dan sharing, kami pun berinisiatif membuat daily report, laporan kegiatan harian kami selama mengikuti kapitel ini dari hari pertama hingga hari terakhir. Berikut laporannya:
Hari pertama
Kapitel Tikar VI bagi para saudara OFM yang berprofesi meriah di bawah sepuluh tahun _(Under Ten)_ resmi dimulai pada Minggu, 5 Juli 2026. Para saudara yang tergabung dalam pertemuan ini sudah tiba di hotel Domus Pacis, Assisi sejak Sabtu, 4 Juli 2026. Peristiwa berahmat yang akan dilaksanakan hingga 12 Juli 2026 ini dihadiri oleh 135 Saudara OFM dari berbagai macam entitas dan konferensi.
Minggu (05/07/2027) pagi, sejak pkl. 09.00, para peserta berkumpul di auditorium il cantico. Acara dipandu oleh panitia khusus yang terdiri dari beberapa saudara dari beberapa entitas, salah satu di antaranya adalah Sdr. Faris Jebada OFM. Pada bagian awal, Sdr. Marco Vianeli OFM, Minister Provinsi OFM Provinsi Serafik St. Fransiskus Assisi menyampaikan ucapan selamat datang bagi para peserta. Setelah itu, Vikaris General, Sdr. Ignacio Ceja Jimenez OFM menyampaikan sambutan pembuka sekaligus menegaskan pentingnya kapitel tikar Under Ten ini. Baginya, pertemuan ini merupakan momen berahmat di mana setiap saudara dapat menyegarkan kembali penghayatannya akan karisma kefransiskanan.
Acara berlanjut dengan perarakan menuju basilika Santa Maria degli Angeli untuk mengikuti perayaan ekaristi pembuka kapitel. Misa dipimpin oleh Vikaris General, Sdr. Ignacio Ceja Jimenez OFM. Usai ekaristi, acara dilanjutkan dengan makan siang. Tepat pkl. 15.00 waktu setempat, para peserta kembali berkumpul di auditorium untuk mendengarkan pengantar dan arahan dari Minister General, Sdr. Massimo Fusarelli OFM. Ia menegaskan bahwa pertemuan di Assisi ini bukan sekadar momen nostalgia dan romantis, tetapi merupakan momen pendewasaan diri untuk lebih mencintai persaudaraan fransiskan. Dia mengajak para peserta kapitel tikar ini untuk menjadi toko “protagonis” dalam Kapitel General yang akan datang, sehingga diharapkan agar para peserta kapitel under ten mesti memberikan usulan-usulan konkret terkait perkembangan ordo ke depan. Ia mengajak pula agar setiap saudara mesti memanfaatkan kesempatan ini untuk discerment, saling mendengarkan dan saling berbagi pengalaman dalam semangat sinodalitas gereja dan spiritualitas bapa Fransiskus Assisi.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan sesi _sharing_ berkelompok yang dibagi ke dalam dua belas (12) kelompok berisikan 11 dan 12 orang per kelompok. Pembagian kelompok disesuaikan dengan kategori bahasa yang digunakan dan yang sudah ditentukan sebelumnya, yakni kelompok berbahasa Inggris, berbahasa Spanyol dan berbahasa Italia. Setiap kelompok diwajibkan untuk membuat sintesis terhadap hasil _sharing,_ dan diserahkan ke panitia.
Di penghujung hari, usai makan malam para peserta berkumpul di ruang rekreasi untuk mendengarkan presentasi dari setiap entitas dan koferensi. Sekian, terima kasih, _pace e bene_. Salam penuh kasih dari Assisi.
Hari Kedua: Identitas Fransiskan
Hari kedua pertemuan under ten, Senin, 6 Juli 2026. Usai sarapan, para peserta kembali memasuki auditorium untuk melaksanakan beberapa agenda, yakni konferensi, dialog, dan pemaparan hasil survey pra kapitel under ten._Pada bagian pertama pertemuan hari ini, panitia mendatangkan rektor universitas Antonianum, Sdr. Giuseppe Buffon OFM sebagai pembicara. Ia mengajak para peserta untuk meneguhkan kembali identitas fransiskan, melalui topik “You are all brothers”, Franciscan Identity”.
Sdr. Buffon menegaskan pentingnya mengingat identitas fransiskan dengan tiga (3) prinsip dasar, yakni (1) tanpa kekuasaan, (2) semua disebut saudara dan tidak ada yang diberi gelar “prior”, dan (3) spirit sebagai hamba yang melayani. Dalam refleksinya, Sdr. Buffon menekankan perlunya setiap saudara menghidupkan terus menerus spirit minoritas, fraternitas dan pelayanan sebagai hamba. Dalam persaudaraan, tidak ada keselamatan individual. Kekhasan identitas kita terdapat di dalam dimensi relasional dari fraternitas (relational fraternity), di mana setiap saudara diterima sebagai saudara, dalam keadaan apa pun.
Setelah konferensi, panitia memperlihatkan kepada para peserta hasil survey yang telah dilakukan sebelum kapitel ini. Beberapa hal yang ditampilkan adalah terkait dengan kesulitan-kesulitan, harapan, dan tantangan yang sudah dirumuskan dalam survey. Arahan dari panitia kemudian menjadi acuan para peserta untuk memasuki sesi berikutnya, yakni refleksi pribadi dan spiritual conversation.
Para peserta diberi kesempatan untuk melakukan refleksi pribadi dan dilanjutkan dengan sesi sharing dalam kelompok sesuai dengan kategori bahasa yang dipilih (Italia, Spanyol dan Inggris). Dalam kelompok kami (Sdr. Yohanes B.P. Marut OFM beserta beberapa saudara dari entitas lain; USA, Korea Selatan, Polandia, Filipina, Papua Nugini, Mozambiq, Brazil), beberapa hal muncul dan menjadi bahan sharing, antara lain terkait dengan problem komunikasi yang terjalin antar individu dengan generasi berbeda (gap generation). Selain itu, hal lain yang juga kerap diceritakan adalah soal klerikalisme yang sering menciderai hakikat persaudaraan dan bahkan pelayanan kepada umat.
Dialog Spiritual
Pada pkl. 15.00, para peserta berkunjungan ke situs fransiskan untuk melakukan dialog spiritual. Ada pun pembagiannya; kelompok berbahasa Inggris mengunjungi situs Fransiskan di Porziuncula, untuk merefleksikan tema ”The Paschal Mystery of St. Francis of Assisi” yang disampaikan langsung oleh Sdr. Massimo Fusarelli OFM. Kelompok yang berbahasa Spanyol mengunjungi situs Fransiskan San Damino untuk merefleksikan tema ”Go and Repair My House/Praised Be You, My Lord” yang disampaikan oleh Sdr. Martin Cabang OFM. Sedangkan kelompok yang berbahasa Italia mengunjungi situs Carceri untuk merefleksikan tema “The Franciscan Rhythm: From Mountain to Valley” yang dibawakan oleh Sdr. Carlos Salto OFM.
Kegiatan sepanjang hari ini diakhiri dengan makan malam bersama di taman biara OFM Porziuncula, tempat di mana kedua saudara kita, Sdr. Marciano OFM & Sdr. Eduardo OFM tinggal untuk sementara waktu sebelum melanjutkan studi di Roma.
Para saudara, selamat pagi. Salam penuh kasih-persaudaraan dari Assisi. Pace e bene.
Hari Ketiga
Selasa, 7 Juli 2026, kapitel tikar under ten memasuki hari ketiga. Dua topik penting dibahas. Dalam konferensi yang pertama, Sdr. Jakub Frantisek Sadilek, Minister Provinsi St. Wenceslas Republik Ceko mengajak para peserta untuk merefleksikan hakikat pelayanan dalam persaudaraan dengan judul, “The Service of Authority in Franciscan Life.” Setiap saudara harus menjadi pendengar yang baik, melayani dengan hati keibuan, dan saling memahami dalam keterbatasan masing-masing pribadi.
Sesi kedua berbicara tentang “The Areopaghi of Evangelization Today.” Don Sergio Massironi, Kordinator program teologi pada Dikasteri untuk Pembangunan Manusia secara Integral memberi banyak inspirasi bagi para peserta perihal areopagus baru, ruang perjumpaan di mana para saudara berkarya dan berjumpa dengan realitas.
Sebagai respons terhadap tema-tema ini, para peserta kembali diberi waktu khusus untuk merefleksikannya secara pribadi, dan dilanjutkan dengan sharing di dalam kelompok.
Pada sore setelah makan siang, kesempatan istimewa diberikan kepada para peserta group bahasa Inggris untuk berkunjung ke Carceri. Melalui judul ”The Franciscan Rhythm: From Mountain to Valley,”para saudara diajak untuk mengenang kembali momen di mana Fransiskus dan para saudara pertama tinggal di Carceri, hidup dalam keheningan bersama bersama Allah dalam doa dan meditasi. Dalam kesempatan ini, para saudara diingatkan untuk selalu “naik” ke gunung, mendengar dan bercakap-cakap dengan Allah, dan “turun” ke lembah untuk bersaksi, menjadi pelayan dan saudara yang berbelarasa (compassion).
Di Carceri ini, kami diberi waktu untuk berefleksi secara pribadi sembari berjalan keliling, melihat tempat-tempat bersejarah di mana bapa serafik dan para saudaranya berkumpul, berdoa dan berkontemplasi.
Carceri itself teaches without words. Terima kasih. Pace e bene.
Hari Keempat
Rabu, 8 Juli 2026. Hari keempat dimulai dengan pembahasan tema “The Spirit of Prayer and Devotion,” yang dibawakan oleh Sr. Therese Myriam, Abbes of the Colettine Poor Clares of Assisi. Bagi kita, berdoa berarti berada bersama Allah; ”praying isn’t about praying perfectly. It’s about staying. Prayer that makes us clear inside, so we can bring peace outside. Pengalaman St. Clara menginspirasi kita dalam memaknai keheningan, doa dan ketekunan berkontemplasi.
Pembicara kedua hari ini adalah Prof. Giuseppe Crea, seorang psikolog dari Universitas Salesiana yang membahas dengan sangat detail topik “Mental and Emotional Health”. Tema ini dianggap mendesak bagi keberlangsungan hidup persaudaraan dalam komunitas religius. Profesor Giuseppe berkali-kali mengingatkan bahwa setiap pribadi religius harus bisa mengedukasi emosi dan atau afeksinya. Hal ini penting karena beragamnya karakter setiap orang di dalam komunitas sering kali menjadi pemicu ketidakharmonisan. Itulah mengapa setiap anggota komunitas harus sungguh-sungguh menghayati hakikat hidup bersama. Kesejahteraan mental setiap individu bertumbuh dewasa karena kemampuan membangun relasi dengan sesama di dalam komunitas.
Prof. Crea menegaskan bahwa setiap pribadi di dalam komunitas mesti menyadari hakikat relasi, yakni reciprocal well-being, di mana masing-masing pribadi punya tanggung jawab untuk saling menyembuhkan luka. Amat penting diingat bahwa “no one is saved alone. My healing doesn’t happen in isolation, it happens when someone (in the community) sees me, stays with me.
San Damiano & Logika (kasih) Salib
Kesempatan istimewa kembali kami alami di sini. Setelah makan siang, sekitar pkl. 14.30, kami berangkat ke gereja San Damiano. Dengan panduan refleksi yang mendalam dari Sdr. Martin Carbajo OFM, kami diajak untuk menyelami banyak sisi dari peristiwa Fransiskus mendengar suara dari salib berikut tanggapannya terhadap suara itu. Ia menekankan logika kasih dalam memaknai peristiwa salib. Sedangkan Sdr. Eunan McMullan OFM memandu kami untuk mengenal area-area penting di rumah St. Clara bersama para saudarinya.
Kegiatan di gereja San Damiano ini diakhiri dengan perayakan ekaristi. Sore pkl. 17.00 kami kembali ke Domus Pacis Porziuncula untuk melanjutkan beberapa aktivitas berikutnya, yakni makan malam dan adorasi di gereja Maria Degli Angeli.
Para Saudara, terima kasih. Salam penuh kasih-persaudaraan dari Assisi. Pace e bene.
Hari Kelima
Kamis, 9 Juli 2026. Kapitel tikar under ten memasuki hari kelima. Pada sesi pagi hari, panitia memberi kesempatan kepada tim perumus Kapitel General 2027 untuk memperkenalkan susunan timnya sekaligus memaparkan beberapa hal penting terkait pelaksanaan Kapitel General 2027 di Vietnam.
Langsung setelah itu, sesi seminar dimulai dengan pembahasan tema “Digital Word & Artificial Intelligence”. Menyadari bahwa dunia digital adalah dunia baru bagi misi gereja, maka para Fransiskan dituntut untuk terus mendidik dan membentuk diri. Kita mesti tetap “manusiawi” di tengah dunia digital agar evangelisasi kita berguna dan bermakna. Dunia digital sebagai medan misi baru mempunyai bahasanya sendiri, budayanya sendiri, dinamikanya sendiri, dan karena itu ia juga memiliki tantangan pastoralnya sendiri.
Di tengah situasi hiperkonektivitas dan over-stimulasi sekarang ini, kita mesti tetap mempertahankan karisma kefransiskanan. Aspek dasar spiritualitas baik fraternitas maupun minoritas diusahakan untuk tetap dipelihara sebagai pedoman yang hidup.
