MOMEN TRIDUUM DAN TRANSITUS DI BIARA ST. YOSEF PAGAL

PAGAL – Keluarga besar Fransiskan dan semua mereka yang mencintai cara hidup Santo Fransiskus dari Assisi, 01-03 Oktober 2020 kembali mengadakan triduum dan upacara transitus bersama. Hal itu sebagai wujud dukungan, sekaligus penghargaan dan penghormatan terhadap Santo Fransiskus Assisi sebagai pendiri ordo dan juga karena keteladanan hidup sang santo yang sudah menginspirasi banyak orang.

Bertempat di biara Santo Yosef Pagal, Kamis (01/10/2020), selaku pemandu kegiatan triduum, Sdr. Asep Cahyono OFM pertama- tama mengucapkan selamat datang dan berterimakasih kepada para saudara/i  yang sudah meluangkan waktunya untuk bersama-sama mengenang peringatan berpulangnya Santo Fransiskus. Adapun kegiatan ini dihadiri oleh saudara-saudara OFM (pra-postulan, postulan, saudara muda dan saudara tua), para suster FMM, serta  saudara/i Ordo ketiga sekular (OFS). Sebelum memulai kegiatan triduum diadakan ibadat sore bersama yang dipandu oleh para saudara postulan. setelah ibadat sore acara dilanjutkan dengan “reis” (sapa menyapa atau perkenalan singkat), “tujuannya  agar para saudara/i saling mengenal, sehingga pada waktu selanjutnya tidak canggung-canggung untuk berbagi cerita, canda tawa, dll”, tutur Sdr. Asep.

Ada pun tema umum dalam kegiatan triduum ini adalah “iman dan solidaritas di tengah penderitaan”. “Tema ini sangat sangat relevan dengan kehidupan kita, apalagi di tengah situasi pendemi yang terus merongrong perjalanan hidup manusia”, ujar Sdr. Diki. Dalam kegiatan triduum ini, Sdr Asep membagi materi renungannya dalam tiga judul penting yaitu: “Antara Imun dan Iman” (triduum hari pertama), “Kala Derita Mendera” (triduum hari kedua ), dan “Solidaritas sebagai panggilan Berbela Rasa (triduum hari ketiga)

Sabtu (03/10/2020), tepat pukul 17.00 WITA, setelah kegitan triduum selesai, dilanjutkan dengan upacara transitus. Para saudara/i yang hadir tampak begitu khusyuk merenung peristiwa wafatnya bapa Fransiskus. Dalam homilinya, Sdr. Patris mengatakan demikian: “Selama tiga hari ini, topik perbincangan kita selalu mengarah pada penderitaan. Memang benar, itu adalah penderitaan akibat convid-19. Berguru pada St. Fransiskus yang kita kenangkan hari ini, ia juga selama masa hidupnya turut menderita sama seperti Kristus, Tuhan yang kita imani. Apakah kita mau menderita bersama Kristus? Karena itu kita diajak untuk untuk lebih bersungguh-sungguh menjalani spiritualitas kita sebagai seorang fransiskan”.

seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan dengan penuh kegembiraan, hangat, dan penuh persaudaraan. Besar harapannya semoga dengan kegitan ini kita sebagai seorang fransiskan atau pun bagi mereka yang mencintai cara hidup Bapa Fransiskus semakin diteguhkan bukan hanya pada momen-momen seperti ini, tetapi mesti membawanya dalam setiap perjanan hidup kita kapanpun dan di manapun.

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *