KONSEP PEMBANGUNAN EKOPASTORAL PAROKI ST. MARIA RATU PARA MALAIKAT KURUBHOKO

Sdr. Thobias Harman, OFM (Pastor Kepala Maria Ratu Para Malaekat, Kurubhoko, Flores), bersama beberapa umat dalam salah satu kegiatan paroki (sumber gambar: ofm.org)

Latar belakang

Paroki Santa Maria Ratu para Malaikat merupakan salah satu paroki kecil di Keuskupan Agung Ende. Saat ini paroki ini memasuki usianya yang keempat tahun dengan jumlah umat 2400-an. Secara ekonomis, mayoritas umat paroki ini adalah warga sederhana dan miskin sebab 98% masyarakat adalah petani sederhana. Kehidupan ekonomi umat ini berimbas pada kehidupan paroki terutama dalam bidang finansial baik bagi pembangunan rumah ibadah maupun bagi pelaksanaan program DPP dan karya pastoral lainnya. Hal yang paling nyata dan terelakan sebagai dampak dari kehidupan ekonomi umat sederhana ini adalah keadaan kas/keuangan paroki yang sangat minim.

Di pihak lain paroki kecil ini memiliki aset tanah yang cukup luas. Tanah gereja di pusat paroki saja luasnya mencapai 9,67 ha. Sedangkan tanah gereja yang ada di lingkungan stasi dan wilayah terdiri dari beberapa area dengan luas kurang lebih 13 ha. Aset gereja ini tetap tidak dapat mendukung pendapatan paroki dan meringankan beban kontribusi umat bila tidak diolah dan dimanfaatkan. Berpangkal pada realita mayoritas umat adalah para petani sederhana, maka sebagai gembala umat di paroki, kami melihat, menilai dan memutuskan untuk menjadikan sektor pertanian sebagai fokus dan lokus pastoral pemberdayaan umat.

Ada beberapa keprihatinan lain yang menggugah nurani kita sebagai gembala umat terhadap gejala munculnya keengganan generasi muda untuk menekuni profesi sebagai petani. Menjadi petani bukan lagi dianggap sebagai sebuah profesi mulia. Menjadi petani dipandang sebagai “kesialan” dan keterpaksaan karena impian menjadi pegawai tidak tercapai dan pilihan lain pun tidak ada. Dalam konteks ini panggilan “gereja akar rumput” harus mewujud nyata dalam aksi pastoral konkret dalam wujud cara hadir dan berada di tengah umat petani. Gereja harus menunjukkan dengan cara hadir dan beradanya bahwa menjadi petani itu adalah panggilan mulia Allah untuk mengolah alam ciptaan dan bukanlah kutukan atau kesialan. Oleh karena itu, kami para saudara Dina dari provinsi St. Mikael OFM Indonesia yang dipercayakan melayani paroki ini mencoba membangun ekopastoral sebagai bentuk penerapan spiritualitas Fransiskan dalam sinergitas pastoral gereja lokal.

GAGASAN DASAR

  1. Pengembangan dan pemanfaatan aset gereja bagi pertumbuhan dan perkembangan paroki Sta. Maria Ratu Para Malaikat Kurubhoko
  2. Pertanian sebagai lokus dan fokus pastoral pemberdayaan umat paroki St. Maria Ratu Para Malaikat Kurubhoko
  3. Pembangunan demplot kebun organik sebagai tempat belajar dan latihan bagi generasi muda tani Kurubhoko dan umum.

MANDAT

  1. Injil Tuhan Kita Yesus Kristus (Mrk.16:15)
  2. Spiritualitas Fransiskus Asisi yang memandang bumi sebagai saudari yang tidak berhenti menyusui dan menyuap kita.(Kid. Saudara Mata hari;9)
  3. Anggara Dasar Saudara-Saudara Dina(OFM) (AngTBul VII;3-11; AngBul.V) Wasiat St. Fransiskus Asisi (Was.20,21)
  4. Tata Laksana Karya Pastoral Bagi Pastor Paroki Regio Gerejani Nusa Tenggara; 1990 (7,229,234,245)

VISI

PEMBENTUKKAN GENERASI MUDA TANI YANG MANDIRI, DAULAT DAN HARMONI DENGAN SEGENAP CIPTAAN SESUAI TELADAN HIDUP SANTO FRANSISKUS ASISI

MISI

  1. Pembangunan lahan contoh pertanian organik sebagai tempat studi lapangan bagi generasi muda Nginamanu dan umum di pusat paroki St. Maria Ratu para Malaikat Kurubhoko
  2. Pembentukkan dan pendampingan kelompok tani generasi muda dan anak putus sekolah
  3. Pelatihan pembuatan pupuk organik cair dan padat bagi generasi muda
  4. Memotivasi generasi muda putus sekolah untuk menekuni pertanian di lahan sendiri.
  5. Pengembangan ternak bagi pertanian berkelanjutan
  6. Penerapan teknologi tepat guna bagi pertanian dan peternakan
  7. Mengenalkan spiritualitas Fransiskan bagi generasi muda dalam hubungan dengan alam dan segenap ciptaan.
  8. Pelatihan pengolahan pangan lokal dan analisis kelayakan usaha tani.
  9. Konservasi lahan kritis dan penghijauan bukit gundul dan hutan penadah hujan.

PROGRAM

  1. Jangka Pendek
  2. Pembangunan Lahan Contoh pertanian organik
  3. Pembentukan dan pelatihan kelompok tani generasi muda putus sekolah
  4. Pengenalan spiritualitas Fransiskan kepada generasi muda
  5. Jangka Menengah
  6. Pendampingan dan bimbingan generasi muda
  7. Pengolahan hasil panen dan pemasaran
  8. Pelatihan analisis usaha tani
  9. Jangka Panjang
  10. Penguatan kelompok tani generasi muda
  11. Pembangunan penangkar benih tanaman pangan
  12. Pengembangan bibit tanaman hortikultura, palawija serta jagung dan padi secara mandiri

MITRA

  1. Umat Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat Kurubhoko terutama KUB-KUB
  2. PSE paroki Kurubhoko
  3. Pemerintah Daerah kabupaten Ngada; Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Peternakan
  4. Ekopastoral Fransiskan di Pagal
  5. Ordo Fratrum Minorum (OFM) Provinsi St. Mikhael Indonesia

 

(Sdr.Thobias Harman, OFM)

Pastor Paroki MRPM Kurubhoko

 

Sponsor utama

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *