Kebutuhan Air untuk Tubuh Kita

Rubrik Saudara Bambang Menjawab berisi konsultasi  seputar kesehatan yang diasuh oleh Sdr. Bambang Trimargono OFM – seorang fransiskan sekaligus dokter yang berkarya di bidang kesehatan.

 

Pertanyaan:

Bagaimana saya mengukur kebutuhan air untuk saya? Adakah tanda-tanda dari tubuh yang menandakan bahwa saya kekurangan air? (Sdr. Tanto. OFM)

Jawaban:

Terimakasih atas pertanyaan yang bagus dan mendasar. Pertanyaan tersebut pada intinya menanyakan kesadaran akan kebutuhan air dalam tubuh kita. Pada kondisi wajar, tubuh kita selalu memberitahukan kondisi kebutuhan air tersebut. Rasa haus merupakan salah satu ‘warning’ tubuh yang disampaikan kepada kita saat kita kekurangan air. Secara spontan, kita akan tergerak untuk minum.  Namun, kalau ‘warning’ semacam ini sering diabaikan, lambat laun kepekaan kita akan ‘warning’ itu pun menurun. Yang awalnya haus, hingga sangat haus, tetapi tidak ditanggapi; tubuh jatuh dalam kondisi sangat kekurangan air dan respon yang semula haus ingin minum menjadi hilang  dan malas minum serta inginnya tidur. Kondisi terakhir ini merupakan kondisi berat, kondisi tubuh mulai jatuh dalam dehidrasi berat.

Selain rasa haus, tubuh pun memberitahukan kebutuhan air tersebut dengan tanda-tanda kekeringan: mukosa (mulut kering), kulit (kering, kisut, kurang elastis),  mata kering, pedih (bahkan saat nangis tidak keluar air mata), dan buang air kecil  (frekuensinya  menurun serta jumlahnya sedikit dengan warna yang semakin menjadi kuning gelap hingga kecoklatan).  Kondisi tersebut memberitahukan kita bahwa tubuh dalam keadaan kekurangan air.

Lalu seberapa banyak kita mencukupi kebutuhan air tersebut atau berapa gelas harus minum air?

Kebutuhan tubuh akan air dipengaruhi oleh komposisi air dalam tubuh (presentasi air dalam tubuh). Pada bayi, presentasi air dalam tubuhnya besar sekitar 75%. Sejalannya bertambahnya usia presentase air dalam tubuh tersebut menurun. Orang dewasa sekitar 55-65% komposisi airnya; komposisi ini pun berkurang jika kandungan lemak bertambah. Selain itu, berat badan pun sangat mempengaruhi.

Seorang bayi lebih banyak membutuhkan air dari pada orang dewasa. Makanan bayi pun masih berupa cairan dan sejalannya usia, mulai berubah makanannya menjadi lebih padat. Tentunya banyaknya kebutuhan cairan tersebut sebanding dengan berat badannya. Karena itu juga perubahan berat badan yang begitu cepat dapat menunjukkan adanya perubahan komposisi air dalam tubuh. Jika berat badan bayi turun cepat, bayi tersebut mengalami kekurangan cairan.

Mengapa dapat kekurangan cairan,  padahal tidak kelihatan mencret atau kencing yang berlebihan?

Setiap saat tubuh kita perlu air karena setiap saat juga tubuh kita mengeluarkan air dalam rupa uap air (setiap kali kita bernapas), keringat, buang air kecil, dan buang air besar.  Air yang keluar tersebut perlu diganti dengan air yang baru melalui minuman dan makanan yang dikonsumsi. Perlu adanya keseimbangan antara yang keluar dan yang masuk.

Untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan air untuk menjaga kondisi normal tersebut, Malcolm A. Holiday dan William E. Segar telah memberitahui dari hasil penelitiannya yang dikenal dengan nama formula/metode  Holiday Segar:  10kg pertama = 100ml per kg dalam 24 jam; 10kg kedua = 50ml per kg dalam 24 jam; selanjutnya (sisa kg) = 20ml per kg dalam 24 jam.

Sebagai contoh: untuk menjaga kecukupan kebutuhan cairan, seorang anak dengan berat badan 56 kg memerlukan cairan berapa banyak?

Berat badan 56 Kg:

10 kg pertama= 10 x 100 = 1000 ml
10 kg kedua= 10 x 50 = 500 ml
36 kg sisanya= 36  x 20 ml = 720 ml
Jumlah seluruhnya : 1.000 + 500 + 720 = 2.220.
Jadi kebutuhan cairan pada anak 56 Kg tersebut sebanyak 2.220 ml dalam 24 jam.

 

Kebutuhan cairan tersebut hanya untuk mejaga kebutuhan cairan harian. Kebutuhan ini akan meningkat jika tubuh dalam keadaan dehidrasi atau defisit cairan, sehingga kebutuhan tersebut perlu ditambahkan kebutuhan defisit yang terjadi.

 

Dalam proses pemenuhan kebutuhan cairan tersebut perlu diperhatikan juga keadaan fungsi organ-organ yang menjaga homeostasis cairan tersebut. Jika ada masalah pada ginjal dan atau jantung, pemenuhan kebutuhan cairan tersebut perlu dijaga lebih ketat. Pada umumnya dokter akan memperhatikan balance cairan dengan meminta dihitung cairan yang masuk dan yang keluar supaya kondisi cairannya seimbang di dalam tubuh; dan koreksi kebutuhan cairan pun tidak boleh terlalu cepat. Kalau terlalu cepat memenuhi kebutuhan cairan, jantung akan bekerja berat. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk minum banyak sekaligus; yang dianjurkan minum secara bertahap dalam 24 jam hingga memenuhi kebutuhan tersebut. Perlu bijak di sini, agar tubuh tetap dapat menjaga keseimbangannya.

 

 

 

 

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *