Rekoleksi Bulanan para Saudara Muda: Dipanggil Menjadi Saudara bagi Sesama Ciptaan

Para Saudara Muda sedang mengikuti rekoleksi bulanan secara daring yang dibawakan oleh Sdr. Gregorius Pontus, OFM

 

Pada hari Sabtu sampai Minggu (11-12/12/ 2021), para Saudara Muda di Jakarta dan Sindanglaya mengikuti rekoleksi bulanan. Rekoleksi yang dilaksanakan secara daring (online) dibawakan oleh Sdr. Gregorius Pontus, OFM serta terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama dilangsungkan pada hari Sabtu malam dan sesi kedua dilangsungkan pada hari Minggu pagi.

Pada sesi pertama, bertolak dari persoalan ekologis yang semakin marak, Pater Goris⎯demikian Sdr. Gregorius Pontus, OFM biasa disapa⎯menjelaskan alasan dibutuhkannya persaudaraan yang merangkul seluruh alam ciptaan. Berbagai masalah ekologi mesti dilihat sebagai persoalan seluruh umat manusia. Terutama, bentuk relasi antara manusia dan alam perlu ditinjau kembali. Selama ini, alam dipandang sebagai obyek pemenuhan hasrat. Hasrat manusia akan pertumbuhan, dan lingkaran produksi dan konsumsi tanpa henti telah menciptakan kerusakan yang besar bagi Bumi: hutan menjadi gundul, permukaan tanah mengalami erosi, lahan pertanian tidak lagi bisa ditanami, padang gurun bertambah luas, dan lain sebagainya.

Pada sesi kedua, dalam terang inspirasi ensiklik Laudato Si’, Pater Goris menghadirkan interpretasi baru terhadap perikop Kejadian 1:26-28. Manusia bukan penakluk tetapi saudara bagi ciptaan lain. Manusia berperan merawat keseimbangan ekosistem. Dalam perspektif ekoteologi, manusia berperan sebagai penjaga (guardian), imam ciptaan (priest of creation), pemelihara bumi (earthkeepers), dan co-creator (rekan kerja Allah). Khazanah spiritualitas Fransiskan menempatkan alam ciptaan bukan saja sebagai obyek pemuas kebutuhan manusia. Konstitusi Umum Fransiskan menegaskan arti penting alam ciptaan sebagai sarana sekaligus saudara dalam memuliakan Allah Pencipta. “Dengan mengikuti jejak St. Fransiskus, hendaknya saudara-saudara menunjukkan rasa hormat terhadap alam yang dewasa ini terancam dimana-mana; sedemikian rupa sehingga alam itu seluruhnya dibuat menjadi bagaikan saudara dan bermanfaat bagi semua manusia untuk kemuliaan Allah pencipta” (Konsum 71).

Sdr. Rio Edison, OFM (ed.)
Kontributor: Sdr. Fanrou Nadut, OFM
 

Tinggalkan Komentar