Depok, OFM – “Inilah Angkatan Orang- orang yang Mencari Wajahmu Ya Tuhan”. Kutipan mazmur yang dikumandangkan pada 15 Juni 2026 di Novisiat Transitus Depok ini menandai berakhirnya perjalanan padang gurun ke-13 Novis OFM. Hari ini mereka dengan penuh keyakinan mengucapkan profesi pertama mereka ke dalam tangan Sdr. Agustinus Laurensius Nggame, OFM selaku Minister Provinsi OFM Indonesia dan di hadapan umat dan seluruh saudara yang hadir. Perayaan ini dihadiri oleh keluarga besar Fransiskan baik yang berasal dari Jakarta maupun Bogor dan juga kerabat serta kenalan dari ke-13 Neo Profes.
Ketiga belas saudara yang mengucapkan profesi pertama adalah Sdr. Andreas Kiim Kiik, OFM, Sdr. Krispian Filestin Ngiso, OFM, Sdr. Filipus Valentinus Gogo Soa, OFM. Sdr. Marselinus Dedi Patri Agir, OFM, Sdr. Bertrandus Busa Wea, OFM, Sdr. Liantrikus Jiku, OFM, Sdr. Karolus Timotius Fonge, OFM, Sdr. Wibaldus Rikardus Bue, OFM, Sdr. Yohanes Juntores Bagus, OFM, Sdr. Albertus Aflino Agun Umen, OFM. Sdr. Fransisisko Decaprio Ngeo, OFM, Sdr. Gregorius Rajo, OFM, dan Sdr. Alexandro Berek, OFM.Perayaan ini dipimpin oleh Minister Provinsi OFM Indonesia, Sdr. Agustinus Laurensius Nggame, OFM didampingi oleh Sdr. Rikardus Selan, OFM sebagai Gardian Gardianat San Damiano sekaligus Magister Novisiat Transitus Depok dan Sdr. Wolfhelmus Apriliano, OFM selaku Sekretaris Dewan Pendidikan dan Studi OFM Indonesia. Perayaan ini menjadi simbol dan momen berharga bagi ke-13 Novis OFM. Setelah berbagai dinamika dan perjuangan yang dijalani selama setahun masa novisiat. Hari ini tibalah saatnya bagi mereka untuk mengucapkan kaul perdana untuk hidup dalam ketaatan, tanpa milik, dan dalam kemurnian.
Dalam homilinya Sdr. Agustinus Laurensius Nggame, OFM menandaskan bahwa panggilan senantiasa identik dengan keberangkatan, di mana kita harus meninggalkan dan menanggalkan kenyamanan dan pengharapan kita, menuju pada perjalanan yang belum pasti. Namun, satu hal yang meneguhkan dan menguatkan kita, yakni iman kita. Atas inisiatif Allahlah ke-13 saudara kita ini dengan teguh menanggapi Allah untuk mengucapkan profesi religius ini. Kini perjalan batin mereka kian dimulai dan dihunjuk kepada Tuhan. “Jawaban ya mereka merupakan ekspresi iman atas kepercayaan bahwa Allah yang memanggil kita tak akan pernah meninggalkan kita. Layaknya Abraham dan tulisan Santo Bonaventura, ke-13 saudara ini tengah mengarungi perjalanan diri menuju Allah.”
Pada penghujung perayaan Ekaristi, Sdr. Juntores Bagus sebagai perwakilan Ke-13 Neo Profes mengungkapkan bahwa rahmat yang selalu meneguhkan mereka adalah rahmat panggilan. Rahmat itu yang menguatkan hari-hari mereka sehingga sejak awal masa novisiat hingga di hari pengikraran kaul mereka, jumlah mereka masih lengkap dan utuh. “Angka tiga belas ini bukan merupakan angka keramat, tapi sebuah arti kesetiaan, persaudaraan, keteguhan, dan kepasrahan total dari perjalanan ke-13 saudara ini,” ungkap saudara Tores. Pada penghujung rangkaian sambutan ini, Sdr. Rikardus Selan, OFM sebagai magister novis OFM mengungkapkan semoga angka 13 ini menjadi angka yang membawa keberuntungan dan senantiasa membawa sukacita bagi perjalanan panggilan saudara-saudara kita ini.
Setelah perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama dan ramah tamah. Acara kali ini dihelat dengan konsep yang unik dan penuh persaudaraan. Acara dilangsungkan di lapangan Futsal dan dibuka dengan tarian Ja’i dan Tortor khas Batak untuk menyambut para pestawan. Acara dilanjutkan dengan makan malam dan ditutup dengan menari bersama.
Kontributor: Sdr. Riko Tepong, OFM

Tinggalkan Komentar