Hal serupa juga dibahas dalam tema kedua, “Care for Our Common Home”. Disinyalir bahwa kita berada di zaman ”anthropocene”, di mana manusia menjadi kekuatan utama yang mengubah bumi. Jejak manusia ada di mana-mana: di tanah, di laut, di udara, dan juga di algoritma. Maka para fransiskan punya tanggung jawab untuk memelihara kesadaran ekologis, dan terus kreatif menganimasi banyak orang agar mencintai bumi sebagai rumah bersama.
Dua tema besar ini kemudian diperdalam dalam sesi sharing di dalam kelompok. Mulai hari ini, kelompok sharing difokuskan pada konferensi masing-masing, sekaligus memulai merancang usulan-usulan yang perlu dan penting bagi Kapitel General 2027 di Vietnam hingga waktu makan siang.
Khusus untuk hari ini, para peserta dari Asia diajak oleh Sdr. John Wong untuk menikmati menu yang berbeda, yakni Chinese food di sebuah restoran di sekitar Porziuncola. Dan setelah makan siang panitia menyediakan free time bagi kami. Saya dan Sdr. Abril memanfaatkan waktu ini untuk mengunjungi Basilika St. Fransiskus dan Basilika St. Clara. Luar biasa!
Terima kasih, para Saudara. Salam kasih-persaudaraan dari Assisi. Pace e bene.
Hari Keenam
Jumat, 10 Juli 2026. Kapitel sudah memasuki tahap-tahap akhir. Pada hari ini panitia mulai mengarahkan para peserta dengan pemaparan guidelines & metodologi perumusan refleksi dan usulan-usulan konkret (concrete proposals) bagi entitas, konferensi & untuk kepentingan kapitel general 2027.
Sesaat setelah arahan panitia, para peserta langsung mendiskusikan hasil ”spiritual conversation” selama beberapa hari ini di dalam group konferensi masing-masing. Saya dan Sdr. Abril terlibat dalam diskusi bersama para peserta yang tergabung dalam FCAO. Beberapa butir refleksi yang hendak diusulkan bagi keberlangsungan entitas, konferensi dan Ordo:
- formation and support of Friars
- fraternity and co-responsibility
- mental health and fraternal care
- fraternal life and governance
- evangelization and the digital world
- interprovincial and international collaboration
- Priority to the creation
- Dan beberapa hasil pembahasan lainnya.
Beragam hasil sharing dan diskusi ini selanjutnya akan dirumuskan oleh tim hingga mencapai rumusan final. Ada pun sebelum diputuskan, panitia masih harus mengadakan sesi pleno bersama para peserta yang akan diadakan Sabtu, 11 Juli 2026.
Terima kasih. Salam kasih-persaudaraan dari Assisi. Pace e bene.
Hari Ketujuh: Sentire cum Ordine
Kapitel tikar Under Ten sudah selesai. Kami (Sdr. Efendy Marut OFM & Sdr. Abril dos Santos OFM) mengucapkan terima kasih kepada Persaudaraan OFM provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia & Fundasi St. Antonio de Lisboa Timor Leste yang telah berkenan mengutus kami.
Kami berdua telah mengikuti seluruh proses kegiatan ini dengan antusias sejak 4 Juli hingga 12 Juli 2026. Kami merasa tidak ada hambatan. Pengalaman di Assisi ini makin menyadarkan kami untuk ”thinking and feeling with the Order, terus mengasah sense of belonging terhadap Persaudaraan dan kreatif membangun perjumpaan-perjumpaan yang riil-konkret, serta aktif dan bertanggungjawab membangun komunio berlandaskan semangat fraternitas dan minoritas.
Mengutip Sdr. Massimo Fusarelli OFM, pertemuan Under Ten ini, memperjelas wajah ordo dengan coraknya yang international, young & richly diverse. Kepada kami, Saudara Minister General berpesan, “none of you was won over by an argument. You were drawn by a way of life. I ask you to return as witnesses, not as veterans. Don’t take home programmes; tak home a way of life…”
Para Saudara, terima kasih. Esok siang kami mengunjungi La Verna dan selanjutnya berada Roma untuk beberapa waktu sebelum akhirnya kembali ke tanah air. Salam kasih-persaudaraan dari Assisi.*Pace e bene.

Laporan dari Assisi oleh Sdr. Efendy Marut OFM

Tinggalkan Komentar