Pertemuan Pertama MUDIFRA

Hari Jumat, 5 Febuari 2020, para saudara di komunitas Biara St. Bonaventura mengadakan pertemuan virtual pertama bersama anggota MUDIFRA (Muda/i Fransiskan) area Yogyakarta yang beberapa tahun terakhir sempat vakum  dari persaudaraan Fransiskan Yogyakarta. Dengan antusias Master of ceremony (MC), Sdr. Tarsisius Mardi Sudirman (Orsan) dan Sdr. Hedwig Oktavian Raja Hali Ama Ruing (Hedwig), menyapa para saudara/i yang ada di ruang virtual. Pertemuan ini dibuka dengan doa pembuka oleh Sdr. Yubiliano Bonaventura Nabu Pandu OFM (Yano). Selanjutnya Sdr. Hedwig meminta untuk satu per satu para saudara-saudari di ruang zoom untuk memperkenalkan diri.

Perkenalan dimulai dengan Sdr. Plorensius Marc Kero (Ploren) yang berasal dari Paroki Santo Paulus, Nanga Kantuk, Kalimantan Barat. Kedua, Sdr. Jeremia Bernadin Arenda Parenginangin (Bernad) dari Paroki St. Petrus, Cianjur. Ketiga Sdri. Irene dari Paroki St. Petrus, Cianjur. Keempat, Sdri. Yohana Jesika Hodaling (Jesika) dari Paroki St. Fransiskus Assisi, Tentang. Kelima, Sdri. Angela Merici Dingu (Ici) dari Paroki St. Petrus dan Paulus, Waikabubak, Sumba Barat. Dan terakhir, Sdri. Yohana Armita Gawung (Mita) dari Paroki St. Fransiskus Assisi, Tentang. Selanjutnya perkenalan dengan para Saudara Muda; Sdr. Patrick Mario Juan Ghawa OFM (Juan), Sdr. Krisan OFM, Sdr. Teofilus Armando Gadong OFM (Ando), Sdr.Yano OFM, Sdr. Polikarpus Wiglis Bria OFM (Wiglis), Sdr. Romanus Tameon De Andrade OFM (Roman), Sdr. Abril Dos Santos OFM (Abril), Sdr. Orsan OFM, Sdr. Hedwig OFM dan Sdr. Andreas Ivan Setiawan OFM (Andre). Sesi perkenalan ditutup dengan perkenalan singkat dari saudara–saudara tua; Sdr. Siprianus Sina OFM, selaku Gardian Biara Bonaventura Yogyakarta dan Sdr. Wolfhelmus Apriliano OFM, selaku Magister Postulan sekaligus moderator MUDIFRA.

Dalam sambutannya, Sdr. Wolf menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi para muda/i dari Paroki yang dilayani oleh para saudara Fransiskan ataupun juga yang tidak dilayani para Fransiskan, yang sedang kuliah di Yogyakarta dan ingin membangun persaudaraan di dalam semangat St. Fransiskus Assisi. Selain itu, Sdr. Wolf juga mengharapkan MUDIFRA mampu menjadi jembatan bagi orang-orang muda agar bisa saling mengenal dan berbagi pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki masing-masing pribadi. Kegiatan MUDIFRA juga sejalan dengan fokus provinsi OFM Indonesia untuk menumbuhkan semangat persaudaraan antarkaum muda di Paroki-paroki yang dilayani oleh para saudara dina.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang dipimpin oleh Sdr. Juan OFM. Saat sesi foto berlangsung, situasi pertemuan dihiasi canda tawa. Hal itu dikarenakan masing-masing pribadi merasa malu dan kurang percaya diri saat dirinya hendak print screen oleh Sdr. Juan. Di penghujung pertemuan, Sdr. Orsan mengucapkan terima kasih kepada para saudara/i yang hadir dalam pertemuan virtual pertama. Akhirnya pertemuan ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Sdr. Hedwig.

Pertemuan ini merupakan hasil kesepakatan para saudara bersama teman-teman OMK yang sudah bergabung dalam grup WA Mudifra Yogyakarta. Meskipun pertemuan ini belum dihadiri oleh semua anggota yang sudah bergabung dalam grup WA, namun tidak mengurangi antusiasme teman-teman muda ini. Mereka juga menyambut baik terbentuknya Mudifra Yogyakarta ini. Mereka berharap agar pandemi Covid 19 ini segera berlalu dan dapat diadakan pertemuan secara langsung serta melaksankan berbagai kegiatan demi meningkatkan rasa persaudaraan di antara anggota Mudifra Yogyakarta.

Laporan sdr. Juan Ghawa OFM

 

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *