Pembaruan Janji Setia Kepada Bunda Gereja

Pada Jumat sore (16 April 2009), KANESTA (Keluarga Besar Fransiskan-Fransiskanes Jakarta) berkumpul di Gereja St. Stefanus Cilandak. Mereka berkumpul hendak membarui janji setia sebagai pengikut St. Fransiskus Asisi pada Bunda Gereja yang Kudus.

Tradisi ini berakar pada apa yang dibuat oleh St. Fransiskus Asisi. Pada zaman Fransiskus, ada banyak gerakan yang serupa dengan gerakan yang dirintis oleh si Miskin dari Asisi itu. Mereka ingin menghayati dan menghidupi Injil secara radikal. Sementara, pada masa itu Gereja ada dalam situasi yang kurang baik, terlalu sibuk dengan urusan duniawi. Karena itulah banyak gerakan yang kecewa, mengkritik dan akhirnya keluar dari Gereja.

Yang membedakan Fransiskus dengan gerakan-gerakan yang lain adalah dalam situasi Gereja yang bobrok dan mengecewakan seperti itu, Fransiskus Asisi tetap menyatakan tunduk setia dan hormat kepada Bunda Gereja. Hal ini terungkap nyata dalam kisah Fransiskus yang pergi ke Roma menghadap Paus Innocenitus III untuk memohon peneguhan atas Cara Hidupnya. Sampai sekarang, peristiwa ini diperingati setiap 16 April.

Ada dua kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Pembaruan Janji Setia kepada Bunda Gereja ini. Yang pertama adalah pendalaman spiritualitas. Acara ini dipandu oleh Sdr. Peter Aman OFM. Tema yang diangkat adalah ”Bekerjasama Memerangi Kemiskinan” (Tema APP KAJ 2010). Dalam kesimpulannya, Sdr. Peter Aman menegaskan bahwa kemiskinan yang kita janjikan sebagai kaum religius harus berdampak pula pada perhatian kepada saudara-saudari yang mengalami kemiskinan yang dibuat oleh sesamanya.

Kegiatan kedua adalah Perayaan Ekaristi Pembaruan Janji Setia kepada Bunda Gereja. Bapak Uskup Agung Jakarta, Mgr. Julius Kardinal Darmaatmadja SJ memimpin perayaan ini sekaligus sebagai pihak Gereja (KAJ) yang akan menerima Pembaruan Janji Setia para pengikut St. Fransiskus Asisi. Bapak Uskup didampingi oleh Sdr. Sunarko OFM, Sdr. Kristo OFM, Rm. Piet SCJ dan Rm. Endrakaryanta SCJ (Pastor Paroki St. Stefanus). Sdr. Narko yang didaulat untuk homili mengingatkan para pengikut St. Fransiskus Asisi tentang spiritualitas sebagai hamba. Kita diajak menjadi seorang hamba, yang secara sadar terus mengupayakan, mencari kesempatan untuk bisa melayani.

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *