Bersaudara dengan Anak dan Orang Tua ABK

Gerakan peduli terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) terus digalakan oleh Persaudaraan OFM di tengah maraknya wabah Covid-19 dan perubahan serta kemajuan teknologi. Hal ini terlihat melalui program roadmap di setiap gardianat, di mana, pihak Persaudaran mengharapkan sekaligus mengajak semua saudara di setiap komunitas, untuk memberi perhatian khusus kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebagai tindak lanjut dari hasil Kapitel Provinsi 2019. Berdasarkan harapan Kapitel tersebut, Gardianat Greccio Yogyakarta turut ambil bagian dalam hal ini dengan mendatangkan narasumber yang memberikan informasi dan pengalamannya seputar ABK. Di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, perhatian terhadap ABK dan keluarganya mulai memudar dikarenakan setiap orang memikirkan diri sendiri agar tidak terjangkit virus tersebut.

Pada kesempatan hari Gardianat ini, para saudara kedatangan sosok seorang wanita sekaligus Ibu yang sangat Tangguh dan hebat, yaitu Ibu Ning. Beliau merupakan ibu dari anak berkebutuhan khusus. Acara hari gardianat kali ini dimulai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Sdr. Rikard Selan OFM, dan kemudian dilanjutkan dengan sharing pengalaman dari Ibu Ning.

Selama proses sharing ini, semua saudara tampaknya begitu bersemangat mendengarkan. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para saudara. Banyak hal yang disharingkan oleh Ibu Ning. Salah satu di antaranya adalah adanya konflik internal dalam keluarga karena belum siap menerima salah satu anaknya yang berkebutuhan khusus. Penyebab utamanya adalah karena Ibu kita ini lebih mementingkan kariernya daripada mengurus anaknya. Pada akhirnya, Tuhan sungguh mengetuk hatinya seperti mengetuk hati St. Fransiskus Assisi, sehingga ia dengan tulus hati meninggalkan jabatan, karier, dan segala macam kemapanan hidup dan pekerjaannya yang sudah diperjuangkan selama bertahun-tahun itu, demi mengurus dan berada lebih dekat dengan anaknya yang satu ini.

Nah, singkat cerita, di akhir sharing ini, Ibu Ning berpesan sekaligus menyadarkan semua saudara bahwa Anak Berkebutuhan Khusus itu adalah sebuah anugerah dari Tuhan yang harus disyukuri. Mereka adalah berkat yang Tuhan berikan kepada kita dan bukannya sebagai beban bagi keluarga ataupun sampah masyarakat. Oleh karena itu, sapaan dan perhatian para saudara terhadap semua anak dan orang tua ABK ini merupakan hal yang sangat-sangat diharapkan. Jadikan mereka sebagai teman, sahabat, saudara dan saudari kita yang juga adalah sesama ciptaan Tuhan yang sangat mulia dan berharga. Kita perlu menyayangi mereka jauh melebihi anak-anak normal dan bukannya dijauhi, dihindari, dan ditakuti.

Acara selanjutnya, yang menjadi penutup seluruh rangkaian hari gardianat kami adalah makan bersama dengan lauk andalan di setiap Hari Gardianat kami yaitu  ikan bawal panggang nan gurih dan uenak tenen. Lalu, dilanjutkan dengan acara rekreasi bersama di aula dengan berbagai macam permainan, mulai dari uno, catur, poker dan monopoli. Itulah rangkain acara kegiatan kebersamaan kami di Hari Gardianat ini. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Pax e bonum.

 

Sdr. Yoseph Nara Pero (Postulan Yogyakarta)

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *