Tentang Holistic Health

Rubrik Saudara Bambang Menjawab berisi konsultasi  seputar kesehatan yang diasuh oleh Sdr. Bambang Trimargono OFM – seorang fransiskan sekaligus dokter yang berkarya di bidang kesehatan.

 

Pertanyaan:

Bruder Bambang yang baik, kali ini saya mempunyai dua pertanyaan, yaitu:

  1. Mengapa Bruder sering menyarankan kepada para saudara yang berkonsultasi kesehatan kepada Bruder untuk minum air putih dan istirahat yang cukup? Apakah itu sungguh dapat menyembuhkan penyakit?
  2. Apa sebenarnya “holistic health” atau Kesehatan menyeluruh itu?

Terimakasih banyak Bruder atas pencerahannya. Selamat bekerja dan melayani! (Sdr. Tanto, OFM)

Jawaban:

Dalam banyak kesempatan saya sering menekankan pentingnya minum air putih dan istirahat yang cukup. Kedua hal tersebut memiliki peran utama dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Untuk memahami peran penting kedua hal tersebut, baiklah kita pahami dahulu apa yang dimaksud sehat.

Sehat pada kebanyakan orang diartikan terbebas dari penyakit, atau hilangnya rasa sakit/yang menyakitkan. Orang dengan pemaham sehat-sakit semacam ini akan menekankan adanya obat-obatan yang menghilangkan rasa sakit/rasa tidak nyaman. Sakit seakan-akan dianggap negatif yang perlu dihidari. Padahal sakit yang kita alami merupakan langkah awal tubuh dalam mengaktifkan pertahanan tubuhnya. Bila ada benda tajam dan runcing yang akan terinjak kaki, pada awalnya rasa nyeri pada kaki diaktifkan/dirasakan sehingga kita dengan spontan mengangkat kaki untuk menghindari benda tersebut lebih dalam melukai kaki kita.

Orang dengan pandangan tersebut akan sulit memahami adanya penyakit-penyakit yang tanpa dibarengi dengan adanya gejala yang mengganggunya, seperti penyakit gula (diabetes), dan tekanan darah tinggi. Sehingga saat menderita penyakit tersebut, ia akan sulit menerima/menolaknya. Pada saat muncul gejala yang mengganggu, barulah ia disadarkan bahwa ia sakit, namun kadang-kadang terlambat, karena kondisi penyakitnya sudah terlalu parah: gagal jantung, atau gagal ginjal.

Lalu apa sebenarnya konsep sehat sakit tersebut? WHO (2015) menyatakan bahwa “Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of diseases or infirmity.” Dengan kata lain sebenarnya sehat merupakan situasi keseimbangan/keharmonisan dari interaksi semua faktor kehidupan: fisik, mental, sosial, spiritual dan bukan semata terbebas dari penyakit atau kelemahan.

Konsep sehat tersebut memberikan gambaran bahwa sehat memiliki cakupan yang luas dan menyeluruh yang pada kesempatan lain kita dapat diskusikan tentang Kesehatan Holistik. Pada saat ini, saya ingin memfokuskan sehat pada unsur fisik tubuh kita yang sebenarnya cukup kompleks: terdiri dari beberapa organ tubuh yang membentuk jaringan system tertentu dan masing-masing system saling mempengaruhi dan dapat berjalan secara harmonis.

Dalam setiap aktivitas sistem tersebut, meskipun dalam keadaan sehat, dalam tingkat sel selalu ada kerusakan atau bahkan kematian sel dan ada pertumbuhan sel baru sebagai gantinya secara harmonis dan seimbang. Pada saat sakit, keseimbangan dan keharmonisan tersebut terganggu, sehingga perlu waktu yang relatif lama untuk membenahi diri dengan cara menghilangkan factor yang menganggu keseimbangan tersebut dan kemudian menumbuhkan sel-sel baru yang menggantikan sel yang rusak karena faktor yang mengganggu tersebut.

Pada saat sela jari kuku kita luka dan kemasukan duri atau kotoran lainnya, beberapa hari kemudian akan timbul bengkak, nyeri, bernanah dan kadang badan panas dingin. Pada saat bengkak dan panas tersebut, cairan darah dan kelenjar limfa yang berisi sel-sel pertahanan tubuh kita difokuskan mengalir ke daerah tersebut. Sel pertahanan tubuh yang terkumpul tersebut menetralkan duri/kotoran yang tersisa hingga membentuk cairan nanah (sel-sel yang rusak/mati yang bercampur dengan kotoran/kuman). Setelah cairan nanahnya dapat dikeluarkan (pecah), reaksi tubuh yang berupa nyeri, panas dingin berangsur reda. Kemudian barulah mulai proses pembentukan jaringan baru yang menutup luka tersebut.

Dalam proses tersebut, tampak jelas cairan berperan dalam menghantar sel-sel pertahanan tubuh ke seluruh tubuh dan dapat difokuskan ke salah satu jaringan organ jika diaktifkan signal adanya gangguan berupa nyeri dan panas. Selain itu, cairan tersebut berfungsi melarutkan kotoran/kuman dalam bentuk nanah untuk dapat dikeluarkan dari jaringan tubuh.

Dalam keadaan sehat pun, cairan mempunyai peran/fungsi penting dalam menjaga keseimbangan suhu, aliran darah dan elektrolit yang memungkinkan reaksi-reaksi kimia metabolisme tubuh berjalan dengan harmonis. Dalam proses metabolisme tersebut akan dihasilkan energi untuk kehidupan sel dan sisa/sampah hasil aktivitas tersebut yang perlu dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk air seni (kencing), keringat, dan uap air dalam pernapasan kita. Semakin lancar proses pengeluaran zat sisa metabolisme, semakin fresh/segar tubuh kita. Kalau tidak lancar, akan timbul rasa pegal dan kadang dapat timbul nyeri. Untuk mempermudah pergerakan/lancarnya proses pengeluaran tersebut, cairan yang cukup banyak akan membantu melarutkannya sehingga kondisinya tidak pekat dan tekanan yang mendorongnya cukup kuat. Namun perlu diingat banyaknya cairan tersebut relatif untuk masing-masing orang; tergantung kondisi jantung yang memompanya dan ginjal yang menyaringnya untuk akhirnya dibuang dalam bentuk air seni.

Selain itu, cairan juga melindungi organ vital kita yakni otak. Otak kita dilindungi oleh cairan otak untuk meredam benturan dengan tulang tengkorak saat kita bergerak. Selain itu, cairan tersebut juga berfungsi menjaga keharmonisan kerja pelistrikan saraf kita, terkait keseimbangan elektrolit yang terlarut di dalamnya. Keadaan ini dapat menjelaskan pada saat kita kekurangan cairan dapat merasakan kelelahan, sulit konsentrasi dan sakit kepala.

Selain cairan, istirahat juga merupakan media penting yang membuat suasana kondusif dalam proses penyembuhan/pemulihan. Dengan istirahatlah proses penyembuhan jauh lebih efektif. Orang yang mengalami patah tulang akan diminta mengistirahatkan daerah yang patah tersebut dengan pemasangan bidai, gips, atau pemasangan ‘pen’ sehingga tulangnya dalam posisi yang baik dan tidak bergerak. Begitu juga istirahat diperlukan juga untuk seluruh tubuh kita dalam menjaga vitalitasnya. Istirahat inilah yang mempercepat pemulihan dari kerusakan jaringan tubuh akibat stress baik fisik maupun psikis/mental.

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *