Menjadi Fransiskan di Era Millenial

Pada peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-54, Bapa Suci Paus Fransiskus mengajak umat Kristiani di dunia untuk memberi perhatian pada cerita. Bapa Suci mengambil tema “Hid­up Menjadi Cerita: Menjahit Kembali Yang Pu­tus dan Terbelah.” Paus mengatakan demikian, “Saya ingin mengkhususkan pesan tahun ini pada tema “Cerita”. Karena saya yakin, kita per­lu menghirup kebenaran dari cerita-cerita yang baik supaya tidak tersesat. ltulah cerita yang membangun, bukan menghancurkan; cerita yang membantu menemukan kembali akar dan kekuatan untuk bergerak maju bersama.

Di tengah-tengah hiruk-pikuk suara dan pesan membingungkan, kita butuh cerita ma­nusiawi yang bicara tentang diri sendiri dan segala keindahan di sekitar. Cerita yang mam­pu memandang dunia dan peristiwa dengan penuh kelembutan. Yang bisa menceritakan, kita bagian dari permadani hidup dan saling terhubung. Cerita yang mengungkapkan jali­nan benang yang menghubungkan kita satu sama lain.”

Kumpulan berbagai tulisan dalam buku ini merupakan salah satu cara ke-13 orang muda yang sedang meniti jalan panggilan se­bagai biarawan Fransiskan, mengisahkan apa yang menjadi pengalaman dan pergulatan mereka selama menjalani masa postulan. lnilah cara mereka berbagi cerita kepada saudara/i atau siapa saja yang tertarik mendengar kisah mereka. Mereka memilih tema “Menjadi Fran­siskan di Era Milenial” yang merangkum semua pergumulan yang dialami selama menjalani proses awal dalam pembinaan menjadi seo­rang Fransiskan.

Mari kita simak di tautan berikut ini:

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *