KANESTA MEMBARUI JANJI SETIA KEPADA GEREJA

Jakarta, OFM – Minggu, 19 April 2026, Kapel Panti Asuhan Vincentius Putra pagi tampak ramai. Para saudara dan saudari Fransiskan-Fransiskanes Jakarta (KANESTA) nampak berdatangan memasuki kapel. Di hari Minggu ini berlangsung peristiwa tahunan yang penting bagi setiap keluarga Fransiskan yakni pembaruan janji setia Fransiskan kepada Gereja.

Acara pembaruan janji ini terdiri dari dua mata acara. Pertama, seminar mengenai sejarah keberakaran, ketersebaran, dan kepedulian gerakan Fransiskan yang dibawakan oleh Sdr. Antonius Eddy Kristiyanto, OFM. Kedua, perayaan Ekaristi pembaruan janji setia Fransiskan kepada Gereja. Pada sesi seminar, Sdr. Eddy memberi judul materi: ”Mengulik Dinamika Gerakan Religius Fransiskus Assisi”.

Setelah sesi seminar berakhir, saudari-saudara dipersilakan untuk mengambil waktu jeda sembari mengonsumsi makanan ringan yang telah disediakan oleh panitia. Sesudah jeda waktu 15 menit, saudari-saudara kembali masuk ke kapel panti untuk mengikuti perayaan Ekaristi pembaruan janji Setia kepada Gereja. Perayaan Ekaristi dipimpin secara konselebrasi. Hadir sebagai selebran, Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta. Imam konselebran yang yang turut mendampingi beliau adalah Sdr. Gusti Nggame, OFM selaku pelayan provinsi OFM Indonesia, serta Sdr. Iron Rupa, OFM selaku vikaris provinsi OFM Indonesia.Dalam homilinya, Kardinal menyampaikan betapa pentingnya peran Roh Kudus dalam perjalanan Gereja umat beriman. Beliau memulai homilinya dari kisah Barnabas dan Paulus yang mewarta dan berselisih pendapat. Dari permenungannya, tampak bahwa perselisihan tersebut diperlukan agar pewartaan Injil dapat tersebar luas ke luar Yerusalem. Tanpa peran Roh Kudus, maka Petrus beserta para rasul yang lain tidak berani pergi ke penjuru dunia untuk mewartakan Injil. Tanpa pewartaan Injil, maka tokoh Fransiskus Assisi tidak pernah akan muncul ke permukaan untuk mewartakan cara hidup yang radikal seturut Injil suci. Bahkan dalam membuat Keputusan dalam Konsili Yerusalem, para murid juga menyertakan nama “Roh Kudus”.Setelah homili, perwakilan dari setiap tarekat maju dan berdiri di hadapan altar serta memegang lilin. Serentak, perwakilan beserta umat yang hadir mengikrarkan janji setia mereka di hadapan Kardinal Ignatius sebagai pemimpin Gereja setempat. Perayaan Ekaristi diikuti dengan begitu khusyuk kendati umat memenuhi setiap sudut kapel panti. Bahkan pihak panti menyediakan ruang tambahan untuk mengikuti live streaming bagi mereka yang tidak mendapatkan tempat duduk di dalam kapel panti. Sesudah perayaan Ekaristi selesai, saudari-saudara melanjutkan kegiatan dengan makan siang bersama.

Sdr. Carlo Mukin OFM/FMC

Tinggalkan Komentar