Biara Padua Cicurug dan Seminari Stella Maris Cicurug

Para Seminaris Stella Maris Cicurug

Para Seminaris Stella Maris Cicurug 1955-1956 bersama P. Vermeulen OFM, P. Koesnen OFM, P Demmers OFM, P. Nouwens OFM

Pengantar

Yang saya (Sdr. Alfons Suhardi. Red.) tulis di bawah ini bukanlah sejarah, tetapi hanya sekadar sebuah ceritera perihal Biara Padua yang terdapat di Cicurug, Sukabumi. Sebuah ceritera perihal hal-hal sejauh yang saya ketahui, tanpa diambil dari sumber-sumber tertulis entah apa bentuknya. Karena itu kalau ditanyakan mana sumbernya, mana buktinya, saya tidak bisa memberikan sumbernya. Tetapi, kendati demikian, yang saya tulis ini bukanlah omong kosong, isapan jempol belaka. Ada kebenarannya.

Saya berasal dari tamatan SMP Xaverius, Metro, Lampung Tengah. Waktu tamat, saya berbicara dengan Kepala Sekolah, Fr. Akhiles, BHK. Saya katakan bahwa saya ingin masuk Seminari. Kalimat pertama jawabannya membuat saya terhenyak: “Bagus sekali! Tapi jangan ke Palembang, jelek, ke Sukabumi saja, menggantikan saya, karena saya melamar masuk fransiskan, tapi tidak diterima” Sebagai anak “kolonisasi” (istilah zaman Penjahan Belanda untuk “transmigrasi”) dari Jawa yang banyak mendengar ceritera orang tua tentang Jawa yang kedengarannya kok lebih indah itu, saya tentu saja tanpa keberatan “semrinthil” ikut anjuran Frater Akhiles. “Saya yang nulis surat lamaran ke Mgr. Geise” katanya. Singkat kata, jawaban lamaran itu sudah diterima sekitar dua minggu kemudian, ditulis tangan oleh Mgr. Geise OFM itu sendiri, dengan tinta warna hijau. Sayang sekali surat itu tidak ditemukan lagi di mana. Kepekaan bersejarah memang belum ada waktu itu dalam diriku. Dengan “senjata” itu, pastor paroki, seorang Belanda SCJ, tidak bisa berbuat apa-apa. “Ya silahkan”, katanya dengan nada kecewa. Padahal seandainya waktu itu beliau berkeberatan dan mendesak saya ke Palembang, saya ya ikut saja tanpa keberatan. Ini terjadi pada tahun 1957.

Selengkapnya bisa dibaca di tautan berikut ini dalam format e-Book:

 

 

Post navigation

Komentar

  1. febrian
    September 23, 2020 at 00:53

    wah ada bapak saya juga tuh… hehehe.. trima kasih pater alfons atas sharing nya.

  2. A J Santosa
    September 18, 2020 at 12:19

    Pada foto di atas – ada pater Vermeulen — apa ada Vermeuleun yg lain ?

    Saya dipermandikan di Gereja di Rangkasbitung 1959 – oleh Pater Vermeuleun – tapi nama depannya HJJ .
    ( gak tahu singkatan panjangnya tapi pernah lihat ada surat yg ditulis untuk Harry JJ Vermeuleun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *