Mengenal Asal-Usul

Para saudara muda OFM setelah menyelesaikan pekan studi fransiskan.

Para saudara muda OFM setelah menyelesaikan pekan studi fransiskan.

Saudara-Saudara Muda Tingkat I Ordo Fratrum Minorum (OFM) mengadakan study spiritualitas fransiskan. Kegiatan studi bersama ini merupakan program dewan pendidikan OFM Indonesia dalam kerja sama dengan Forum Komunikasi Saudara Muda OFM Indonesia (Forkasi). Kegiatan ini biasanya dijalankan setiap tahun ketika liburan natal. Hal ini tidak berarti bahwa kegiatan ini hanya sekadar mengisi liburan. Akan tetapi merupakan bagian integral dari formasi menjadi fransiskan. ahwasannya setiap saudar harus mengenal dengan baik tentang spirit hidup yang sedang dan akan terus hidupi.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari yaitu dari tanggal 7-10 Januari 2015, bertempat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara- Jakarta. Prof.Dr. Antonius Eddy Kristiyanto OFM didaulat sebagai narasumber tunggal dalam kegiatan ini. Tema pokok dalam studi ini adalah sejarah Ordo sejak berdirinya hingga terbentuknya Ordo Fratrum Minorum capucinorum. Guru besar sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara ini mengupas tema tersebut dalam sepuluh sub pokok yaitu konteks historis gerakan fransiskan, riwayat hidup Fransiskus, saudara-saudara yang pertama dan Protoregula, tata pemerintahan ordo, asal-usul Ordo III sekular, tahun-tahun krusial ordo sampai tahun 1257, santo Bonafentura, fransiskan dan universiter, misi fransiskan dan kontroversi antara kaum spiritual dan konventual.

Ketua dewan penginjilan dan misi OFM Indonesia ini, menyajikan materi dengan komprehensif dan mendetail. Hal ini ini tentu karena keluasan pengetahuan beliau tentang spiritualitas fransiskan. Walaupun seperti yang diakui oleh beliau sendiri bahwa basik ilmunya bukan spiritualitas Fransiskan, tetapi beliau tetap membawakan materi dengan sangat baik. Menurut beliau sendiri hal tersebut berkat ketekunannya. Ini sebuah motivasi bagi para saudara muda yang baru mulai ini. Bahwsannya orang dapat mengetahui banyak hal hanya karena ketekunan.

Dalam studi bersama nuansanya lebih rileks. Setidaknya berbeda ketika beliau sebagai dosen STF Driyarkara dalam kuliah sejarah Gereja yang terkesan “sangar”. sorry pater…. Selain itu juga, Alumnus Universitas Gregoriana ini tidak melulu memberikan materi tetapi diselingi sharing pengalaman beliau yang menggugah Saudara-Saudara Muda untuk tekun. Begitulah kesan penulis berita ini. Di bagian akhir kegiatan ini, sang nara sumber meminta kepada para Frater untuk membuat makalah. Makalah yang dibuat tersebut membahas salah satu dari sepuluh pokok bahasan yang telah dijelaskan dalam kegiatan bersama ini. Dengan demikian, materi yang sudah diberikan tidak berlalu begitu saja tetapi membekas dalam hati dan pikran semua saudara yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Dalam Studi kefransiskanan tersebut, setidaknya ada beberapa hal yang diperoleh. Ada banyak informasi sejarah yang bagi kami sama sekali baru dan tentu pantas disyukuri dan juga dipelajari. Melalui informasi tersebut, para saudara dibantu untuk menyadari dan memahami sejarah identitas fransiskan sehingga para saudara tidak hanya cassing saja sebagai fransiskan melainkan lebih memahami makna hidup yang sedang dijalani. Selain itu, ketegangan yang terjadi dalam sejarah panjang ordo membantu juga untuk bagaimana menghayati dan mengikuti semangat yang diwariskan oleh St. Fransiskus dari Asisi. Para saudara dihadapkan dengan fakta sejarah ordodalam berbagai macam dinamika, dan sekarang tinggal bagaimana mengambil sikap. Di sini para saudara diberi kebebasan untuk menilai dan menghayati semangat mana yang diidealkan.

Pengetahuan akan sejarah ordo membantu juga dalam proses perjalanan panggilan dan bagi keterbukaan pikiran. Terbuka akan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, baik bagi perkembangan ordo ke depan maupun bagi perkembangan panggilan masing-masing. Sehingga kita mampu mempersiapkan diri bila saatnya nanti apa yang kita pikirkan itu terlaksana.

Kontributor: Rian safio & Fischer Dois (saudara-saudara muda OFM)

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *