“Menginkarnasikan kembali Injil dapat juga berarti tidak melepaskan diri dari masalah-masalah sosial.” Demikian sepenggal khotbah yang disampaikan oleh Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta, di hadapan para Saudara Dina dan keluarga Fransiskan serta umat dalam Perayaan Ekaristi di Ballroom Vitra pada Rabu (29/11/2023) petang. Perayaan Ekaristi ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian perayaan syukur para Saudara Dina Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia dalam rangka rangkaian perayaan Centenario yaitu 800 tahun AngBul, 800 tahun Natal di Greccio, serta secara khusus 40 tahun berdirinya Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia. Dalam catatan sejarah, pada tanggal 29 November 1983, Sdr. John Vaughn OFM (Minister General ketika itu) hadir dan memimpin perayaan peresmian Provinsi di Jl. Kramat V No. 10, dengan Minister Provinsi pertama adalah Sdr. Mikael Cosmas Angkur OFM.

Para Saudara Dina Provinsi Indonesia sebagai bagian dari Persaudaraan mondial, merayakan peristiwa-peristwa tersebut baik di tingkat lokal, yaitu dalam setiap komunitas dan gardianat maupun tingkat Provinsi. Seluruh rangkaian perayaan syukur terbingkai dalam tema: “Kembali ke Semangat Asali: Menginkarnasikan Injil di Indonesia dan Timor Leste.”

Merangkul Tiga Peristiwa

Minister Provinsi, Sdr. Mikael Peruhe OFM, membuka seluruh rangkai perayaan secara online pada Rabu, 15 Februari 2023. Semua anggota Persaudaraan di Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia dan Fundação St. António de Lisboa Timor Leste hadir dalam pertemuan tersebut. Sdr. Agustinus Laurentius Nggame OFM, Ketua Dewan Penginjilan dan Spiritualitas (DPS) Provinsi menjelaskan berbagai kegiatan yang akan dilakukan pada 2023 ini dalam rangka perayaan Centenario dan syukur 40 tahun Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia. Tema yang diusung itu bermaksud agar semua Saudara Dina dapat menghidupi nilai-nilai Injili di Indonesia dan Timor Leste, baik di tingkat komunitas dan gardianat maupun tingkat Provinsi. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan tidak hanya dalam bentuk perayaan iman, tetapi juga bersifat reflektif dan eksperensial.

Beberapa kegiatan berciri eksperensial dijalankan di sekitaran Jakarta, secara khusus pada periode September hingga Desember 2023. Pada Sabtu-Minggu, 2-3 September 2023, para Saudara Dina di Jakarta, Depok dan Puncak mengadakan kegiatan Napak Tilas. Para Saudara mengunjungi tiga tempat penting yang menjadi saksi sejarah kehadiran lima misionaris Fransiskan Pertama dari Provinsi Para Martir dari Gorcum Belanda di Nusantara. Lima Saudara Dina yang tiba itu adalah Sdr. Victorius Beekman OFM, Sdr. Floribertus Schneiders OFM, Sdr. Azarius de Kok OFM, Sdr. Paskalis Heitkönig OFM, dan Sdr. Michael Lunter OFM. Napak tilas itu dilakukan di tempat yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Gereja Katedral Jakarta, dan Paroki Kampung Sawah. Di Paroki Kampung Sawah, tempat misionaris Fransiskan hadir dan melayani pada tahun 1930-1941 dan kini dilayani oleh para Jesuit, para Saudara Muda mengadakan kegiatan live in di rumah-rumah umat (Sabtu, 2/9/2023) dan Perayaan Ekaristi (Minggu, 3/9/2023) bersama umat bernuansa budaya Betawi. Perayaan Ekaristi ini juga dihadiri oleh para Saudara Dina di sekitaran Jakarta

Selanjutnya, pada tanggal 14-17 September 2023, para Saudara Dina mengadakan kegiatan Temu Baseta. Kegiatan ini dihadiri oleh Fransiskan-Fransiskanes di Indonesia yang usia kaul kekalnya di bawah 10 tahun. Kegiatan yang dilaksanakan di Wisma Cannosa-Bintaro, Tangerang Selatan ini diikuti oleh 42 peserta dari OFM, OFMCap, OFMConv, OSF Sibolga, OSF Semarang, SFS, KFS, KSFL, FSE, FCh, SFD, FCJM, dan SMFA. Mereka berkumpul dan merefleksikan relevansi AngBul dan  peristiwa Natal di Greccio bagi panggilan hidup sebagai Fransiskan.

