Depok, OFM – Persaudaraan OFM Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia bersukacita atas tahbisan Diakonat yang diterima ketiga Fransiskan muda, Senin (15/06/2026) pkl. 17.00 – 18.40 WIB di Novisiat OFM Transitus, Depok – Jawa Barat. Ketiga Saudara Dina yang ditahbiskan adalah Sdr. Yohanes Yosef Freinademetz OFM, Sdr. Mario Droste Evanro Danggur OFM, dan Sdr. Milikheor Debristo Kasa OFM. Ketiga Saudara ini ditahbiskan oleh Mgr. Adrianus Sunarko OFM (Uskup Keuskupan Pangkalpinang), dan didampingi oleh P. Agustinus L. Nggame OFM (Minister Provinsi OFM St. Michael Malaikat Agung Indonesia) dan P. Rikard Selan OFM (Gardian Gardianat San Damiano Depok).
Dalam homilinya, Mgr. Sunarko berkali-kali menekankan hakikat dasar pelayanan sebagai diakon. Berangkat dari moto tahbisan hari ini, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat. 20:28), Uskup Pangkalpinang ini mengungkapkan bahwa tema perayaan hari ini sangat khas fransiskan karena terdapat ajakan untuk menjadi hamba, mengosongkan diri dan melayani. “Sumber-sumber fransiskan tidak kurang untuk membahasakan tema ini. Allah adalah kasih, dan kasih versi fransiskan adalah merendah. Dalam spiritualitas St. Fransiskus, Allah merendah dalam ekaristi. Ia turun untuk merendahkan diri-Nya,” tegas Mgr Narko. Ia juga menekankan bahwa tahbisan diakonat hendaknya tidak sekadar transit, tapi justru menjadi fondasi bagi pelayanan. Para diakon diajak untuk melayani, turun dan mengosongkan diri sebagaimana ajakan Yesus dan spirit St. Fransiskus Assisi.
Dalam kesempatan ini juga, Provinsial OFM Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia, P. Agustinus L. Nggame OFM menyampaikan syukur dan terima kasihnya kepada para diakon yang telah bersedia ditahbiskan serta kepada semua pihak yang terlibat dalam proses formasi ketiga diakon dan juga yang telah membantu terlaksananya perayaan tahbisan ini. Senada dengan isi homili Mgr. Sunarko, Saudara Minister Provinsi ini juga berpesan agar para diakon mesti melayani dengan rendah hati. “Semoga masa diakonat ini tidak hanya dilihat sebagai masa transisi, tapi masa di mana para Saudara bisa mengambil bagian dalam semangat pelayanan kerendahan hati.” Lebih lanjut, ia berpesan kepada ketiga diakon, “bacalah Kitab Suci, percayalah apa yang dibaca, ajarkan apa yang dipercaya dan lakukanlah apa yang diajarkan ,” pungkas Sdr. Gusti mengutip salah satu rumusan dalam ritus tahbisan diakonat.
Di akhir sambutannya, Pater Provinsial menyampaikan perutusan kepada ketiga diakon. Berikut perutusan yang mereka terima:
- Yohanes Yosef Freinademetz OFM diutus menjalankan masa diakonat di Paroki St. Fransiskus Assisi, Karot Keuskupan Ruteng Flores, Manggarai.
- Milikheor Debristo Kasa OFM diutus menjalankan masa diakonat di Paroki St. Theodorus, Liwa Keuskupan Tanjungkarang, Lampung
- Mario Droste Evanro Danggur OFM diutus menjalankan masa diakonat di Yayasan Fransiskus Jakarta & Gereja Hati Kudus, Kramat Jakarta.
Mari kita mendoakan para Saudara diakon ini agar bisa melayani dengan rendah hati.
Sdr. Efendy Marut OFM/FMC

Tinggalkan Komentar