Pertemuan Minister Provinsi OFM Belanda dengan Para Saudara Dina Komunitas Bitora

Pada hari Selasa, (07/06/2022) segenap anggota komunitas Biara St. Bonaventura Yogyakarta (Bitora) mengadakan pertemuan dengan Minister Provinsi OFM Belanda, Sdr. Theo OFM. Bertempat di aula Bitora, Sdr. Theo, OFM yang sedang dalam perjalanan “napak tilas” di beberapa tempat misi awal para Fransiskan asal Belanda itu membagikan sejumlah cerita terkait dinamika persaudaraan di Provinsi Belanda. Setidaknya terdapat tiga poin penting yang dibagikan oleh Sdr. Theo, OFM, yakni hidup berkomunitas, perihal kedinaan, dan relasi antara OFM Provinsi St. Mikael Malaikat Agung, Indonesia dan OFM Provinsi Belanda.

Poin pertama yang dijelaskan oleh Sdr. Theo terkait hidup berkomunitas. Prinsip utama yang dihidupi para Saudara Dina di Belanda adalah keseimbangan antara hidup berkomunitas dan misi di luar komunitas. Doa menjadi senjata utama dalam menjaga keseimbangan antara hidup bersama dan misi ke luar komunitas. Para saudara di Provinsi Belanda selalu mengikuti ibadat bersama di komunitas mulai dari ibadat pagi sampai ibadat malam (completorium). Demikian pula, dalam mengelola konflik yang muncul dalam hidup bersama, prinsip perdamaian diutamakan dalam menyelesaikan masalah hingga tuntas. Setiap persoalan bersama diselesaikan bersama. Rapat komunitas menjadi wadah yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan seputar hidup bersama.

“Para Saudara Dina di Belanda menghayati kedinaan secara praktis, yakni dengan menghadirkan diri bagi orang-orang miskin, ungkap Sdr. Theo. ‘Menghadirkan diri’ adalah frasa yang mau ditekankan oleh Sdr. Theo serta disampaikan berulang kali. Salah satu contoh konkretnya adalah membuka lebar pintu biara bagi semua orang yang mau datang dan meminta bantuan, terutama kaum gelandangan (homeless). Selain itu, para Saudara Dina juga turun ke jalan-jalan kota guna membantu kaum gelandangan dengan membagikan makanan.

Relasi antara OFM Provinsi Belanda dan OFM Provinsi St. Mikael Malaikat Agung, Indonesia sudah berlangsung lama. Secara historis, para Saudara Dina asal Belanda merupakan cikal-bakal dari Provinsi St. Mikael Malaikat Agung. Sebaliknya, para Saudara Dina asal Indonesia juga telah diutus ke Negeri Kincir Angin untuk tugas studi maupun untuk tugas lain. Saat ini, OFM Provinsi Belanda membuat suatu program yakni membentuk komunitas internasional untuk para Saudara Dina dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Melalui program ini, para Saudara Dina asal Indonesia dapat tinggal di Belanda dalam jangka waktu tertentu, baik untuk live in maupun untuk menjalani tahun sabatikal sambil berbagi pengalaman dengan para Saudara Dina di Belanda maupun dari belahan dunia lain.

Oleh: Sdr. Orsan Sudirman OFM

Ed.: Sdr. Rio, OFM

Post navigation