OFM Indonesia di Tengah Pandemik Covid-19

Tim penyemprot cairan disinfektan di Gereja St. Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat

Di tengah pandemik Covid-19, yang diikuti dengan kebijakan pembatasan sosial (Social Distancing) dari pemerintah, pelbagai langkah preventif turut diupayakan oleh komunitas-komunitas religius, termasuk entitas-entitas dalam Persaudaraan kita. Gereja St. Paskalis Cempaka Putih Jakarta (Sabtu, 21/03/2020), di bawah komando Sdr. Jimmy Tnomat OFM, bekerja sama dengan tim kecamatan Cempaka Putih (termasuk Camat, Koramil, Wakapolsek, kepala Puskesmas) melakukan penyemprotan disinfektan di dalam Gereja, area sekitar gereja, termasuk pastoran. Kerjasama antarparoki, kecamatan dan puskesmas digalakan untuk bahu-membahu dengan masyarakat mencegah penyebaran Covid-19. Gereja sendiri akan membantu menyediakan hand sanitizer, disinfektan, termasuk kebutuhan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sdr. Anton, OFM sedang memantau proses penyemprotan cairan disinfektan di Gereja St. Paulus, Depok, Jawa Barat

Hal serupa juga dilakukan di Gereja St. Paulus Depok, Panti Asuhan St. Yusuf Sindanglaya dan Paroki St. Maria Ratu Para Malaikat Cipanas. Tampak Sdr. Anton Widarto OFM di Depok dan Sdr. Widy OFM di Cipanas terlibat dalam seluruh kegiatan penyemprotan disinfektan ini. Langkah-langkah antisipatif ini berjalan baik berkat kerjasama antarinstansi. Di Paroki Cipanas, pihak TNI dan Polri datang dan memantau aktivitas  pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

Kerjasama ini pula yang diupayakan di daerah Lampung Barat, tempat di mana salah satu karya parokial Persaudaraan kita berada. Pada Minggu, 22/03/2020, Dandim dan Kapolres Lampung Barat melakukan kunjungan koordinasi ke beberapa rumah ibadat, termasuk ke Paroki St. Theodorus, Liwa. Di dalam kesempatan itu, Dandim dan Kapolres Lampung Barat mengapresiasi kesigapan Gereja Katolik menanggapi situasi Covid 19.

Sdr. Bovan, OFM (berjubah) bersama sdr. Didit, OFM (ketiga dari kiri) sedang berbincang bersama rombongan Dandim dan Kapolres Lampung Barat

Langkah antisipatif ini memang merupakan salah satu bukti kepedulian para saudara terhadap kesehatan, baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan sekitar, mengingat, terutama di daerah Jakarta wabah ini makin hari makin memakan korban, baik yang divonis positif, maupun yang meninggal. Kompas, Senin 23/3/2020 memberitakan update informasi terkait corona-virus ini. Melalui juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengumumkan ada 579 kasus pasien yang positif Covid-19. “Ada penambahan 65 kasus baru pasien positif Covid-19 hingga hari ini. Sehingga total ada 579 kasus pasien positif Covid-19 hingga saat ini,” ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin sore. Berdasarkan data perkembangan hingga pukul 12.00 WIB hari Senin, sebanyak 353 kasus dari 579 kasus positif Covid-19 tercatat berada di DKI Jakarta. Angka ini bertambah 44 dari 309 pasien berdasarkan update data resmi Minggu (22/3/2020) pukul 12.00 WIB. Imbauan untuk bekerja dari rumah, dan menjaga jarak sosial terus digaungkan oleh pelbagai elemen.

Sdr. Efrem, OFM sedang menyemprotkan cairan disinfektan di Kapela Komunitas  St. Fransiskus, Jakarta Pusat.

Sebagai suatu tindakan tanggap situasi, komunitas-komunitas Fransiskan di Jakarta Pusat seperti Komunitas Provinsialat dan dua komunitas formasi, Biara Fransiskus Kramat dan Biara Antonius Padua Rawasari turut melakukan langkah pencegahan dengan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area komunitas.

Pelbagai upaya dan langkah-langkah antisipatif yang dilakukan para saudara dalam Persaudaraan ini tentu memperlihatkan keseriusan dan sikap tanggap dan peduli terhadap situasi dunia saat ini. Surat Imbauan Minister Provinsi OFM Indonesia (14/3/2020) mengajak semua saudara untuk menjaga kesehatan dengan aneka bentuk cara, tentunya sudah diindahkan oleh segenap saudara dalam Persaudaraan. Sejalan dengan itu, Minister General telah terlebih dahulu mengimbau kepada seluruh anggota Persaudaraan melalui suratnya pada 12 Maret 2020, “..untuk semua saudara yang tinggal di negara-negara yang sampai saat ini secara ekstrim terpengaruh virus ini, semoga saya mendapati para saudara tetap teguh dalam iman. Untuk semua saudara yang tinggal di negara-negara dengan jumlah kasus infeksi lebih sedikit, tetaplah waspada dalam segala hal…”

Pace e Bene

Efendy Marut OFM

(Laporan: Sdr. Jimmy Tnomat OFM, Sdr. Anton Widarto OFM, Sdr. Ignatius Widyaroso OFM, Sdr. Bovan Lelo OFM, Sdr. Bastian Gaguk OFM)

 

 

Post navigation

Komentar

  1. Deasy
    Maret 24, 2020 at 08:46

    stay safe brother…God Bless

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *