Pembaruan Kaul Saudara-Saudara Muda

 

Bertepatan dengan Pesta Santa Maria Ratu Para Malaikat (2/8/21), sebanyak tiga puluh satu Saudara Muda Ordo Saudara-Saudara Dina (OFM) Provinsi St. Michael Malaekat Agung Indonesia, memperbarui kaul. Acara ini dirayakan dalam sebuah Misa kudus yang bertempat di Gereja Hati Kudus, Kramat. Sdr. Mikhael Peruhe OFM, Minister Provinsi OFM Indonesia, memimpin langsung perayaan ini. Sdr. Daniel OFM dan Sdr. Beto OFM menjadi konselebran sekaligus bertindak sebagai saksi dalam pengikraran pembaruan kaul tersebut.

Upacara pembaruan kaul ini tidak dihadiri oleh umat. Meski demikian, upacara tetap berlangsung meriah dan penuh khidmat. Di hadapan Sdr. Mikhael OFM, dengan disaksikan oleh Sdr. Daniel OFM dan Sdr. Beto OFM, dengan suara lantang para saudara menyatakan janjinya kepada Allah untuk menghidupi kaul ketaatan, tanpa milik, dan kemurnian, dan berjanji untuk dengan setia menepati cara hidup dan Anggaran Dasar Saudara-Saudara Dina.

Adapun dari antara tiga puluh satu saudara yang mengikrarkan pembaruan kaul, sembilan saudara melakukan pembaruan untuk jangka waktu tiga tahun sekaligus, sedangkan dua puluh dua saudara lainnya untuk jangka waktu satu tahun. Dengan demikian, semua saudara ini akan menghidupi sumpahnya sesuai dengan jangka waktu yang telah dipilih.

Dalam pesan perutusannya, Sdr. Mikhael OFM menyampaikan kembali keputusan-keputusan Kapitel General yang baru saja berlangsung di Roma beberapa waktu lalu. Salah satu poinnya yakni berupa ajakan kepada para Saudara Muda untuk senantiasa menyadari bahwa persaudaraan ini merupakan sebuah persekutuan lintas batas. Sebuah Ordo internasional. Maka hendaknya sejak sekarang para Saudara Muda harus sudah mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan untuk menjadi seorang misionaris yang sewaktu-waktu dapat ditempatkan di negara mana saja. “Saudara-saudara bukan hanya milik persaudaraan di Provinsi Indonesia. Para saudara adalah milik Ordo. Para saudara akan memiliki kesempatan berahmat untuk dapat menjadi saksi kedinaan di manapun di dunia ini” demikian tandasnya.

Dengan demikian, makna upacara pembaruan kaul ini jelas. Selain merupakan sebuah momentum suci untuk memperbarui janji kepada Allah untuk menghayati kaul-kaul secara konsekuen, setiap saudara juga hendaknya senantiasa merasa diingatkan bahwa mereka dipanggil untuk menjadi saksi tidak hanya untuk yang di sini, tetapi juga untuk yang di sana, di mana pun di dunia ini!

 

Sdr. Tian Gunardo, OFM

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *