Beri Warna Persaudaraan dan Kedinaan Bagi Dunia

Pertemuan terbatas antara Minister General, Definitor General bersama Minister Provinsi dan Definitorium

 

Jakarta, OFM – Visitasi Minister General di Jakarta pada Selasa (13/8/2024) diwarnai dengan sejumlah agenda pertemuan. Pertama, pada pukul. 09.00 WIB, bertempat di Ruang Bakat-Minat Panti Asuhan Vincentius Putera, Kramat,  Sdr. Massimo bersama Sdr. John Wong OFM dan Sdr. Baptist D’sousa OFM mengadakan pertemuan terbatas dengan Minister Provinsi, Vikaris,  serta  anggota definitorium. Pada pertemuan ini, para anggota definitorium memberikan gambaran singkat terkait tugas dan peran masing-masing termasuk peran dewan-dewan dan komisi-komisi dalam Persaudaraan OFM Indonesia. Hal lain yang disampaikan dalam pertemuan ini adalah implementasi hasil Kapitel Provinsi, roadmap setiap gardianat, monitoring dan evaluasi, serta berbagai kegiatan animasi yang dilakukan oleh dewan dan komisi kepada para Saudara. Sebagai tanggapan, Sdr. Massimo memberikan apresiasi atas kerja sama anggota definitorium, dewan dan komisi-komisi, serta berbagai rencana kegiatan yang terencana dan tersusun rapih. Beliau juga memberi masukan untuk diperhatikan oleh persaudaraan untuk, “meninjau kembali gardianat-gardianat sehingga dapat sesuai dengan Konstitusi Umum di mana setidaknya setiap gardianat memiliki tiga Saudara Dina berprofesi kekal.”

Sdr. Massimo sedang memberikan sejumlah input di hadapan para peserta rapat.

 

Kedua, pada pukul. 10.30 WIB, di tempat yang sama, pertemuan berlanjut. Anggota pertemuan bertambah, yakni, para Gardian (gardianat-gardianat di Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Bogor, ditambah dengan gardianat Foligno, Monte Cassale, Greccio, dan utusan komunitas Magalau), dewan dan komisi (termasuk Direktur JPIC-OFM Indonesia), serta para Magister. Pada pertemuan ini,peserta rapat berkesempatan membagikan pengalaman hidup dan karya sebagai Saudara Dina di setiap gardianat dan entitias dengan coraknya masing-masing. Sdr. Massimo menegaskan kembali poin penting yang di sampaikan pada pertemuan sebelumnya, yakni mengenai “pengaturan kembali” gardianat-gardianat agar sesuai dengan Konsitusi Tarekat. Beliau menambahkan pula, “kehadiran para Saudara di setiap entitas memberikan warna Persaudaraan dan Kedinaan bagi dunia. Persoalan dan kesulitan tentu banyak, tetapi perlu disadari bahwa Saudara tidak berjalan sendiri.” Ia juga memberikan apresiasi atas kesaksian hidup para Saudara di setiap entitas dengan segala tantangan yang dihadapi.

Sukacita berada di tengah para pelajar.

 

Pada jeda waktu antara dua pertemuan tersebut Sdr. Massimo bersama Sdr. John dan Sdr. Baptist, menyempatkan diri  mengunjungi siswa-siswi, guru dan karyawan di Yayasan Fransiskus, Sentiong. Kunjungan singkat tersebut diterima dengan sangat meriah. Para siswa sangat antusias menyambut kehadiran Sdr. Massimo. Beliau dan rombongan diterima di halaman sekolah dengan tarian tor-tor dan pengalungan ulos.

Pertemuan berlanjut pada sore hari. Kali ini,  Minister Provinsi mengadakan pertemuan secara khusus dengan para Novis dan Saudara Muda. Pertemuan bertempat di Aula St. Fransiskus, Kampung Ambon. Dalam perjalanan menuju tempat pertemuan, beliau berkesempatan untuk mengunjungi secara singkat Biara St. Antonius Padua dan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta.

Sejenak mengunjungi STF Driyarkara dan berpose bersama Ketua STF Driyarkara, Dr. Simon Lili Tjahjadi (baju putih).

 

Ketiga, pertemuan bersama para Novis dan Saudara Muda dimulai pada pukul  16.00 WIB. Kedatangan Sdr. Massimo dan rombongan disambut secara meriah oleh para Saudara Muda. Beliau diterima dalam seremoni dan tarian adat Dawan (Timor, Nusa Tenggara Timur) di halaman sekolah. Usai penerimaan, acara dilanjutkan dengan pertemuan dengan para  Novis. Wakil Sekretaris untuk Formasi dan Studi Curia Generalat, Sdr. Hieronimus Yoseph Dei Rupa OFM, bertindak sebagai penerjemah dalam pertemuan ini. Minister General memberikan sejumlah wejangan berarti kepada para Novis. “Perjalanan saudara masih sangat panjang, maka jadilah pribadi yang penuh antusias dan memiliki semangat yang tinggi. Jadilah pribadi pendoa dan ikhlas memberikan diri dalam pelayanan di komunitas,” pesan beliau kepada para Novis.

 

Kehadiran Minister General disambut secara hangat oleh para Saudara Muda

 

Beliau juga mengajak para Saudara Novis untuk mengenal secara lebih dekat pribadi St. Fransiskus Assisi dengan membaca kisah hidup, tulisan-tulisan, dan karya-karyanya. “Bacalah kisah dan cara hidup St. Fransiskus Assisi dan mulailah menjadi sahabatnya dengan membaca tulisan-tulisannya. Bercakap-cakaplah dengannya juga lewat karya-karyanya,” tambahnya. Sdr. Massimo juga mengajak para Saudara Novis untuk meningkatkan hidup doa dan kebaktian suci. “Hidup doa sangat penting bagi setiap saudara, maka setiap saudara perlu membuat aturan pribadi sehingga bisa membagi waktu dengan baik antara doa bersama dan doa pribadi. Perlu juga saudara meluangkan waktu pribadi untuk hening dan membaca Kitab Suci, seperti Fransiskus yang menjadikan Injil sebagai pedoman bagi hidupnya” tegas Sdr. Massimo.

Minister General mendengarkan para Novis berkisah tentang panggilan mereka.

 

Sementara itu, pada pertemuan interaktif dengan para Saudara Muda, Sdr. Massimo menekankan pentingnya seorang Saudara Dina melakukan pembedaan roh (discernment) dan berefleksi dalam menjalani panggilan hidupnya. Beliau mendorong para Saudara Muda yang sedang belajar filsafat dan teologi untuk memanfaatkan momen (studi) ini dengan baik sebagai pijakan melangkah lebih jauh ke depan dan menyiapkan diri untuk tugas perutusan kelak. “Saudara perlu mengembangkan dan menyatukan apa yang menjadi visi saudara ke depan dengan arah dasar, misi dan visi persaudaraan dalam provinsi ini. Kolaborasi dan kerjasama dengan banyak pihak juga menjadi hal yang sangat penting bagi saudara agar bisa mengembangkan diri dan pelayanan saudara,” jelasnya. Menanggapi pertanyaan Saudara Muda berkaitan dengan persiapan dasar yang dibutuhkan untuk melayani di entitas atau provinsi lain, Sdr. Massimo menekankan pentingnya persiapan diri dalam segala aspek, tidak hanya soal bahasa, tetapi juga soal pengetahuan, budaya, dan nilai-nilai kefransiskanan yang selama ini diperoleh sehingga dapat menjadi seorang misionaris Fransiskan di entitas lain dengan baik. Tampilan F Minor Band di sela sesi tanya jawab membuat suasana menjadi lebih santai. Terlarut dalam semangat muda para Saudara Muda, Minister General dengan riang gembira menyanyikan lagu Bella Ciao. Sebuah lagu berbahasa Italia yang terkenal karena menjadi soundtrack serial film Money Heist.

Semangat muda di tengah orang muda. Lagu Bella Ciao mengundang Minister Provinsi untuk berdendang.

Seluruh rangkaian pertemuan dengan para Saudara Novis dan Saudara Muda diakhiri dengan santap malam bersama di aula SMK Fransiskus. Pamungkas dari seluruh kegiatan visitasi hari ini,  sebelum Minister General dan rombongan kembali ke Komunitas Provinsialat adalah menikmati tarian Ja’i dan tarian terpimpin lain bersama para Saudara Muda.

Kontributor: Sdr. Jimmy HR Tnomat OFM

Ed.: Sdr. Rio OFM

Tinggalkan Komentar