Menjaga Ruang untuk Tuhan

Jakarta, OFM — Bertempat di Rumah Doa St. Maria dari Guadalupe, Duren Sawit, Jakarta Timur, tujuh Saudara Dina berkumpul dan berefleksi bersama. Sebagai program pembinaan lanjut dari tim Ongoing Formation, ketujuh saudara dina dibimbing selama dua hari (16-18/10/2023) oleh Uskup Emeritus Keuskupan Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM. Ketujuh saudara yang ikut dalam pertemuan ini adalah Sdr. Mike Peruhe OFM, Sdr. Bimo Prakoso OFM, Sdr. Berto Jandu OFM, Sdr. Ignas Wagut OFM, Sdr. Triyono OFM, Sdr. Thomas Bambang Winarno OFM, dan Sdr. Stanislaus Sukartanto OFM. Program bina lanjut ini sebagaimana dijelaskan oleh moderator OGF, Sdr. Mateus Batubara OFM ditujukan kepada para saudara yang akan memasuki masa purna karnya (kelompok usia 50-65 tahun). Jadi semacam persiapan (batin) untuk memasuki masa purna karya kelak.

Mgr. Leo Laba Ladjar OFM sedang menyampaikan materi di hadapan para saudara peserta temu pra purna karya.

Selama dua hari, Mgr. Leo memberikan pembekalan kepada para peserta dalam lima sesi pertemuan. Tema umum yang diangkat dalam materi yang disampaikan adalah perihal dimensi kontemplatif dalam hidup dan karya sebagai Saudara Dina. “Mgr. Leo memberikan materi perihal aspek kontemplatif, mas. Jadi jangan sampai kesibukan karya melupakan aspek ini,” jelas Sdr. Triyono di sela-sela pertemuan.

Pada sesi ketiga, Mgr. Leo menjelaskan pentingnya merawat ruang dalam diri bagi Allah. Menurutnya, sebagai manusia dan religius ada satu ruang kosong dalam diri manusia yang menjadi tempat kediaman Allah. Hendaknya ruang itu senantiasa dijaga agar selalu menjadi milik Allah. Sdr. Tanto OFM menuliskan intisari permenungan pertemuan ini pada caption foto bersama (setelah misa penutupan acara) di akun instagramnya, @tanto_ofm demikian, “Purna karya perlu dipersiapkan agar bukan hanya menjadi urutan peristiwa belaka (kronos), tetapi menjadi waktu berahmat (kairos); Belajar lagi dari Bapak Uskup Emeritus Leo Laba Ladjar (mantan magister Novis saya) tentang arti mendalam cara hidup kontemplatif agar bisa lebih tenang memandang segala sesuatu.

Sdr. Mikael Peruhe OFM sedang berbincang-bincang dengan Mgr. Leo di sela-sela pertemuan.

Di sela-sela sesi para saudara memiliki waktu yang lega untuk bertukar cerita dan pengalaman. Sesekali juga sharing pengalaman mengenai karya yang dijalankan. Tujuh Saudara Dina yang hadir ini adalah sebagian dari para saudara yang berada dalam kelompok umur ini. Beberapa saudara tidak dapat hadir dalam pertemuan karena terbentur jadwal tugas. Acara ditutup pada tanggal 18 siang dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Leo. Tak lupa pula para peserta berfoto bersama sebelum kembali ke komunitas dan karya yang dijalani.

Kontributor: Sdr. Rio OFM

Tinggalkan Komentar