Troubadur Concert – Puncak Perayaan 800 th OFM

troubador-concert-1-customAkhirnya, seluruh rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh OMK dari kelima paroki Fransiskan (Paroki Hati Kudus-Kramat, Paroki St. Paskalis-Cempaka Putih, Paroki St. Paulus-Depok, Paroki St. Maria Ratu Para Malaikat-Cipanas, dan Paroki St. Petrus-Cianjur) selama ini mencapai titik puncaknya pada Sabtu sore, 3 Oktober 2009. Pada pkl. 16.00, orang-orang muda ini berkumpul di Gereja Hati Kudus Kramat.

Di bawah tema Menilik Masa Lalu dan Meneropong Masa Depan Provinsi Indonesia dalam Terang Perutusan Yesus Kristus: “Pergilah dan Perbaikilah Rumah-Ku yang Bobrok ini”, orang-orang muda dari kelima paroki Fransiskan (bersama Persaudaraan Fransiskan tentunya) mensyukuri saat bersejarah ini sekaligus menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan perayaan ekaristi bersama di Gereja Hati Kudus Kramat. Perayaan ekaristi dimulai pukul 16.30 WIB. Perayaan ekaristi ini dipimpin oleh Sdr. Sunarko, OFM (Minister Provinsi OFM Indonesia) yang didampingi oleh Sdr. Tauchen, OFM, Sdr. Agung Suryanto, OFM, Sdr. Niko Dharto, OFM, Sdr. Melanius Jordan, OFM, Sdr. Oki Dwihatmanto, OFM, dan Sdr. Sadji, OFM. Perayaan khusus ini dihadiri oleh umat paroki Kramat dan OMK dari kelima paroki Fransiskan.

Sebagai pengganti khotbah, Sdr. Tauchen memperlihatkan sebuah film singkat yang mengisahkan tentang bagaimana para Fransiskan mengungkapkan kegembiraan dalam hidupnya. Dari film singkat tersebut, beliau mengajak orang-orang muda serta umat yang hadir untuk merenungkan ketiga pertanyaan ini: apa yang membuat aku gembira (?), bagaimana aku mengungkapkan kegembiraan (?) dan dengan siapa saja aku mengungkapkan kegembiraan dalam hidupku (?). Selanjutnya, Sdr. Tauchen, mengajak kelima Romo yang lain (Rm. Agung, Rm. Jordan, Rm. Niko, Sdr. Oki, dan Sdr. Sadji) untuk mensharingkan pengalaman masing-masing berkaitan dengan ketiga pertanyaan tersebut.

Sdr. Agung misalnya, dalam sharingnya, mengungkapkan bahwa yang membuatnya gembira dan bertahan dalam panggilan hidupnya tidak lain adalah karena kedalaman relasi dengan Tuhan. “Hanya dengan berdoa dan bermati raga”, tandas Pastor Paroki Cianjur ini. Sdr. Sadji yang sehari-harinya berkarya di Rumah Sakit, dalam sharingnya mengatakan bahwa kegembiraan dalam hidupnya kerap diungkapkan dengan berbagi. “Berbagi apa saja yang kita miliki kepada orang lain terutama orang-orang lemah dan sakit”, paparnya singkat. Sdr. Jordan yang sehari-harinya berkarya di Paroki St. Paskalis-Cempaka Putih menandaskan bahwa yang membuatnya gembira dalam hidupnya tidak lain adalah ada bersama dengan saudara lain dengan segala keunikannya masing-masing dalam persaudaraan Fransiskan. Sementara Sdr. Oki mengutarakan bahwa yang membuatnya gembira adalah seluruh umat dan rekan-rekan muda yang bersedia datang sore hari ini. “Sebenarnya kegembiraan itu bisa juga diungkapkan dengan siapa saja”, tuturnya lugas. Selanjutnya, Sdr. Niko menegaskan bahwa kegembiraan itu merupakan sesuatu yang mengalir begitu saja, tanpa terpikirkan. “Jadi muncul begitu saja seperti air mengalir”, celetuknya lugas.

Sebagai kesimpulan atas sharing yang telah diungkapkan, Sdr. Sunarko mengajak umat yang hadir untuk merenungkan suatu model ‘kegembiraan lain’ yang dihayati Fransiskus dalam hidupnya. “Kegembiraan yang dialami oleh Fransiskus tidak lain adalah kegembiraan yang bercampur salib”, jelas dosen teologi STF Driyarkara ini. “Kegembiraan tentu bisa juga kita peroleh ketika kita mau berbagi dengan sesama, terutama mereka yang miskin dan berkekurangan”, lanjutnya. Perayaan syukur ini turut dimeriahkan oleh paduan suara gabungan Saudara-saudara Muda Komunitas Biara Fransiskus dan Vincentius serta saudara-saudara Novis. Tampil sebagai dirigen adalah Fr. Deshi.

Usai perayaan ekaristi, orang-orang muda serta seluruh umat yang hadir diajak untuk mengikuti dan menikmati acara selanjutnya—yakni Troubadour Concert yang dipersembahkan oleh wakil-wakil OMK dari kelima Paroki Fransiskan—di Aula Ratna Panti Asuhan Vincentius Putera. Tari Simalungun yang dipersembahkan oleh OMK Paroki St. Paskalis-Cempaka Putih membuka seluruh rangkaian acara Troubadour Concert ini. Latar panggung serta lampu ruangan yang ditata sedemikian rupa oleh panitia acara (OMK Paroki Hati Kudus Kramat dan Paroki St. Paskalis-Cempaka Putih) turut menyemarakan suasana acara ini.

Dalam kata sambutannya, Sdr. Tauchen (sebagai Ketua Umum) menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang turut menyukseskan acara ini sekaligus memohon maaf untuk segala kekurangan yang ada. Beliau juga mengajak kaum muda yang hadir untuk memaknai sekaligus menjadikan peristiwa malam ini sebagai awal untuk menjalin relasi persaudaraan di antara kaum muda sendiri. “Silahkan kegiatan seperti ini diteruskan di tingkat paroki masing-masing”, tutur Pastor Paroki Depok ini.

Acara pun dilanjutkan dengan menampilkan kreativitas—melalui gerak dan lagu—dari wakil-wakil OMK dari kelima paroki. OMK Paroki St. Petrus Cianjur menampilkan atraksi berupa perkussi. OMK Paroki St. Maria Ratu Para Malaikat-Cipanas menampilkan vokal grup dengan tarian. OMK Paroki St. Paulus Depok menampilkan band dan film dokumenter tentang Fransiskan di Indonesia. OMK Paroki Hati Kudus-Kramat menampilkan tarian. Selanjutnya, tampilan OMK Paroki St. Paskalis-Cempaka Putih—berupa paduan suara dan drama tentang kisah pertobatan Fransiskus Asisi—mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan ini. Acara ini berakhir hingga pukul 22.30 WIB. Lancarnya acara ini juga berkat kepiawaian MC, yakni Sdr. Stefan, OFM dan Reza (OMK Kramat)…

Foto-foto silahkan klik Galeri Troubadur Concert

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *