Kaum Muda peserta temu akbar. Temu akbar dilaksanakan selama 3 hari (10-12/06/2022) di Fatuberliu.

Di atas tanah yang kamu injak dan berdiri, akan lahir tunas bangsa yang berkarakter pemimpin bagi sesama” Fransisco Borja da Costa

 

Gairah kaum muda melingkupi Fatuberliu selama tiga hari. Para Fransiskan yang dikoordinir oleh Sdr. Marciano A. Soares, OFM menyelenggarakan kegiatan temu akbar kaum muda, Franciscan Youth Camp. Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari itu (10-12/06/2022) diikuti oleh lebih dari empat ratus orang muda dari lima paroki, yakni Paroki St. Yoseph Aimutin Dili, Paroki Nossa Senhora de Fatima Natarbora, Paroki Nossa Senhora do Rosario Alas, Paroki St. Fransikus de Assisi Fatuberliu, dan Fohorem Suai. Selain itu, turut serta juga peserta dari keuskupan Baucau dan Mahasiswa Universitas Catolik Timorence (UCT).

Sdr. Marciano Soares, OFM selaku koordinator kegiatan temu akbar kaum muda (Franciscan Youth Camping) sedang memberikan pengarahan kepada peserta.

Perhelatan akbar orang muda ini tidak lepas dari program pastoral para Saudara Dina di Fundasi St. Antonio de Lisboa yang memberi perhatian khusus terhadap kaum muda di Timor Leste. Refleksi bersama tentang ekologi di tahun 2022 dikombinasikan dengan perhatian terhadap kaum muda. Melalui sejumlah mata acara dalam temu akbar, kaum muda diberi animasi perihal semangat kaum muda dan  perhatian pada lingkungan hidup.

Keseruan kaum muda dalam permainan dan dinamika kelompok yang dirancang oleh panitia. Bermain bersama untuk menciptakan kebersamaan dan kekompakan.

Terinspirasi oleh dokumen Christus Vivit, khususnya seruan Yesus, “Hai, anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” (Luk. 7:14), panitia kegiatan menanggapi sejumlah tantangan yang dihadapi oleh orang muda Timor Leste dewasa ini. Setidaknya, persoalan utama mendapatkan perhatian adalah peningkatan sumber daya manusia demi kehidupan menggereja dan bernegara yang lebih baik. Kemalasan, apatisme, pengangguran, perjudian, dan miras merupakan beberapa contoh persoalan yang dihadapu kaum muda Timor Leste pada saat ini. Beberapa mata acara dan kegiatan seperti rekoleksi (Spiritual Exercise), doa taize, misa ekologi, seminar ekologi, penanaman pohon, outbound, dan malam budaya menjadi sarana untuk membangkitkan  kesadaran orang muda sebagai generasi penerus yang tidak hanya bertanggung jawab terhadap diri sendiri tetapi juga terhadap keberlangsungan Gereja, Negara, serta kelestarian lingkungan hidup.

Atraksi tarian khas Timor Leste dalam perhelatan Malam Budaya.

Dalam orasi Malam Budaya, Sdr. Joel Pinto, OFM menegaskan di hadapan kaum muda yang hadir perihal identitas masyarakat Timor Leste yang tidak hanya tampak pada ornamen-ornamen  budaya yang dikenakan tetapi juga dari cara hidup yang menjunjung tinggi etiket dan penghargaan terhadap kehidupan. Sementara itu, dalam sambutan pada penutupan temu akbar, mantan Sekretaris Negara Timor Leste, Leovilgildo Hornai menyampaikan pentingnya bagi kaum muda untuk membuat perencanaan yang baik terhadap hidup mereka sendiri. Beliau menekankan pentingnya pendidikan serta keberanian untuk merancang cita-cita demi masa depan yang lebih baik. Pada akhir sambutannya beliau berterima kasih kepada panitia penyelengara acara sebagai wakil Gereja yang terus menerus memberikan perhatian terhadap masa depan kaum muda di Timor Leste. Seluruh rangkaian acara temu akbar ini ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Sdr. Nicolau Jose Florentino, OFM selaku presiden Fundasi OFM St. Antonio de Lisboa, Timor Leste.

 

Kontributor: Sdr. Eugenio da Silva, OFM

Ed.: Sdr. Rio, OFM

Tinggalkan Komentar