Dari “Dicurangi Waktu” hingga “Kembali ke Semangat Asali”

Kegiatan berciri eksperensial lainnya yang dilakukan adalah pementasan teater surealis, pada Sabtu (18/11/23) di Ballroom Vitra, Kramat. Teater yang berjudul “Dicurangi Waktu” ini merupakan kolaborasi para Saudara Muda dengan Orang Muda Katolik dari Paroki yang ditangani oleh para Saudara Dina (Paroki Kramat, Paroki Paskalis, dan Paroki Depok), Anak-anak Panti Asuhan dari dua Panti Asuhan para Saudara Dina yaitu PA. Vincentius Putera Jakarta dan PA. St. Yusup Sindanglaya. Pementasan itu disaksikan oleh lebih dari dua ratus penonton.

Kemudian, pada Selasa (28/11/2023) di tempat yang sama, para Saudara Dina mengadakan seminar yang bertajuk “Kembali Ke Semangat Asali: Menginkarnasikan Injil dalam Hidup dan Karya Fransiskan.” Seminar yang melibatkan Keluarga Fransiskan di Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Bogor serta umat ini menghadirkan dua nasaumber, yaitu Sdr. Antonius Eddy Kristiyanto, OFM (seorang Fransiskan dan dosen Sejarah Gereja) dan Rm. Benediktus Hari Juliawan, SJ (Provinsial Jesuit Indonesia dan Dosen Sanata Dharma).

Pada saat yang sama diadakan peluncuran buku yang berjudul “Revitalisasi Hidup Fransiskan”. Sebagaimana penampilan teater, buku ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah Saudara Dina dengan latar belakang akademik yang mereka miliki. Melalui buku ini, tiga perayaan penting ini dikaji dan direfleksikan dalam berbagai sudut pandang seperti  spiritualitas fransiskan, sejarah, filsafat, teologi, pendidikan, pastoral, dan moral. Sdr. Gusti Nggame OFM, editor buku, memperkenalkan buku ini di hadapan para peserta seminar.

Pamungkas dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut adalah Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo di Ballroom Vincentius Putera (Vitra), Kramat pada Rabu (29/11/2023). Dirayakan secara konselebrasi, Kardinal Suharyo didampingi oleh Sdr. Mikael Peruhe OFM (Minister Provinsi), Sdr. Daniel Klau Nahak OFM (Vikaris Provinsi), Rm. Benediktus Hari Juliawan SJ (Provinsial SJ Indonesia), Sdr. Agustinus L. Nggame OFM, dan Diakon Yohanes Wahyu Prasetyo OFM. Perayaan Ekaristi ini dihadiri oleh keluarga Fransiskan di Jakarta dan Bogor serta tamu undangan.

Dalam kata pengantar Perayaan Ekaristi, Minister Provinsi menuturkan bahwa “Perayaan-perayaan syukur yang dilakukan oleh Para Saudara Dina selama tahun 2023 ini merupakan (bentuk) refleksi para Saudara untuk menegaskan kembali sentralitas Injil dalam hidup dan karya (mereka) sebagai pengikuti St. Fransiskus dari Assisi, sebagaimana juga telah kita janjikan untuk menepati Injil Suci, Tuhan kita Yesus Kristus.”

Sementara itu, Ignatius Kardinal Suharyo (Uskup Keuskupan Agung Jakarta), dalam khotbahnya mengungkapkan realitas dunia yang terjadi dewasa ini, dimana terjadi banyak ketimpangan dalam hidup bersama. Beliau menawarkan cara alternatif untuk kembali ke semangat asali. “Kembali ke Semangat Asali: Menginkarnasikan Injil, salah satu jalan yang perlu dilakukan adalah menanggapi realitas dunia seperti ini” tegas Kardinal Suharyo. Beliau menambahkan, “Semangat Asali yang dirumuskan dengan menarik dalam Anggaran Dasar St. Fransiskus Assisi (dan) yang dihayati oleh para Saudara Dina merupakan jalan menuju kesempurnaan dan kesucian; berbuah transformasi pribadi, tidak hanya berlaku bagi para Fransiskan tetapi juga dalam tubuh Gereja Kristus sendiri.”***

 (Tim Sekretariat Provinsi OFM Indonesia)

Tinggalkan Komentar