Rekoleksi bulanan para Saudara Muda pada bulan April (2-3/04/2022) tampak sedikit berbeda. Jika biasanya rekoleksi diberikan oleh para Fransiskan-Imam atau Bruder, kali ini rekoleksi diberikan oleh Sr. Agnesa, FSGM. “Kita pun membutuhkan suara dan renungan dari seorang saudari kita” komentar salah seorang Saudara Muda di komunitas St. Fransiskus, Kramat.

Dalam rekoleksi ini, Sr. Agnesa, FSGM mengajak para Saudara Muda untuk merenungkan tema “Hidup tanpa Milik”. Suster Agnesa mengajak para Saudara Muda kembali kepada semangat awal persaudaraan Fransiskan yakni kedinaan. Mengawali rekoleksi, Suster Agnesa memberikan perbandingan perihal kehidupan para Fransiskan Muda di komunitas masing-masing dengan masyarakat pada umumnya, terutama orang-orang miskin. Terlihat perbedaan cukup mencolok karena, “hidup kita ternyata lebih terjamin dibandingkan dengan orang-orang di luar sana” jelasnya.

Para Saudara Muda di Komunitas St. Fransiskus, Kramat sedang mengikuti rekoleksi yang tetap dijalankan secara daring.

Hidup tanpa milik selalu berarti harus meninggalkan ke-aku-an atau egoisme diri. Egoisme menghambat gerak untuk berbagi dan mengasihi sesama. Bagi para Fransiskan, hidup tanpa milik adalah a way of life yang mesti dihidupi oleh semua saudara. Secara spiritual hidup tanpa milik berarti bergantung pada penyelenggaraaan Ilahi.

Menutup rangkaian rekoleksi, Sr. Agnesa mengajak para Saudara Muda untuk berani menjadi berkat bagi sesama. “Kita tidak punya harta apa-apa, akan tetapi kita memiliki bakat dan kelebihan. Berikanlah itu sebagai persembahan diri kita kepada orang lain” ungkapnya.

Sdr. Germanus Duur, OFM

Ed. Sdr. Rio, OFM