Jakarta, OFM – Pada 20 hingga 23 Januari 2026, para Saudara Muda OFM tingkat III dan tingkat V (Pasca TOP) mengikuti kursus psikoseksual , bertempat di aula Fransiskus Paroki Hati Kudus Kramat, Jakarta. Kegiatan kursus merupakan kegiatan rutin yang diprogramkan oleh Persaudaraan OFM untuk para saudara muda dalam rangka mematangkan afeksinya sehingga mereka tumbuh menjadi calon religius yang siap untuk hidup selibat.
Kursus yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pengolahan hidup para Frater ini difasilitasi oleh tim Psikologi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Pada 20 Januari 2026 di bawah bimbingan para fasilitator, para Saudara Muda Tingkat III diberikan teks-teks yang berisi sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan kondisi seksual mereka. Mereka juga diminta untuk menggambar pohon, manusia dan gambar apa saja berdasarkan stimulus yang ditawarkan oleh fasilitator. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan wawancara pribadi dengan para fasilitator.
Kemudian pada 21 Januari 2026, Para Saudara Muda Pasca Top mendapat giliran untuk bimbingan pribadi dengan fasilitator sedangkan para Saudara Muda Tingkat III mendalami suatu tema yaitu “Sex dan Gender” bersama Ibu Dhevy. Adapun pokok penting yang ditawarkan oleh ibu Dhevy adalah tentang pemikiran seorang tokoh yang bernama Broffenbrener tentang perkembangan pribadi manusia. Secara sederhana Broffenbrener mengatakan bahwa perkembangan seorang individu tidak pernah terlepas dari pengaruh lingkuangan di sekitarnya baik itu level yang paling kecil atau microsystem yang meliputi keluarga maupun macrosystem yang meliputi ideologi negara dan budaya. Selain itu hal lain yang ditawarkan oleh ibu Dhevy adalah kegiatan menghitung jam kerja dalam keluarga untuk mengetahui apakah dalam keluarga terdapat ketimpangan gender.
Selanjutnya, pada 22 Januari 2026, para Saudara Muda tingkat III mendalami tema tentang dunia digital dalam kaitannya dengan spiritualitas fransiskan. Tema ini dibawakan oleh Pak Jun yang merupakan salah satu fasilitator dan seorang anggota Ordo Ketiga Sekular (OFS). Beliau membantu para Saudara Muda untuk senantiasa menjadikan dunia digital sebagai sarana yang membantu mereka untuk semakin mampu menghayati spiritualitas hidup sebagai Fransiskan. Beliau juga menginformasikan berbagai macam kemungkinan yang akan timbul dari penggunaan media digital bagi kehidupan religius Fransiskan.
Di hari terakhir, 23 Januari 2026 para Saudara Muda tingkat III mendalami tema tentang pengolahan stres. Tema ini dibawakan oleh ibu Angela sebagai salah satu fasilitator. Menurut ibu Angela, stres merupakan suatu hal yang tidak dapat dilepaspisahkan dari kehidupan individu. Kehidupan yang tanpa stres akan terasa bosan dan kosong, sebaliknya kehidupan yang terlampau stres akan merugikan individu juga. Ibu Angela menjelaskan bahwa stres itu memiliki dua bentuk yakni; Pertama, distres yang diartikan sebagai stres yang tidak menyenangkan seperti keadaan cemas, takut dan gelisah. Kedua, eustres yang diartikan stres yang menyenangkan seperti keadaan hati yang baik karena adanya ketegangan yang biasanya bersifat emosional.
Di akhir sesi, ibu Angel menjelaskan tentang cara mengatasi stres. Secara singkat beliau mengatakan bahwa apabila para Frater mengalami stres yang cukup parah doing something! Perkataan itu tidak hanya mengakhiri sesi tetapi juga mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan pengolahan hidup para Saudara Muda.
Sdr. Beatus Elfrid Yosmen OFM

Tinggalkan Komentar