Timor Leste, OFM- Bersama dengan persaudaraan OFM Fundasi St. António de Lisboa, Timor Leste, Umat Katolik Parokia St. Francisco de Assisi Fatuberliu, kecamatan Fatuberliu, kabupaten Manufahi bertekad mendirikan Santúario Santo António de Lisboa di Fatubeliu. Rencana proyek besar ini telah dimulai dengan diserahkannya tanah seluas 20,21 hektar yang berlokasi di We-Inan Welada (sebagai lokasi pembangunan), oleh tetua adat setempat kepada pihak persaudaraan OFM Timor Leste pada Jumat (13/1/2023).
Dalam prosesi penyerahan tanah tersebut, turut hadir Minister Provinsi St. Mikhael Malaikat Agung Indonesia, Presidente Fundasi Timor Leste, Pastor Paroki Fatubeliu dan Pastor Paroki Alas, Bupati Kabupaten Manufahi, Camat kecamatan Fatuberliu, para tetua adat dari rumah adat Webicas, We-ulun dan We-ain, serta umat Parokia Fatuberliu.

Salah satu tetua adat menandatangani akta penyerahan tanah ulayat kepada para Fransiskan yang berkarya di Timor Leste untuk proyek pembangunan Santúario atau tempat ziarah dan wisata.
Akta penyerahan tanah dibacakan oleh Bapak Marcelo Diaz. Secara ringkas, akta ini berisikan deklarasi umat setempat bahwa tanah yang diserahkan kepada pihak persaudaraan OFM diberikan dengan tulus dan tanpa paksaan dari pihak mana pun. Pernyataan deklarasi ini dilatarbelakangi oleh kecintaan umat setempat terhadap St. Antonio de Lisboa dan para Saudara Dina di Fundasi.

Minister Provinsi menyerahkan piagam penghargaan kepada para tetua adat sebagai bentuk ucapan syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk terus berkarya di Fatuberliu dan sekitarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bapak Andriano Colaço, Camat Fatuberliu, juga memberi kesaksian bahwa kehadiran para Fransiskan di Fatuberliu sungguh membawa berkat bagi umat. Dampak kehadiran tersebut sangat nyata dalam karya pastoral dan pendidikan. Di bawah naungan yayasan persekolahan para Fransiskan, banyak orang di Fatuberliu dapat mencecap pendidikan yang layak. Oleh karena itu, harapannya, penyerahan tanah ini kiranya menjadi ikatan yang dapat membuat para Fransiskan tetap berkarya di Fatuberliu.
Dalam agendanya, proyek pendirian Santúario Santo António untuk menjadikan Fatuberliu sebagai salah satu destinasi wisata rohani yang ramai dikunjungi di masa mendatang. Namun demikian, Minister Provinsi dan Presiden Fundasi mengingatkan bahwa proses pendirian Santúario Santo Antonio de Lisboa pasti akan memakan waktu yang tidak sedikit. Hal tersebut lantas tidak boleh menyurutkan harapan semua pihak.

Sdr. Andre Hama, OFM menjadi salah satu perwakilan OFM dalam menandatangani akta penyerahan tanah ulayat untuk proyek Santúario.
Minister Provinsi dan Presiden Fundasi menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada umat Fatuberliu, yang diwakli oleh para tetua adat, atas perkenanan mereka untuk menerima kehadiran para Fransiskan di Fatuberliu serta mendampingi hidup dan karya para Fransiskan di bumi Lorosa’e tersebut. Penyerahan tanah ulayat demi kepentingan Gereja menjadi peristiwa monumental yang menunjukkan kecintaan umat pada para Fransiskan dan Gereja.

Tinggalkan Komentar