Belajar dari “KAMPUNG”

Staf Ekopastoral Fransiskan dalam kegiatan penghijauan di Pagal, Manggarai, Flores

Berdasarkan penanggalan kalender JPIC-OFM Indonesia, hari ini (21 Mei) menjadi peringatan “Hari Hutan”. Selain peringatan “Hari Hutan”, dalam bulan ini (Mei) ada beberapa peristiwa penting yang juga patut kita rayakan, seperti Bulan Maria, pekan Laudato Si’ atau perayaan 5 tahun Laudato Si’, dan hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga. Peristiwa-peristiwa ini patut kita renungkan bersama sebab terkait erat dengan ibu bumi sebagai rumah kita bersama.

Bulan Maria dimaknai sebagai kefeminiman yang dihubungkan dengan ibu bumi, pekan Laudato Si juga banyak berbicara tentang kerusakan ibu bumi, sementara itu hari kenaikan Tuhan menggunakan simbol “bukit” sebagai tempat Tuhan menunjukkan keagungan-Nya (Bdk. Mat 28:16-20), dan “Hari Hutan” mengingatkan kita akan makna penting “hutan” bagi kehidupan kita. Lebih dari sebuah perayaan, peristiwa-peristiwa yang kita peringati ini turut mendesak kita untuk mewujudkan aksi-aksi nyata yang diharapkan berpihak pada kelestarian lingkungan. Maka langkah konkrit perlu dibuat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Kemajuan Teknologi memberikan pemahaman kepada kita tentang homogenitas. Kita lupa bahwa upaya penyatuan atau penyeragaman itu sebenarnya melupakan keunikan dan kompleksitas masing-masing  individu, peristiwa, dan tempat. Kita semua diseragamkan serta dituntut untuk mengikuti berbagai kemajuan yang ada di kota besar dan mengabaikan berbagai aspek di desa yang sebenarnya lebih kaya. (Ecofeminis: Perspektif Gerekan Perempuan dan Lingkungan)

Kini upaya pemahaman yang lebih holistik menjadi sentral. Hutan tidak boleh lagi dilihat sebagai obyek untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia, tetapi harus dipandang sebagai bagian dari hidup manusia. Hutan adalah bagian dari rantai ekosistem yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Analogi yang bisa dipakai adalah sistem pencernaan manusia. Jika saja usus atau mulut mengalami kerusakan serta dilihat secara terpisah dan tidak lagi dilihat sebagai bagian dari keselurhan sistem pencernaan, maka hal itu akan berbahaya dan mengganggu keseluruhan proses pencernaan. Demikian pula dengan hutan yang harus dilihat dalam sebuah cara pandang yang holistik, sebagai suatu tatanan dengan sistem jaringan yang saling terkait untuk mendukung kehidupan manusia.

Sebelum mengadakan kegiatan penghijauan, para staf Ekopastoral Fransiskan mengikuti misa kudus yang dipimpin direktur Ekopastoral Fransiskan, Sdr. Johny Dohut, OFM

Ekopastoral Fransiskan-Pagal, memberikan contoh konkrit kepada kita semua tentang kepedulian kepada kelestarian lingkungan hidup. Hari ini mereka yang berada di desa memberikan pelajaran kepada kita semua tentang pentingnya upaya merawat bumi kita bersama. Mereka yang berkarya di Ekopastoral Fransiskan-Pagal tidak pernah melakukan kegiatan ini hanya untuk kehidupan mereka. Langkah konkrit ini dilakukan untuk kehidupan kita bersama tanpa memandang perbedaan status atau latar belakang. Kini, di tengah wabah Corona ini, di tengah jeritan ibu bumi dan usaha bumi menyembuhkan dirinya, marilah kita sejenak menarik diri, dengan rendah hati belajar dari mereka yang berada di desa, yang tidak pernah bekerja hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Dengan kebajikan yang mereka miliki, mereka berusaha untuk memperbaiki lingkungan, yang pada akhirnya memberi manfaat bagi kehidupan kita semua. Mereka dari desa telah memberikan contoh, sekarang pertanyaan bagi kita; “apa yang bisa kita lakukan?”

 

Oleh sdr. Rommy Kasimo, OFM

Post navigation

Komentar

  1. Martin Harun ofm
    Mei 21, 2020 at 17:17

    Tentu saya bergembira dengan setiap pohon yang ditanamkan pada tgl 21 mei, tapi coba JPIC sekali mencek semua hari khusus yang disebut di penanggalan tahunannya. Apakah organisasi nasional atau internasional memang pegang tanggal itu atau lain. Supaya kita lebih kuat dengan bergerak bersama. Thanks dan sekam.

    • framinor
      Mei 21, 2020 at 21:08

      Baik Pater, terimakasih untuk masukannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *