75 Tahun Ordo Santa Clara Hadir di Indonesia

Kapel Biara St. Clara Pacet dihias lebih meriah dari biasanya. Dua jambangan besar diisi air. Lilin-lilin bernyala terapung dengan tenang. Sementara, mawar-mawar putih mengelilingi kedua jambangan itu. Bunga-bunga anggrek ungu ditebar laksana karpet di depan altar. Sebuah dekorasi yang memberi kesan ketenangan dan keteduhan. Sebuah dekorasi yang penuh dengan perlambang. Lilin bernyala melambangkan St. Klara. “Klara” atau Clara/Chiara artinya cahaya. Air melambangkan keheningan. Dominasi warna ungu melambangkan pertobatan. Dengan kata lain, dekorasi ini menunjukkan cara hidup para suster Klaris yaitu pertobatan yang terus menyala di dalam keheningan (pingitan).

Hari ini (8/12) suster-suster St. Klara merayakan 75 tahun kehadiran Ordo Santa Clara di Indonesia. Misa syukur dipimpin oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur OFM (Uskup Bogor) didampingi oleh Sdr. Adrianus Sunaroko OFM (Minister Provinsi) dan Sdr. Dedie Kurniadi OFM (Gardian Puncak). Dalam kata pengantar, Uskup Bogor mengulas kembali sejarah singkat kedatangan suster-suster Klaris pertama di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Bapa Uskup membacakan surat pengutusan dari Paus ketika para suster Claris beraudiensi ke Roma sebelum berangkat ke Indonesia. ”Anda, kalian para suster yang akan berangkat ke Indonesia untuk mendirikan biara pingitan, adalah biara tertutup pertama di sana. Dengan demikian anda sungguh-sungguh mendirikan pusat doa, banyak berkorban dan dengan demikian layak mengumpulkan pahala bagi jiwa-jiwa. Dengan doa dan matiraga, anda dapat menopang karya para misionaris dan menyuburkannya, sehingga bekerjasama demi pertobatan bangsa di sana. Itulah panggilan anda”.

Sementara itu, Sdr. Narko dalam kotbahnya mengajak umat dan suster-suster Klaris khususnya untuk meneladan seorang wanita unggul yaitu Maria. Sebagaimana Maria, kita dipanggil untuk ”menjadi kudus dan tak bercela”. Para suster juga diajak untuk memberi tempat seluas-luasnya, membuka hati selebar-lebarnya agar Sang Sabda tinggal di dalamnya. Selain itu, Minister Provinsi OFM Indonesia ini juga menyampaikan harapannya kepada para suster Klaris. Semoga suster Klaris bisa memberi kesaksian dalam cara hidup yang sederhana, kontemplatif, memberi waktu yang banyak untuk berdoa, hidup dalam pingitan. Cara hidup ini menunjukkan dan mengingatkan (khususnya kepada kami yang hilir mudik di dunia ini) betapa Allah lah yang terpenting, kehendakNya lah yang harus terjadi, bukan kehendak kita betapa pun baiknya.

75 tahun klaris
75 tahun klaris
75 tahun klaris
75 tahun klaris
oa088941

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *