“Menghidupi Karisma, Persekutuan, dan Misi Fransiskan di tengah Perubahan Dunia”
Bogor, OFM ― Pagi yang cerah membingkai jalannya dinamika Sidang Provinsi 2025 hari keempat (24/09). Para peserta mengawali sidang dengan berkumpul di Kapel pada pukul 06.00 WIB untuk mendoakan ibadat pagi. Ibadat dipimpin oleh Sdr. Patris Mbete, OFM dan Sdr. Ruben Moruk, OFM. Doa Kami menyembah Engkau dan Angelus senantiasa menjadi pembuka momen bersama Allah ini. Ibadat dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Sdr. Iron Rupa, OFM didampingi oleh Sdr. Hermenegildo, OFM. Seusai misa, acara berlanjut dengan sarapan.
Pada pukul 08.00 WIB, para peserta kembali berkumpul di ruang pertemuan. Siraman rohani dari tim refleksi kilas-balik mengawali sesi pagi. Refleksi apik diperdengarkan oleh Sdr. Frumens OFM. “Doa memiliki efek terapeutik, memberi penyembuhan,” ungkap Sdr. Frumens dalam salah satu bagian refleksinya. Ungkapan ini menarik perhatian redaksi dan digarisbawahi juga oleh moderator sidang dalam pembukaan sesi pagi.

Sdr. Bastian OFM sedang menyampaikan laporan finansial tarekat di hadapan para peserta sidang.
Sesi pagi masih bertemakan pemaparan laporan. Kali ini, pemaparan laporan ditampilkan oleh tim keuangan provinsi. Pemaparan disampaikan oleh Sdr. Bastian OFM, Sdr. Deddie Kurniadi OFM, dan Sdr. Laurens Tueng OFM selaku tim keuangan provinsi. Sdr. Bastian OFM menyampaikan panorama umum kondisi finansial provinsi selama tiga tahun terakhir. Sdr. Deddie OFM memberikan sejumlah catatan dan penjelasan teknis mendetail terhadap laporan. Sementara itu, Sdr. Laurens OFM menyampaikan refleksi berdasarkan laporan yang telah disampaikan.
Melalui refleksinya, beliau mengungkapkan aspek fraternitas dan minoritas dalam perspektif finansial tarekat. Aspek tersebut tampak dalam usaha dan kerelaan setiap saudara untuk bekerja sama dan bahu-membahu membangun kemandirian finansial komunitas serta gardianat. Pada akhir refleksi, Sdr. Laurens OFM berterima kasih kepada para saudara yang telah berusaha dalam cara masing-masing untuk menyokong dan mendukung kehidupan bersama dalam persaudaraan.

Sdr. Mike Peruhe OFM sedang memberikan catatan dan penjelasan terkait pemaparan laporan dari tim keuangan.
Laporan tersebut mendapatkan catatan dari Visitator General dan Minister Provinsi. Visitator General memberi catatan pada kaitan antara aspek misi dan dukungan finansial terhadap misi yang dijalani oleh persaudaraan dan tarekat. Para peserta yang lain turut mencermati laporan. Tanya jawab terhadap laporan berlangsung secara interaktif dan dimoderatori oleh Sdr. Wilhelmus Gonsalit Saur, OFM. Sesi ini berlangsung hingga turun minum pada pukul 10.30 WIB

Sdr. Tian Gunardo OFM, perwakilan Saudara Muda, sedang menyampaikan pokok-pokok usulan dan refleksi di hadapan para peserta sidang.
Pada pukul 11.00 WIB, para peserta kembali ke ruang sidang untuk mendengarkan pemaparan tentang dokumen Instrumentum Laboris. Dokumen ini memuat poin-poin panduan yang akan didalami setiap peserta sidang dalam diskusi kelompok. Poin-poin tersebut tentunya berkaitan dengan tema Sidang Provinsi 2025 yakni tentang “Kharisma, Persekutuan (Persaudaraan), dan Misi Fransiskan di Tengah Perubahan Dunia”. Pada sesi ini, perwakilan Saudara Muda memperoleh kesempatan menyampaikan pokok-pokok refleksi dan usulan yang telah dipersiapkan ketika mereka menjalani retret di RR. Samadi Shalom, Sindanglaya, 26 Juli – 2 Agustus 2025. Sesi kedua ditutup dengan Ibadat Siang bersama.

Merayakan perjumpaan di sela-sela sidang
Cerah mentari pagi berganti hujan senja hari. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat peserta sidang untuk kembali berkumpul ke ruang pertemuan. Sesi ketiga dimulai dengan Ibadat Sore bersama pada pukul 16.30 WIB. Sesi ketiga diisi dengan pendalaman bersama pokok-pokok diskusi kelompok. Pokok-pokok diskusi kelompok tersebut dirancang oleh steering committee dan tim perumus. Pendalaman terjadi dalam bentuk tanya-jawab, koreksi, serta usulan dari para peserta sidang. Diskusi kelompok itu sendiri akan diadakan keesokan harinya (25/9).
Seluruh rangkaian acara pada Sidang Provinsi hari keempat berakhir dengan Ibadat Malam (Completorium) bersama. Setelah completorium, sejumlah peserta memilih untuk beristirahat. Sebagian memilih untuk merayakan perjumpaan dengan ngobrol bersama dan rekreasi.
Kontributor: Sdr. Carlo OFM
Ed.: Sdr. Rio OFM

Tinggalkan Komentar