
Tim Imadei menjelaskan perihal kesetaraan gender kepada para Novis yang sedang mendalami tema kaul kemurnian.
Depok―OFM, Pada hari Sabtu (15/04/2023), para Novis OFM mengikuti kegiatan sosialisasi kesetaraan gender. Kegiatan yang dipandu oleh tim Imadei ini dimulai pada pukul 09:00 WIB. Persoalan ketidaksetaraan gender yang terjadi dalam masyarakat dewasa ini menjadi titik pijak bagi pembahasan perihal kesetaraan gender. Pembahasan tersebut bermuara pada relevansi kesetaraan gender bagi pemaknaan kaul-kaul kebiaraan, khususnya kaul kemurnian.
Kegiatan bersama tim Imadei telah berjala selama dua tahun berturut-turut. Pater Oki Dwihatmanto, OFM selaku magister, dalam kata sambutannya menjelaskan tujuan kegiatan sosialisasi kesetaraan gender sebagai bagian dari proses formasi para Novis yang saat ini sedang mendalami tema kaul kemurnian. Pembekalan ini juga merupakan langkah awal bagi para Novis untuk memahami dinamika relasi antarmanusia di luar lingkungan biara.
Pada sesi pertama yang dibawakan oleh ibu Tri, para Novis diberi wawasan perihal keunikanlaki-laki danperempuan serta kesamaan di antara keduanya citra Allah. “Manusia pada dasarnya sama sebagai ciptaan Allah, tetapi oleh “tangan manusia” sendiri diciptakanlah pembeda yang membuat manusia terkungkung dalam praktik ketidaksetaraan,” jelasnya. Ketika para peserta diberi kesempatan untuk bertanya, muncil pertanyaan demikian, “Dalam persoalan ketidaksetaraan, siapa yang salah? Laki-laki atau malah perempuan? Atau dua-duanya dan lingkungannya? Pertanyaan ini menjadi pengantar untuk sesi dua.

Para Novis berfoto bersama dengan tim Imadei seusai kegiatan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi ini telah dijalankan selama dua tahun berturut-turut di Novisiat Transitus, Depok.
Pada sesi kedua, Ibu Maria menjelaskan perihal praktik-praktik ketidaksetaraan dalam hidup bermasyarakat. Hal tersebut didasarkan pada fakta-fakta yang terjadi pada masyarakat saat ini. Lebih lanjut, beliau mengenai perbedaan antara seks dan gender. Seks merupakan ciptaan Tuhan dan gender merupakan buatan manusia. Secara kodrati manusia dilahirkan sebagai perempuan dan laki-laki dengan keunikan masing-masing. Seharusnya tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan―kecuali secara kodrati―sehingga hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan setara. Namun, seiring perkembangan zaman dan perkembangan kecerdasan manusia, praktik-praktik ketidakadilan yang menampilkan superioritas gender tertentu merebak seperti jamur di musim hujan.
Sesi ketiga dijalankan setelah makan siang. Pemateri pada sesi ketiga adalah Suster Vincent. Beliau menjelaskan perihal relasi antara sesama makhluk ciptaan dalam bingkai merawat kaul kemurnian. Membina relasi dengan sesama ciptaan memperhatikan tiga hal, yakni diferensiasi, interioritas, communio. Setelah sesi ketiga berakhir, para Novis diberi kesempatan untuk menuliskan kesan perihal kegiatan sosialisasi tersebut.
Kegiatan yang berlangsung selama setengah hari tersebut berakhir pada pukul 15:00 WIB. Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan rosario oleh Pater Oki Dwihatmanto, OFM sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kepada tim Imadei. Sebelum bubar, diadakan foto bersama.
Kontributor: Sdr. Robertus Efata Lehot, OFM
Ed.: Sdr. Rio, OFM

Tinggalkan Komentar