“Menghidupi Karisma, Persekutuan, dan Misi Fransiskan di tengah Perubahan Dunia”
Bogor, OFM ― Dinamika Sidang Provinsi memasuki hari kedua (22/09). Para saudara kapitularis mengawali hari dengan Ibadat Pagi bersama pada pukul 06.30 WIB. Ibadat dipimpin oleh Sdr. Marsel Kabut, OFM dan Sdr. Virgi Hezron, OFM. Setelah Ibadat Pagi bersama, para kapitularis melanjutkan acara dengan sarapan sebelum memasuki sesi kedua rekoleksi.
Sesi kedua rekoleksi dimulai pada pukul 08.00 WIB. Pada sesi kedua, Sdr. Martin membahas subtema kedua, yakni persekutuan. Sdr. Martin membahas gagasan persekutuan dalam konteks tradisi spiritualitas Fransiskan. Beliau membahasakan persekutuan sebagai persaudaraan, suatu gagasan dan cara hidup yang sangat dijiwai oleh St. Fransiskus Assisi. Persaudaraan merupakan suatu cara hidup yang sangat injili. “Kata ini (baca: persaudaraan) paling banyak diucapkan oleh Fransiskus dalam anggaran dasar setelah kata Allah,” jelas beliau.
Namun menghidupi persaudaraan injili tidak mudah. Banyak tantangan yang dihadapi. Salah satu poin penting yang diulas beliau adalah perlunya menerima keberagaman setiap saudara. Termasuk kekurangan dan kerapuhan dari masing-masing pribadi. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa semangat persaudaraan perlu dilandasi dengan sikap kerendahan hati.

Rekoleksi sesi 2 dan sesi 3 diberikan oleh. Sdr. Martin Harun OFM pada Senin, 23 September 2025, pagi hingga sore hari.
Sejenak jeda, sesi ketiga dilanjutkan pada pukul 10.30 WIB. Kali ini Sdr. Martin OFM memaparkan materi perihal persaudaraan yang menginjili. Beliau menyampaikan bahwa pertama-tama para Saudara Dina mesti memberi diri untuk diinjili oleh Kristus sendiri dengan cara mendengarkan sabda-Nya. Setelah memberi diri dihidupi oleh Injil, maka para Saudara Dina akan mampu memancarkan cahaya Injil kepada sesama. Cara-cara yang kreatif juga diperlukan untuk memancarkan Injil Tuhan di zaman yang terus berubah. “Hidup yang sungguh-sungguh sebagai Saudara Dina, juga merupakan bentuk evangelisasi,” ulas beliau dalam pembahasannya.
Rekoleksi berpuncak pada perayaan ekaristi di ruangan Alamanda yang disulap menjadi kapel selama Sidang Provinsi berlangsung. Ekaristi dipimpin oleh Sdr. Haryo, OFM didampingi oleh Sdr. Marsel Kabut, OFM dan Sdr. Mateus Batubara,OFM. Terinspirasi dari bacaan kitab suci dan materi rekoleksi, dalam homilinya Sdr. Mateus menekankan sikap mendengarkan sebagai bentuk kerendahan hati.

Sdr. Mateus Batubara OFM sedang menyampaikan homili dalam misa penutupan rekoleksi.
Sdr. Mateus menyampaikan bahwa manusia diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut agar lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Terlalu banyak bicara dapat menciptakan tembok yang membatasi orang dalam berelasi. Sebaliknya, dengan mendengarkan, seseorang justru akan membangun jembatan agar bisa berelasi antara satu dengan yang lainnya. Beliau berharap agar selama sidang berlangsung, keutamaan mendengarkan ini juga dimiliki oleh para saudara. Para saudara perlu mendengarkan satu sama lain perihal hidup dan karya yang dijalani di berbagai medan pastoral. Setelah perayaan Ekaristi, acara berlanjut dengan makan siang bersama.
Pembukaan sidang secara resmi terjadi pada pukul 16.30 WIB. Sidang dibuka oleh Sdr. Kons Bahang OFM selaku pemimpin Sidang Provinsi 2025. Setelah itu, Sdr. Kons mengkonfirmasi kehadiran para kapitularis dengan melakukan presensi. Beliau membacakan dengan tegas dan lantang pesan Minister General yang mendukung terlaksananya acara tiga tahunan ini. Pada bagian akhir, beliau memperkenalkan perangkat panitia pendukung pelaksanaan Sidang Provinsi serta pembacaan aturan sidang oleh ketua P3SP (Panitia Persiapan dan Pelaksanaan Sidang Provinsi), Sdr. Jimmy Tnomat OFM.

Pemukulan gong oleh Visitator General, Sdr. Kons Bahang OFM, didampingi oleh Minister Provinsi serta disaksikan oleh para kapitularis menandai dimulainya Sidang Provinsi 2025 secara resmi.
Para kapitularis melanjutkan acara dengan makan malam bersama setelah pembukaan sidang. Setelah makan malam, rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan ibadat Completorium di kapel. Ibadat dipimpin oleh Sdr. Marsel OFM dan Sdr. Virgi OFM selaku petugas liturgi pada hari ini (22/9). Setelah Completorium, para saudara bergegas menuju ke ruang rekreasi yang terletak di lantai tiga . Para saudara merayakan perjumpaan dan persaudaraan dengan menari dan bermain bersama. Suguhan sederhana disiapkan guna mempererat ikatan persaudaraan.
Kontributor: Sdr. Carlo OFM
Ed.: Sdr. Rio OFM

Tinggalkan Komentar