Jakarta, OFM ― Bulan Oktober bagi para Fransiskan identik dengan perayaan Santo Fransiskus Assisi, juga para Fransiskan di Indonesia. Mereka memiliki tradisi merayakan Pesta St. Fransiskus Assisi secara inklusif bersama keluarga besar Fransiskan-Fransiskanes (ORDO I: OFM, OFMConv, dan OFMCap; ORDO II: OSC atau para Saudari Claris, dan ORDO III: regular maupun sekular) di tingkat gardianat, regio, maupun keuskupan. Bahkan, umat dan kelompok pecinta St. Fransiskus juga ikut terlibat.

Sdr. Haward OFM dan Sdr. Wolf OFM berfoto bersama para Suster Claris seusai merayakan ekaristi pada Hari Raya Santo Fransiskus di Kapela St. Clara, Jogjakarta.

Di sejumlah paroki yang dikelola para Fransiskan seperti Paroki Hati Kudus, Kramat, dan Paroki Paskalis, Cempaka Putih diadakan Novena Santo Fransiskus Assisi selama sembilan hari berturut-turut. Novena diadakan pada tanggal 22-30 September 2023. Selain itu, para Fransiskan juga mengadakan ibadat pemberkatan hewan peliharaan. Santo Fransiskus dalam Gereja Katolik dikenal sebagai pelindung ekologi dan penyayang binatang.

Tiga hari menjelang perayaan puncak, triduum atau refleksi tiga hari dijalankan di komunitas-komunitas para Fransiskan. Materi refleksi triduum pada tahun 2023 disediakan oleh tim yang dikoordinir oleh PTF (Perwakilan Tarekat Fransiskan) serta diedarkan ke tarekat-tarekat Fransiskan-Fransiskanes untuk didalami baik secara personal maupun secara komunal. Tak lupa pula, refleksi tiga hari mencakup arah dasar atau visi pastoral keuskupan tempat komunitas berada.  

Ibadat Transitus para Fransiskan-Fransiskanes Keuskupan Sintang di Paroki Putussibau

Pada tanggal 3 Oktober, secara serentak diadakan Ibadat Transitus. Pada ibadat tersebut, para Fransiskan merenungkan saat-saat terakhir hidup Sang Santo hingga akhirnya dijemput saudari maut. Perayaan tersebut diadakan dalam wadah persaudaraan lokal yang telah terbentuk di setiap keuskupan di Indonesia. Misalnya, kelompok para Fransiskan-fransiskanes di Keuskupan Agung Jakarta disebut KANESTA, di Keuskupan Agung Semarang disebut KEKANTA, di Keuskupan Bogor disebut GEFRABO, Keuskupan Agung Ende disebut sebagai KEFRADA, dan lain sebagainya.

Di Jakarta, Hari Raya St. Fransiskus Assisi dirayakan oleh KANESTA di Gereja Hati Kudus-Paroki Kramat. Perayaan bertema “Melangkah Bersama untuk Kesejahteraan Bersama” ini dipimpin oleh Sdr. Stanislaus Agus Suharyanto OFM (Pelayan Gardianat Assisi-Jakarta), didampingi moderator lama KANESTA, Sdr. Sebastianus Gaguk OFM, moderator baru KANESTA, Sdr. Yohanes Epa Prasetyo OFM, dan Diakon Rolansius Lantur OFM. Dalam khotbahnya, Sdr. Rolan OFM mengajak para saudara dan saudari untuk rendah hati dan bersolider dengan sesama sebagaimana dihayati dan dihidupi oleh Bapa Serafik, St. Fransiskus Assisi. Dalam perayaaan ini juga, pengurus KANESTA periode 2023-2025 dilantik. Seusai Perayaan Ekaristi acara dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah di Aula St. Antoius-Paroki Kramat, Jakarta Pusat.

Perayaan Santo Fransiskus Assisi di Paroki So’a, Keuskupan Agung Ende oleh para Fransiskan-Fransiskanes di Ngada.

Keluarga Besar Fransiskan Bogor (GEFRABO) merayakan pesta Santo Fransiskus di Novisiat OFM Transitus, Depok-Jawa Barat. Di Keuskupan Sintang, para Fransiskan merayakan Santo Fransiskus Assisi secara meriah. Mereka mengawali perayaan dengan studi bersama. Tema “Menghayati Spiritualitas St. Fransiskus Assisi dalam Kehidupan Sehari-hari” diangkat oleh Sdr. Yoseph Selvinus Agut OFM, pemateri pada studi bersama tersebut. Perayaan Ekaristi Hari Raya St. Fransiskus Assisi dilaksanakan di Gereja Santa Perawan Maria Tak Bernoda-Paroki Putussibau dan dipimpin oleh Mgr. Samuel Otton Sidin, OFMCap., Uskup Keuskupan Sintang.

Di Paroki Fatumea, Keuskupan Maliana, Timor Leste, diadakan perayaan Santo Fransiskus untuk pertama kalinya. Para Fransiskan di Fundasi Timor Leste memulai pelayanan di Fatumea pada bulan Agustus 2023. Pastor Kepala Paroki, Sdr. Eugénio Pereira OFM mengajak umat untuk mengenal Santo Fransiskus Assisi secara lebih mendalam. Umat tampak bersukacita dan antusias dalam merayakan pesta Santo Fransiskus.

Kontributor: Sdr. Jemianus H.R. Tnomat, OFM

Ed.: Sdr. Rio, OFM

Tinggalkan Komentar