
Jakarta, OFM – Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia melanjutkan rangkaian Centenary peristiwa hidup St. Fransiskus Assisi dilanjutkan dalam entitas pada Kamis (01/02) sore, pukul 17.00 WIB. Setelah merayakan 800 Tahun Anggaran Dasar dengan Bulla dan Peristiwa Natal di Greccio pada tahun 2023 lalu, pada tahun 2024 ini para Fransiskan merayakan delapan abad peristiwa stigmata yang dialami St. Fransiskus Assisi, dałam suatu perjumpaan virtual. Titik pusat dari seluruh acara yang diikoordinir Dapur Penginjilan dan Spiritualitas (DPS) ini adalah ruang studio Franciscan Media Center. Ibadat tematis yang dipimpin oleh Sdr. Stanislaus Agus Suhariyanto, OFM mengawali temu persaudaraan ini. Dalam ibadat, Sdr. Haryo membacakan kisah singkat peristiwa stigmata St. Fransiskus Assisi dari Legenda Mayor karangan St. Bonaventura, secara khusus pasal XIII.

Minister Provinsi sedang menyampaikan sambutan dalam pertemuan virtual Tahun Stigmata 2024.
Pada kesempatan berikutnya, Sdr. Mikael Peruhe, OFM, Minister Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia, menyapa dan memberikan kata sambutannya. Pada awal sambutannya ia mengatakan bahwa perjumpaan St. Fransiskus dengan Yesus yang Tersalib mendorong gerakan Fransiskan di sepanjang sejarah untuk menjumpai mereka yang sakit, tersalib, dan tersingkirkan. Sdr. Mike, OFM, mengajak para Saudara untuk kembali memaknai pentingnya keheningan dan kontemplasi dalam kehidupan sehari-hari. Pada bagian akhir, Sdr. Mike mengungkapkan harapannya: “Semoga kita selalu ingat bahwa Kristus hadir dalam diri kita. [Ia] menginginkan kita masuk ke dalam persekutuan kasih, masuk ke dalam kemuliaan kekal. Ia menaruh tangganya dalam diri kita agar kita dapat bertransformasi seperti hamba-Nya, Santo Fransiskus dari Assisi.”
Selanjutnya, Sdr. Agustinus L. Nggame, OFM, Direktur DPS, mengantar para Saudara untuk mendalami beberapa poin penting perihal relevansi stigmata yang dialami oleh Bapa Serafik. Tahun 2024 dicanangkan sebagai Tahun Stigmata yang ditandai dengan refleksi, kontemplasi, dan doa. Selain itu, Sdr. Gusti, OFM memaparkan program-program strategis DPS yang akan dilangsungkan pada tahun 2024 ini, secara khusus pada tingkat provinsi.

Berfoto bersama di ruang studio FMC. (Ki-ka) Sdr. Fanus Arito OFM sebagai moderator pertemuan, Sdr. Mikael Peruhe OFM selaku Minister Provinsi, Sdr. Gusti Nggame OFM selaku ketua DPS, dan Sdr. Haryo OFM selaku pemimpin ibadat pembuka dan pelayan Gardianat Assisi.
Sesi sapa salam antargardianat menjadi pamungkas acara yang juga ditunggu-tunggu para peserta. Pada kesempatan ini, para Saudara saling memberikan salam, menceritakan kondisi persaudaraan di masing-masing gardianat, dan mengungkapkan harapannya pada tahun 2024. Para Gardian diberi kesempatan untuk memimpin para Saudara dalam acara ini dan beberapa gardianat memberikan sapa-salamnya dalam rupa video. Saudara-saudara dari Timor Leste, New Zealand, Turki, Tanah Suci, dan Italia turut memeriahkan acara ini. Keseluruhan acara ditutup dalam doa yang dipimpin oleh Sdr. Siprianus Sina, OFM dan Minister Provinsi memberikan berkat penutup.

Para Saudara Dina berfoto bersama di akhir pertemuan.
Sdr. Vincentius Gabriel, OFM

Tinggalkan Komentar