Kaul Kekal Empat Saudara Fransiskan

kaul-kekal6Hari Selasa (16/8/2011), empat orang saudara muda bergabung secara definitif ke dalam persaudaraan Fransiskan. Keempat saudara tersebut adalah. Sdr Leonardus Hambur OFM, Sdr Felyanus Dogon OFM, Sdr Yoseph Selvinus Agut OFM dan Sdr Rikardus Selan OFM.
Mereka telah mengikrarkan kaul kekal di hadapan Sdr Adrianus Sunarko, Minister Provinsi St. Mikael Malaekat Agung Indonesia dalam misa yang diadakan di Kapel Biara St. Clara, Pacet-Sindanglaya, Jawa Barat.

Misa dipimpin oleh Sdr Narko yang didampingi Sdr Robertus Agung Suryanto OFM, Gardian Rumah Biara Puncak dan Sdr Darmin Mbula OFM, Magister Saudara Muda Komunitas Padua-Jakarta. Kor saudara-saudara muda mengiringi misa tersebut yang diikuti oleh sekitar 150 umat.

Dalam khotbahnya, Sdr Narko mengingatkan perlunya menghayati hidup sebagai fransiskan secara radikal. Radikalitas itu diungkapkan secara nyata dalam hidup sehari-hari, lewat usaha menghidupi nilai-nilai yang menjadi tuntutan hidup seorang saudara dina.
“Kiranya keempat saudara yang hari ini mengikrarkan prasetia kekal senantiasa memperhatikan apa yang menjadi cara hidup kita sebagai fransiskan”, tuturnya.

Ia menambahkan, kunci bagi penghayatan hidup sebagai fransiskan adalah kesediaan untuk memberi diri. “Bagi saya, salah satu hal yang penting adalah bagaimana kita, satu dua kali, syukur kalau lebih dari itu, berusaha menggali pengalaman dimana kita dengan sukacita, bersedia memberi sesuatu yang bagi kita mungkin sangat berharga kepada orang lain. Saya kira, hal seperti inilah yang juga telah dilakukan oleh Bapa kita, Fransiskus dalam hidupnya”.

Sdr Rikar Selan, wakil dari empat saudara yang kaul kekal dalam sambutannya mengucap terima kasih kepada Persaudaraan Fransiskan yang telah memperkenankan mereka untuk secara definitif bergabung. Ia juga menyatakan terima kasih mendalam kepada orang tua yang mengizinkan mereka menempuh cara hidup sebagai saudara dina. Ia pun berharap, agar ke depan, mereka tetap didukung. “Ini adalah awal yang baru bagi kami. Kami tetap membutuhkan dukuangan saudara-saudari sekalian”, ungkapnya.

Sementara pihak keluarga, yang diwakili oleh bapak Simon Hambur, dalam sambutannya menekankan agar keempat saudara menghayati pilihan mereka secara bertanggung jawab. “Anak, ingat, ini adalah keputusan kamu sendiri. Keluarga sama sekali tidak memaksa. Karena itu, jalanilah panggilan ini dengan setia”, ungkap ayah Sdr Leon ini.
Setelah misa, acara dilanjutkan dengan rama tamah di ruang makan Biara St Klara. Para novis dan saudara-saudara muda ikut menyumbangkan acara nyanyi dan drama singkat. Setelahnya, diikuti resepsi bersama. Suasana persaudaraan sangat terasa dalam acara tersebut. Proficiat buat keempat saudara. Nana, nana, nana pergilah kamu diutus!

kaul-kekal5

kaul-kekal4

kaul-kekal3

kaul-kekal2

kaul-kekal1

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *