Studi Bersama Natal di Greccio

Jakarta, OFM — Pada hari Senin, 23 Oktober 2023, para saudara di Gardianat Assisi, Jakarta, mengadakan studi bersama dengan topik “Natal Greccio: Miniatur Misteri Inkarnasi, Perspektif Bonaventuriana.” Studi bersama  diadakan di Ruang Rapat Biara Fransiskus dengan narasumber  Sdr. Andreas Bernadinus Atawolo, OFM, dosen Teologi Dogmatik Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, yang  dikenal  cakap mengelaborasi  pemikiran St. Bonaventura. Acara ini berlangsung pada pkl.17.00-18.30 WIB. Tema studi bersama ini tidak dapat dipisahkan dengan perayaan 800 Tahun Natal di Greccio yang dirayakan oleh ordo secara mondial

Dalam materinya, Sdr. Andre menjelaskan beberapa poin refleksi.  Pertama, peristiwa Natal di Greccio merupakan buah refleksi positif St. Fransiskus akan misteri inkarnasi. Ini terjadi pasca kunjungannya  ke Tanah Suci pada tahun 1219. Motivasi St. Fransiskus sangat luhur, yakni ingin merasakan dan menyentuh misteri Sabda menjadi daging dengan cara yang lebih hidup.

Kedua, Natal di Greccio menjadi indikasi kuat akan gambaran Yesus di mata, benak, dan hati St. Fransiskus, yaitu sebagai pusat (medium) dan titik temu (convenientia) sejarah keselamatan bagi segenap ciptaan. Dengan cara mengosongkan diri (kenosis), Kristus dapat merangkul segenap ciptaan kembali kepada-Nya. Inilah yang kiranya menjadi basis eksistensial pilihan kedinaan St. Fransiskus yang hingga saat ini masih terus diwarisi dan dihidupi oleh para pengikutnya dengan cara yang kontekstual.

Ketiga, kelahiran Yesus di palungan merupakan suatu kebijaksanaan ilahi. Ini justru mengandung paradoks dan perbantahan. Di satu sisi, itu menjadi bukti kebijaksanaan Allah yang rela menjadi kecil dan hina-dina agar manusia juga mampu untuk hidup merendah. Di sisi lain, itu menjadi suatu keanehan bagi banyak orang persis karena logika yang meresapinya: yang kuat kuasa tidak mungkin mau menjadi lemah.

Keempat, gambaran hidup kesederhanaan Natal di Greccio (dengan kandang, palungan, jerami, lembu, dan keledai) menjadi warisan seni yang bersifat spiritual yang masih terus diabadikan di Gereja Katolik hingga saat ini. Setiap bulan Desember, menjelang Natal tiba, bangunan gereja Katolik kerap diisi dan dihiasi kandang Natal. Tentu saja, spirit yang mendasarinya ialah panggilan untuk memaknai secara lebih dekat misteri inkarnasi. Harapannya, orang yang melihat dan memandangnya turut merasakan proses historis Sabda menjadi daging. Atau mengutip ungkapan Paus Fransiskus dalam Admirable Signum art.1, “Penggambaran kelahiran Yesus sendiri adalah pewartaan sederhana dan sukacita akan misteri inkarnasi Putra Allah.”

Lebih lanjut, setelah studi bersama, acara dilanjutkan dengan santap malam bersama di Ruang Makan Fransiskus. Menunya sederhana, tetapi sukacitanya berlimpah. Tatkala dimintai tanggapan singkat terkait materi yang telah ‘dihidangkan’ oleh Sdr. Andre,  salah seorang saudara (yang tidak ingin namanya disebutkan), berujar “Ini yang aku mau, ini yang aku cari.”

Kontributor: Sdr. Epang Danggur, OFM
Ed.: Sdr. Vincent, OFM

Tinggalkan Komentar