Keuskupan Tanjungkarang Resmi Membuka Tahun Yubileum Fransiskus Assisi

Lampung, OFM – Keuskupan Tanjungkarang antusias menyambut Tahun Yubileum khusus St. Fransiskus Assisi yang diumumkan Paus Leo XIV pada 10 Januari 2026 yang lalu. Melalui dekritnya, Paus menetapkan tahun Yubileum Fransiskus untuk mengenang 800 tahun meninggalnya si miskin dari Assisi, gelar unik yang disematkan pada Santo pelindung lingkungan hidup ini.

Gereja lokal Keuskupan Tanjungkarang mulai merayakannya dengan mengadakan misa pembuka Tahun Yubileum Fransiskus Assisi pada 2 Februari 2026 bertempat di gereja St. Yusuf Pringsewu Lampung. Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo dan didampingi oleh para imam konselebran yakni para Romo OFM, OFM.Conv, Pastor Paroki dan Pastor Vikaris Paroki St. Yusuf Pringsewu. Sebelum Ekaristi, para Fransiskan dan Fransiskanes Lampung berisiniatif mengadakan sarasehan. Hadir dalam kegiatan ini para biarawan-biarawati yang tergabung dalam komunitas keluarga Fransiskan-Fransiskanes Lampung, serta umat paroki St. Yusuf Pringsewu.       Dalam kesempatan ini juga Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo menetapkan beberapa tempat untuk dijadikan destinasi ziarah selama Tahun Yubelium khusus ini, yaitu: Gereja Paroki St. Theodorus Liwa, Stasi St. Fransiskus Asisi, Sekincau-Paroki St. Theodorus Liwa, Gereja Paroki Keluarga Kudus Baradatu, Gereja Paroki Kalirejo, Gereja St. Petrus, Unit Pastoral Sukoharjo, Gereja Hati Kudus Yesus dan Kapel Suster FSGM Pringsewu.

Semarak Yubileum Fransiskus Assisi Menggema di Paroki St. Theodorus Liwa

Pada Minggu, 15 Februari 2026, umat Paroki St. Theodorus Liwa membuka Tahun Yubileum Fransiskus secara resmi untuk tingkat parokial di Keuskupan Tanjungkarang. Perayaan Ekaristi pembukaan Tahun Yubileum ini dirayakan secara bersamaan di dua tempat, yaitu di Gereja Paroki Liwa dan kapel Stasi St. Fransiskus Asisi Sekincau. Ekaristi masing-masing dipimpin oleh Rm. Johan Stau OFM & Rm. Suprobo OFM.  Di pusat Paroki, Ekaristi diawali dengan pemberkatan taman doa dan patung St. Fransiskus Asisi. Patung Fransiskus kemudian diarak menuju gereja diiringi lagu pembuka perayaan. Rm. Johan OFM dalam homilinya mengajak umat untuk meneladani sikap dan cara berpikir St. Fransiskus Assisi, khususnya dalam hal membawa damai, menjaga persatuan gereja serta menjaga dan merawat alam ciptaan lainnya.Peristiwa serupa juga terjadi di kapel Stasi St. Fransiskus Asisi, Sekincau. Pembukaan Tahun Yubileum ini ditandai dengan pemberkatan patung St. Fransiskus Assisi dan pemberkatan gapura khusus tahun Yubelium St. Fransiskus Asisi. Perayaan penuh sukacita ini diakhiri dengan makan siang bersama.

            Kontributur: Sdr. Johan Stau, OFM – Editor: Sdr. Efendy Marut OFM/FMC

Tinggalkan Komentar