Merawat Paru-Paru Fraternitas dan Minoritas: Kaul Pertama dan Kaul Kekal Para Saudara Dina Fundasi Timor Leste

Pada hari Kamis, 13 Januari 2022, para Fransiskan di Fundasi Timor Leste bersyukur dan bersukacita atas pengikraran kaul kekal dari dua Saudara Muda dan pengikraran kaul pertama dari sembilan Novis ke dalam tangan Minister Provinsi, Sdr. Mike Peruhe, OFM di Gereja St. Fransiskus dari Asisi, Fatuberliu⎯Timor Leste. Suatu momen bersejarah bagi para Fransiskan di Fundasi Timor Leste karena setelah sekian tahun, akhirnya ada saudara yang memberanikan diri untuk mengikrarkan kaul kekal sebagai Fransiskan di bumi Lorosae. Dua saudara yang mengikrarkan kaul kekal adalah Sdr. Eugénio Isaac da Silva Tilman, OFM⎯berasal dari Paroki Nossa Senhora de Assunção, Same dan Sdr. Manuel de Araújo Nunes da Silva, OFM⎯berasal dari Paroki Santo António de Lisboa, Motael. Sementara, sembilan saudara yang mengikrarkan kaul pertama ialah Sdr. Leví Morreira, OFM (Paroki Turiscai), Sdr. Alexandrinho Ximenes, OFM (Paroki Aimutin), Sdr. Norberto Belarmino Gonçalves, OFM (Paroki Liquiça), Sdr. Nelson Sarmento, OFM (Paroki Turiscai), Sdr. David Zito Martins, OFM (Paroki Aileu), Sdr. Jenildo G. A. S. de Carvalho, OFM (Paroki Manatuto), Sdr. Denilson Valdini de F. S. das Neves, OFM (Paroki Aimutin), Sdr. Manuel Simões, OFM (Paroki Turiscai), Sdr. Feverino M. J. do Carmo, OFM (Paroki Uatucarbau). Dalam pengikraran ini, Sdr. Nicolao J. Florentino, OFM sebagai Presiden Fundasi OFM Timor Leste bertindak selaku saksi bersama dengan Sdr. Joel C. Pinto, OFM (Koordinator Formasi Fransiskan) dan Sdr. Marciano Soares, OFM (Magister Novis).

Orang tua dan keluarga memberikan restu kepada Sdr. Elon (kiri) dan Sdr. Eugenio (kanan) sebelum mereka mengikrarkan Kaul Kekal.

Kedua saudara yang mengikrarkan kaul kekal memilih moto kaul kekal dari perikop Injil Lukas yang berbunyi: “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil!” (Luk. 12:32). Dalam refleksinya, Elon dan Eugenio⎯begitu keduanya biasa disapa⎯ melihat bahwa ada begitu banyak tantangan dan godaan yang mereka hadapi dalam perjalanan panggilan sebagai Fransiskan. Tantangan dan godaan membuat mereka merasa takut dan ingin meninggalkan cita-citanya. Namun, dalam proses retret yang dijalani, mereka diteguhkan oleh pendamping retret (Sdr. Andre Hamma, OFM,) untuk senantiasa bersukacita dan bersyukur atas segala tantangan dan godaan, sebagaimana yang dilakukan oleh St. Fransiskus dari Assisi. Sedangkan, kesembilan Novis yang mengambil moto dari Kitab Nabi Yesaya: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya” (Yes. 30:21) mengalami bahwa Tuhan tetap mendampingi dan menunjukkan jalan, meskipun mereka seringkali menghadapi berbagai pengalaman yang tidak pernah diduga.

Sdr. Elon (kiri) dan Sdr. Eugenio (kanan) mengikrarkan Kaul Kekal di hadapan Minister Provinsi, Sdr. Mike Peruhe, OFM.

Dalam homilinya, Sdr. Mike, OFM menyampaikan ucapan syukur atas keberanian dari kesebelas saudara untuk mengikrarkan kaul pertama dan kaul kekal serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada para orang tua yang secara ikhlas mempersembahkan putra-putra terbaik mereka bagi Persaudaraan Saudara Dina. Di samping itu, beliau juga mengingatkan kepada para saudara yang mengikrarkan kaul dan semua Saudara Dina yang hadir untuk terus merawat identitas Fransiskan sebagaimana merawat dua bilah paru-paru yang membuat manusia tetap hidup. Dua paru-paru yang dimaksud ialah fraternitas dan minoritas. Beliau mengutip kata-kata Paus Fransiskus yang disampaikan sebagai pesan kepada para Saudara Dina: “Jika anda, Saudara Dina, masih melekat pada barang-barang dan kekayaan dunia dan terjamin di dalamnya, maka Tuhan sendirilah yang akan melucuti anda dari semangat keduniaan ini agar memelihara warisan berharga kedinaan dan kemiskinan yang kepadanya, Dia telah memanggil anda dengan perantaraan St. Fransiskus Assisi.” Setelah perayaan misa selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama keluarga dan tamu undangan.

Kontributor: Sdr. Jerry Ranus, OFM

Ed. Sdr. Rio, OFM

Tinggalkan Komentar