“Petani Ordo” itu telah dijemput Saudari Maut Badani  

Jakarta-OFM Persaudaraan Fransiskan Indonesia berdukacita. Pada Jumat, 21 November 2025, pukul 08.45 WITA, Sdr. Kristoforus Pudiharjo OFM atau yang biasa dikenal dengan nama Bruder Pudi, meninggal dunia. Beliau dijemput oleh Saudari Maut Badani di RSUD Mgr. Gabriel Manek, Atambua setelah sempat menderita sakit.

Setelah wafat, jenazah Bruder Pudi disemayamkan di biara St. Fransiskus Assisi, Kuneru-Atambua. Pada malam hari, diadakan misa requiem yang dihadiri oleh para Saudara Dina di Gardianat La Verna, Atambua, biarawan-biarawati, serta sejumlah umat. Seusai misa, jenazah Bruder Pudi diantar menuju ke Bandara El-Tari, Kupang. Jenazah Bruder Pudi diterbangkan menuju ke Jakarta pada Sabtu, 22 November, pukul 07.00 WITA.

Para Saudara Dina dan umat datang melayat dan mendoakan Bruder Pudi.

Jenazah Bruder Pudi tiba di Jakarta pada pukul 08.20 WIB. Beberapa saudara dari Gardianat San Damiano, Depok menjemput peti jenazah. Iring-iringan pengantar jenazah tiba di Novisiat Transitus-Depok pada pukul 11.00 WIB.  Para Novis menyiapkan kapel dan ruang kelas menjadi tempat persemayaman bagi peti jenazah Bruder Pudi.

Setiba di Novisiat, beberapa umat segera hadir untuk melawat jenazah Bruder Pudi. Tampak adik dari Bruder Pudi, Sr. Zita, OSU setia menemani sang kakak dari Atambua hingga ke Depok. Sdr. Ignatius Widiaryoso, OFM sebagai Gardian La Verna juga tampak hadir menemani Bruder Pudi dari Atambua sampai ke Depok.

Menjelang malam, semakin banyak pelayat berdatangan. Para Saudara Dina di seputaran Jakarta, Depok, dan Puncak, keluarga, hingga sahabat dan kenalan Bruder Pudi. Pada pukul 19.00 WIB, diadakan Misa Requiem. Misa dipimpin oleh Sdr. Hieronimus Y.D Rupa, OFM didampingi oleh Sdr. Ignatius Widiaryoso, OFM dan Sdr. Agustinus L. Nggame, OFM.

Sdr. Iron Rupa OFM sedang menyampaikan homili.

Dalam homilinya, Sdr. Hieronimus Y.D Rupa (Sdr. Iron) menceritakan kepingan pengalaman perjumpaannya dengan pribadi yang sederhana dan berkomitmen pada persoalan ekologi melalui pertanian organik itu. Seusai misa, umat yang hadir diajak untuk menikmati hidangan makan malam yang telah disediakan. Sementara itu, para novis serta beberapa Saudara Muda turut menjaga peti jenazah Bruder Pudi sampai pagi.

Keesokan harinya, Minggu, 23 November 2025, pada pukul 10.00 WIB, diadakan Misa Tutup Peti dan Pelepasan Jenazah. Misa dipimpin oleh Minister Provinsi, Sdr. Agustinus L. Nggame, OFM, didampingi oleh Sdr. Andreas B. Atawolo, OFM dan Sdr. Ignatius Widiaryoso, OFM. Minister Provinsi dalam homilinya mengemukakan keutamaan Bruder Pudi selama hidupnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak keluarga yang telah menyerahkan Bruder Pudi ke dalam persaudaraan OFM Indonesia. Seusai misa, acara berlanjut dengan mengantar jenazah Bruder Pudi untuk dimakamkan di TPBU Kalimulya I.

Menyanyikan Kidung Segenap Ciptaan di hadapan Bruder Pudi sebelum peti jenazah ditutup dan diantar ke TPBU Kalimulya I.

Ibadat pemakaman Bruder Pudi di TPBU Kalimulya I dipimpin oleh Sdr. Yustinus Agung Setiadi, OFM. Proses pemakaman berjalan dengan penuh hikmat. Cuaca mendukung kelancaran proses pemakaman meskipun sempat mendung. Setelah pemakaman, para pelawat dipersilakan untuk menabur bunga di atas pusara Bruder Pudi. Para pelawat kemudian berangsur-angsur meninggalkan pemakaman sembari mengenang Bruder Pudi dalam doa-doa mereka.

Pemberkatan jenazah dan kuburan sebelum Sdr. Pudi dimakamkan.

Persaudaraan Fransiskan Indonesia kehilangan seorang pribadi yang sederhana dan berkomitmen penuh pada pertanian organik. Namun, semangat dan penghayatan hidupnya sebagai Fransiskan telah menginspirasi banyak orang. Selamat jalan, Sdr. Pudi!

Kontributor: Sdr. Carlo OFM

Ed.: Sdr. Rio OFM

Tinggalkan Komentar